Kenapa Mereka Berani Menghina Nabi dan Umat Islam Bahkan di Bulan Ramadhan?

Baru kali ini di Bulan Ramadhan 1441H/ April-Mei 2020 di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi ada keturunan Cina Non Islam berani bilang ke tetangganya yang Muslim, mau menyumbang makanan gorengan dengan sambal tai ayam untuk buka puasa. https://www.nahimunkar.org/surat-pembaca-hengki-keturunan-cina-non-islam-bilang-mau-sumbang-gorengan-dan-sambal-tai-ayam-untuk-buka-puasa/


Baru kali ini di Bulan Ramadhan 1441H/ April-Mei 2020 di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi ada yang berani dengan sengaja menyebarkan video dengan nyanyi-nyanyi joget-joget, memelesetkan lafal Nabi jadi babi, dan baginda (Nabi) jadi babi. https://www.nahimunkar.org/hina-nabi-dengan-sebutan-babi-di-bulan-ramadhan-ini/


Baru kali ini di Bulan Ramadhan 1441H/ April-Mei 2020 di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi ada Yayasan Non Islam berani membagi-bagikan nasi ke masyarakat Muslim sekitar masjid, tapi nasi itu berlogo kepala anjing dan berlabel nasi anjing. https://www.nahimunkar.org/umat-islam-merasa-dilecehkan-diberi-nasi-bungkus-berlogo-kepala-anjing-bertulisan-nasi-anjing/

Kenapa mereka sengaja dan berani menghina Umat Islam bahkan Nabi di Bulan Ramadhan?

Monyet pun tidak mungkin berani bermain topeng monyet di tempat keramaian bila tanpa ada tuannya yang memainkannya, dan tidak ada celah kelonggaran dari pengendali keadaan.

Nah, Ketika yang jadi sasaran hinaan itu Umat Islam, bahkan Nabi, maka siapa kah yang memainkan itu? Apakah di balik semua itu ada tuan-tuan yang sejatinya memusuhi Islam, benci terhadap Islam secara global maupun nasional? Siapakah mereka? Dan pihak manakah yang menjadikan adanya celah kelonggaran hingga mereka berani beraksi menghina Umat Islam bahkan Nabi di sana-sini, padahal negeri ini mayoritas penduduknya Muslim dan di Bulan Ramadhan yang sangat dihormati?

Ilustrasi foto/ytb, rcti-sindo

(nahimunkar.org)