“Kenapa MUI belum juga mengeluarkan fatwa tentang kesesatan syiah?” tanya Ketua Forum Ulama dan Umat Indonesia, KH. Athian Ali saat menjadi pembicara Seminar Nasional Bahaya Syiah di Universitas Sebelas Maret (UNS Solo) Ahad (22/9).

Buntut dari ketidaktegasan MUI Pusat mengakibatkan MUI di berbagai daerah mengambil langkah tegas demi menyelamatkan akidah umat.

“MUI Jawa Timur mengeluarkan fatwa sesat Syiah karena tidak sabar menunggu MUI Pusat mengeluarkan,” paparnya.

Inilah beritanya.

***

“Rencana MUI Keluarkan Fatwa Sesat Syiah Diveto Beberapa Tokoh”

UstPIMPINAN Yayasan Al Islam, Farid Okbah MA, sedikit membocorkan mengapa Majelis Ulama Indonesia (MUI) belum juga mengeluarkan fatwa sesat ajaran Syiah. Sebenarnya, upaya menggolkan fatwa sesat Syiah tersebut hampir saja terjadi jika tidak digagalkan oleh beberapa tokoh MUI.

“Rencana MUI untuk mengeluarkan fatwa sesat Syiah itu kemudian diveto oleh beberapa tokoh MUI,” katanya di depan 2000 peserta Seminar Nasional Bahaya Syiah di Solo, Ahad (22/9).

Farid menjelaskan dirinya menjadi saksi atas kejadian itu. Jika Fatwa sesat Ahmadiyah dan Sekularisme, Pluralisme, dan Liberalisme mudah sekali keluar, maka tidak sama halnya dengan Syiah.

“Saat itu saya langsung walk out,” tegasnya.

Namun sejak pecahnya konflik Sampang, desakan agar MUI mengeluarkan fatwa sesat Syiah semakin kuat. Hal ini, kata Farid, membuat Kedutaan Besar Iran mengirim seorang ulama Ahlussunah, penasehat Ahmadinejad, untuk berkunjung ke MUI.

Oleh Farid, Ulama “plat merah” ini disuguhkan data bagaimana sikap kelompok Syiah yang mencaci maki Sahabat Nabi. Data tersebut diambil langsung dari perayaan hari 10 Asy Syura di Jakarta. Dalam perayaan tersebut, kelompok Syiah membagi-bagikan doa yang mencaci maki sahabat Nabi.

“(Caci maki terhadap sahabat Nabi) ini menyalahi kesepakatan,” kata Farid menirukan ucapan ulama tersebut. [Pz/Islampos] Oleh Pizaro — Selasa 19 Zulkaedah 1434 / 24 September 2013 16:22

 ***

Belum Juga Keluarkan Fatwa Sesat Syiah, Komitmen MUI Dipertanyakan

Oleh Pizaro — Selasa 19 Zulkaedah 1434 / 24 September 2013 13:34

Seminar Bahaya Syi'ahSeminar Bahaya Syiah di UNS Solo

KESESATAN ajaran Syiah semakin lama banyak memakan korban. Lembaga  Ulama harus berani mengambil sikap tegas untuk mengeluarkan fatwa sesat ajaran Syiah. Jika ulama  masih berdiam diri atas kesesatan ajaran ini, tentu harus dipertanyakan komitmen dalam menyelamatkan akidah umat.

“Kenapa MUI belum juga mengeluarkan fatwa tentang kesesatan syiah?” tanya Ketua Forum Ulama dan Umat Indonesia, KH. Athian Ali saat menjadi pembicara Seminar Nasional Bahaya Syiah di Universitas Sebelas Maret (UNS Solo) Ahad (22/9).

KH Athian Ali bukan tidak pernah menyampaikan keluhan terkait hal ini. Dalam sebuah semiloka di  MUI Pusat, ulama asal Jawa Barat tersebut sudah meminta ketegasan MUI.

“Tapi sampai saat ini MUI belum juga mengeluarkan fatwa sesat Syiah kecuali hanya mengeluarkan pernyataan dan pernyataan,” terangnya.

Buntut dari ketidaktegasan MUI Pusat mengakibatkan MUI di berbagai daerah mengambil langkah tegas demi menyelamatkan akidah umat.

“MUI Jawa Timur mengeluarkan fatwa sesat Syiah karena tidak sabar menunggu MUI Pusat mengeluarkan,” paparnya.

Magister Universitas Al Azhar ini berharap adanya seminar nasional terkait ajaran Syiah di Solo dapat menjadi masukan bagi MUI untuk segera bersikap atas ajaran Syiah.

“Karena semakin banyak umat yang menunggu agar mereka tidak menjadi korban kesesatan Syiah,” tandasnya. [Pz/islampos]

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.476 kali, 1 untuk hari ini)