· 

Kenapa khilafah tidak diserahkan kepada keluarga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam?


 

Dr Muhammad Arifin Badri

 

Sepeninggal beliau, yang menjadi khalifah adalah sahabat Abu Bakar, kemudian sahabat Umar, kemudian sahabat Utsman, dan kemudian sahabat Ali bin Abi Thalib?

Sobat! ini adalah fakta sejarah yang telah menjadi suratan taqdir ilahi.

Kemudian, anda perlu pahamai, bahwa harta kekayaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam saja tidak diwariskan kepada keluarga beliau, apalagi khilafah (kekuasaan).

Beliau bersabda:
لاَ يَقْتَسِمُ وَرَثَتِي دِينَارًا وَلاَ دِرْهَمًا مَا تَرَكْتُ بَعْدَ نَفَقَةِ نِسَائِي، وَمَئُونَةِ عَامِلِي فَهُوَ صَدَقَةٌ
Ahli warisku tidak akan berbagi bagi dinar atau dirham, apapun yang aku tinggalkan setelah dikeluarkan biaya untuk nafkah istri istriku, dan upah pegawaiku disalurkan sebagai sedekah (wakaf) Muttafaqun ‘alaih.

Jadi aneh bila ada yang menuduh sahabat Abu Bakar, Umar, dan Utsman merebut khilafah dari sahabat Ali bin Abi Thalib.

Apalagi, perlu anda ingat kembali sejatinya siapakah ketiga orang tersebut: Sahabat Abu Bakar dan Umar adalah mertua Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Sedangkan sahabat Utsman adalah menantu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebanyak 2 x.

Sehingga bila status sebagai menantu menjadi alasan agar sahabat Ali bin Abi Thalib menerima kehormatan memimpin ummat Islam, maka tentunya sahabat Utsman yang mendapat kehormatan menjadi menantu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebanyak 2x lebih utama menerima kehormatan tersebut.

Dan bila semua alasan di atas tetap tidak bisa diterima, maka ketahuilah bahwa sahabat Ali bin Abi Thalib semasa kekhilafan ketiga sahabat di atas, berpartisipasi secara aktif dan menjadi satu dari sekian kepercayaan ketiga khalifah tersebut.

Beliau tidak pernah berusaha merebut, atau menolak kepemimpinan ketiga sahabat di atas.

Semoga jelas, dan mencerahkan, amiin.

Bila anda tertarik lebih jauh mempelejari duduk perkara yang sebenarnya perihal ketiga khalifah di atas, silahkan bergabung dengan kami di sini:
http://pmb.stdiis.ac.id/

Ku setia menunggu kehadiranmu kawan.

Via fb

Dr Muhammad Arifin Badri

17 Februari pukul 21.53 

Ilustrasi/ foto slideshare

(nahimunkar.org)

(Dibaca 215 kali, 1 untuk hari ini)