ilustrasi capal/ Fb Aditya Agus Tiara

Ada tokoh Islam dikabarkan pakai slempang yang ada gambar capal (replika sandal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam) sedangkan di masyarakat, dikabarkan sebagian orang meyakini capal sebagai jimat (menjurus pada kemusyrikan). Tentunya orang-orang yang meyakini capal sebagai jimat itu akan lebih mantap keyakinan batilnya dengan adanya tokoh agama yang memakai capal pula (walau apakah tokoh itu meyakininya atau tidak sama sekali).

Bandingkan dengan kejadian riwayat berikut ini.

Dalam salah satu kisah diceritakan, bahwa Khalifah ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz pernah mendera orang-orang yang minum khamr dan yang ikut menyaksikan jamuan mereka itu, sekalipun orang yang menyaksikan itu tidak turut minum bersama mereka.

Dan diriwayatkan pula, bahwa pernah ada suatu qaum yang diadukan kepadanya karena minum khamr, kemudian beliau memerintahkan agar semuanya didera. Lalu ada orang yang berkata, bahwa diantara mereka itu ada yang berpuasa. Maka jawab ‘Umar, “Dera dulu, dia !”. Apakah dia tidak mendengar firman Allah Ta’ala :

وَ قَدْ نَزَّلَ عَلَيْكُمْ فِى اْلكِتبِ اَنْ اِذَا سَمِعْتُمْ ايتِ اللهِ يُكْفَرُ بِهَا وَ يُسْتَهْزَأُ بِهَا فَلاَ تَقْعُدُوْا مَعَهُمْ حَتَّى يَخُوْضُوْا فِى حَدِيْثٍ غيْرِهِ اِنَّكُمْ اِذًا مّثْلُهُم. النساء:140

Sungguh Allah telah menurunkan kepadamu dalam Al-Qur’an, bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah ditentang dan diejeknya. Maka itu janganlah kamu duduk bersama mereka, sehingga mereka itu memasuki dalam pembicaraanan yang lain. Sebab sesungguhnya jika kamu berbuat demikian adalah sama dengan mereka. [QS. An-Nisaa’ :140]

ابن تيمية ,مجموع الفتاوى (32/ 254)
وَقَدْ رُفِعَ إلَى عُمَرَ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ أَقْوَامٌ يَشْرَبُونَ الْخَمْرَ فَأَمَرَ بِجَلْدِهِمْ الْحَدَّ فَقِيلَ: إنَّ فِيهِمْ صَائِمًا؟ فَقَالَ: أَبَدَءُوا بِالصَّائِمِ فَاجْلِدُوهُ: أَلَمْ يَسْمَعْ إلَى قَوْله تَعَالَى {وَقَدْ نَزَّلَ عَلَيْكُمْ فِي الْكِتَابِ أَنْ إذَا سَمِعْتُمْ آيَاتِ اللَّهِ يُكْفَرُ بِهَا وَيُسْتَهْزَأُ بِهَا فَلَا تَقْعُدُوا مَعَهُمْ حَتَّى يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ} ؟

Via fb Hartono Ahmad Jaiz

(nahimunkar.org)

(Dibaca 1.438 kali, 1 untuk hari ini)