.

Komisi Yudisial (KY) sudah mengantongi bukti pelanggaran yang dilakukan majelis hakim Peninjauan Kembali (PK) yang mengabulkan permohonan PK koruptor dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Sudjiono Timan, tulis inilah.com, Jumat (17/1/2014).

Sebelumnya, nahimunkar.com menyoroti masalah itu dalam berita berikut.

***

Weleh-weleh… Koruptor Rp1,2 Triliun Dilepaskan MA

Soedjiono Timan mengkorupsi uang negara di BUMN PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) sehingga negara mengalami kerugian keuangan sekitar Rp 2 triliun.

Pada Jum’at, 3 Desember 2004, Majelis Kasasi MA yang dipimpin Ketua MA saat itu, Bagir Manan, memvonis Sudjiono Timan dengan hukuman 15 tahun penjara, denda Rp 50 juta, dan membayar uang pengganti sebesar Rp 369 miliar dan USD 98 juta atau total Rp 1,2 triliun.

Ternyata kemudian Putusan Mahkamah Agung (MA) menganulir vonis Kasasi 15 tahun penjara terhadap Soedjiono Timan dan dibatalkannya ganti rugi Rp 1,2 triliun. Itulah yang  membuat masyarakat kehabisan kata-kata dan geleng-geleng kepala.

Tak hanya masyarakat dan tokoh bangsa dan lembaga anti korupsi yang heran dengan putusan tersebut. Internal MA juga dibuat terperanjat dengan vonis bebas yang penuh kontroversial tersebut.

 “Sedih, putusan ini menyedihkan,” kata mantan hakim agung Prof Dr Komariah Emong Sapardjaja, Selasa (27/8/2013) seperti dilansir detik.

***

Binasanya orang sebelum Islam dulu, pencuri “terhormat” dibiarkan

Dalam hadits shahih ada riwayat terkenal:

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

(( إنَّمَا أهْلَكَ الَّذِينَ قَبْلَكُمْ أنَّهُمْ كَانُوا إِذَا سَرَقَ فِيِهمُ الشَّرِيفُ تَرَكُوهُ ، وَإِذَا سَرَقَ فِيهِمُ الضَّعِيفُ ، أَقَامُوا عَلَيْهِ الحَدَّ ، وَايْمُ اللهِ لَوْ أنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ مُحَمَّدٍ سَرَقَتْ لَقَطَعْتُ يَدَهَا )) . متفق عَلَيْهِ . رياض الصالحين (2/ 277)

“Artinya : Sesungguhnya orang-orang sebelum kamu binasa karena bila ada orang terpandang diantara mereka yang mencuri, mereka membiarkannya; dan bila orang lemah yang mencuri, maka mereka tegakkan hukum atasnya. Demi Allah, andaikata Fathimah binti Muhammad mencuri, niscaya aku potong tangannya.” [Hadits Riwayat Al-Bukahri, Ahdits Al-Anbiya 3475. Muslim, Al-Hudud 1688].

Riwayat shahih yang lebih komplit:

عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ قُرَيْشًا أَهَمَّهُمْ شَأْنُ الْمَرْأَةِ الَّتِي سَرَقَتْ فِي عَهْدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي غَزْوَةِ الْفَتْحِ فَقَالُوا مَنْ يُكَلِّمُ فِيهَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالُوا وَمَنْ يَجْتَرِئُ عَلَيْهِ إِلَّا أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ حِبُّ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأُتِيَ بِهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَكَلَّمَهُ فِيهَا أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ فَتَلَوَّنَ وَجْهُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَتَشْفَعُ فِي حَدٍّ مِنْ حُدُودِ اللَّهِ فَقَالَ لَهُ أُسَامَةُ اسْتَغْفِرْ لِي يَا رَسُولَ اللَّهِ فَلَمَّا كَانَ الْعَشِيُّ قَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاخْتَطَبَ فَأَثْنَى عَلَى اللَّهِ بِمَا هُوَ أَهْلُهُ ثُمَّ قَالَ أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ أَنَّهُمْ كَانُوا إِذَا سَرَقَ فِيهِمْ الشَّرِيفُ تَرَكُوهُ وَإِذَا سَرَقَ فِيهِمْ الضَّعِيفُ أَقَامُوا عَلَيْهِ الْحَدَّ وَإِنِّي وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَوْ أَنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ مُحَمَّدٍ سَرَقَتْ لَقَطَعْتُ يَدَهَا ثُمَّ أَمَرَ بِتِلْكَ الْمَرْأَةِ الَّتِي سَرَقَتْ فَقُطِعَتْ يَدُهَا

Dari ‘Aisyah isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa

saat penaklukan Kota Makkah di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, orang-orang Quraisy pernah kebingungan mengenai masalahnya seorang wanita (mereka) yang ketahuan mencuri. Maka mereka berkata, “Siapa kiranya yang berani mengadukan permasalahan ini kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?”

Maka sebagian mereka mengusulkan, “Siapa lagi kalau bukan Usamah bin Zaid, orang yang paling dicintai oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.”

Lalu wanita itu dihadapkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan Usamah bin Zaid pun mengadukan permasalahannya kepada beliau.

Tiba-tiba wajah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berubah menjadi merah seraya bersabda: “Apakah kamu hendak meminta syafa’at (keringanan) dalam hukum Allah (yang telah ditetapkan)!”

Maka Usamah berkata kepada beliau, “Mohonkanlah ampuanan bagiku wahai Rasulullah.”

Sore harinya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri dan berkhutbah, setelah memuji Allah dengan ujian yang layak untuk-Nya, beliau bersabda:

“Amma Ba’du. Sesungguhnya yang membinasakan orang-orang sebelum kalian adalah manakala ada orang yang terpandang (terhormat) dari mereka mencuri, maka merekapun membiarkannya.

Namun jika ada orang yang lemah dan hina di antara mereka ketahuan mencuri, maka dengan segera mereka melaksanakan hukuman atasnya.

Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sekiranya Fatimah binti Muhammad mencuri, sungguh aku sendiri yang akan memotong tangannya.”

Akhirnya beliau memerintahkan terhadap wanita yang mencuri, lalu dipotonglah tangan wanita tersebut.” ( Sumber: HR Muslim, Hadist No.: 3197,  Kitab: Hudud).

Inilah berita tentang dilepasnya koruptor Rp1,2 triliun.

– See more at: https://www.nahimunkar.org/weleh-weleh-koruptor-rp12-triliun-dilepaskan-ma/#sthash.XTJz0dek.dpuf

Kini kisah dibebaskannya koruptor BLBI itu dipersoalkan, dan ada bukti yang beritanya sebagai berikut.

***

Ada Bukti Pelanggaran Hakim Pembebas Koruptor BLBI

Jakarta – Komisi Yudisial (KY) sudah mengantongi bukti pelanggaran yang dilakukan majelis hakim Peninjauan Kembali (PK) yang mengabulkan permohonan PK koruptor dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Sudjiono Timan.

KY sebenarnya berencana memeriksa para hakim ini. Namun, empat dari lima hakim PK, belum memberi kepastian.

Pemeriksaan itu terkait dengan dugaan pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH) dalam putusan PK yang membuat Sudjiono bebas dari segala jeratan hukum.

“Sebenarnya sih tanpa pemeriksaan ini sudah bisa diputus,” kata Komisioner KY Taufiqurrohman, Jakarta, Jumat (17/1/2014).

Namun, lanjut Taufiq, KY tetap akan meminta keterangan dari para hakim agung yang menjadi majelis PK Sudjiono. Mereka adalah Suhadi, Andi Samsan Nganro, Sofyan Marthabaya, Abdul Latief, dan Sri Murwahyuni.

“Rasaya kurang lengkap kalau belum ada keterangan dari hakim-hakim yang bersangkutan itu,” ujarnya.

Lebih jauh, KY sendiri sebenarnya sudah menggenggam data, informasi, dan fakta terkait PK Sudjiono ini. Hal tersebut didapat dari hasil investigasi selama ini.

“Ada beberapa temuanlah yang kira-kira bisa disimpulkan,” ujarnya.

KY menemukan fakta baru dari pengembangan kasus dugaan pelanggaran KEPPH dalam proses putusan PK yang diajukan Sudjiono Timan.

Salah satu temuan baru itu, yakni adanya sejumlah hakim yang kerap mondar-mandir dari Jakarta-Singapura. Tercatat salah satu hakim yang dimaksud sudah 18 kali pergi ke Singapura dalam kurun waktu hanya 3 bulan, yaitu dari Juni hingga Agustus 2013.

Di bulan-bulan yang sama, hakim lainnya juga terbang ke Singapura sebanyak 7 kali. Rentang waktu mereka ke Singapura itu bersamaan dengan tengah diprosesnya PK yang diajukan Sudjiono.

Bahkan ada hakim yang setiap kali berada di Singapura hanya beberapa jam saja. Dia terbang dari Jakarta ke Singapura pukul 08.00 WIB dan di hari yang sama mendarat kembali di Jakarta pukul 14.00 WIB. [gus] INILAH.COM, Oleh: Fadhly Zikry, nasional – Jumat, 17 Januari 2014 | 15:50 WIB

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.458 kali, 1 untuk hari ini)