• Semua Kajian di Muslim Life Fair Dibatalkan karena Undang Ustadz Syafiq dan Ustadz Khalid Basalamah

Silakan simak ini.

***

 

Hati-hati ya Ikhwah… ini bukti kaum Gay (LGBT) menyusup di Kalangan Pengajian, sangat menjijikan!

Di atas adalah sreenshot twit pencari mangsa gay, mereka menyasar even-even aktivis muslim.

 
 

Salah satu evennya adalah Muslim Life Fair yang baru saja berlangsung di Yogyakarta selama tiga hari 3-5 Juni 2022 di Jogja Expo Center (JEC).

 
 

Acara Muslim Life Fair dari mulai bazar produk-produk muslim dan UMKM hingga kajian-kajian oleh para ustadz.

 

Muslim Life Fair di Jogja ini adalah yang kedua setelah sebelumnya digelar di Istora GBK, Senayan, Jakarta pada 25 – 27 Maret 2022 lalu.

 

Ternyata even-even muslim seperti itu menjadi sasaran kaum laknat LGBT.

 

Hati-hati ya Ikhwah… ini bukti kaum Gay menyusup di Kalangan Pengajian, sangat menjijikan!

[PORTAL-ISLAM.ID] Senin, 06 Juni 2022 KABAR UMAT, SOSIAL MEDIA

***

Pembatalan Pengajian Justru Jadi Penyemangat Cinta Islam bagi Generasi Muda dan Para Tokoh Potensial

Posted on 27 Maret 2022

by Nahimunkar.org


Ilustrasi. Foto/tkpdia

Pembatalan-pembatalan pengajian para Ustadz di #MuslimFair Senayan Jakarta dan di Wajo Sulawesi Selatan seakan justru menjadi iklan gratis atas mulai semaraknya kembali da’wah Islam.

  • Pembatalan pengajian justru menimbulkan reaksi yang menyemangati Umat. Tanpa ada yang menghalangi pengajian, maka takkan ada judul berita: Kedatangan Ustadz Firanda Ditolak NU Dianggap Radikal, DPRD Sulsel: Ini Dakwah, Harusnya Disambut
  • Demikian pula, tanpa ada pembatalan pengajian2 di Muslim Life Fair di Jakarta, takkan ada cuitan yang membangkitkan semangat ghirah Islamiyah begini:
  • Selain @umaralfaruq kabar kepastian dibatalkannya seluruh kajian di Muslim Life Fair 2022 juga datang dari netizen di Twitter. Dalam cicitannya, netizen bernama Annisa di akun @ketupatkartini mengungkapkan jika ada sekitar 7.000-an pengunjung yang memadati Istora Senayan. Sayangnya mereka hanya bisa melihat-lihat booth yang disediakan panitia, tanpa mengikuti kajian.

“Ya Allah, 7 ribuan pengunjung sudah memadati Istora untuk kajian Ustad2 di #MuslimFair, tiba2 dibatalkan begitu saja sm aparat!!!! Ya Allah Ya Allah….” cicit Annissa.

Pembatalan-pembatalan pengajian para Ustadz di #MuslimFair Senayan Jakarta dan di Wajo Sulawesi Selatan seakan justru menjadi iklan gratis atas mulai semaraknya kembali da’wah Islam setelah jeda sementara waktu pandemi corona/ covid-19. Tahu-tahu ribuan pemuda Islam mencintai agamanya, Islam, hingga beramai-ramai menghadiri pengajian di mana-mana.

Selayaknya penguasa negeri ini bersyukur dengan adanya tumbuh subur generasi muda yang agamis, bukan ahli maksiat, dan bukan prusak di bumi ini.

Kenapa penguasa seharusnya bersyukur?

Begini. Dari awal berdirinya negeri ini sepertinya negara tingkat pusat maupun daerah menyisihkan dana untuk kegiatan rohani. Itu artinya, rohani atau jiwa agamis masyarakat itu wajib dibina. Sudah disediakan dana tinggal dilaksanakan sebaik-baiknya. Sedang masyarakt pun sudah cenderung untuk siap dibina.

Semoga saja itu dapat dilaksanakan sebaik-baiknya, sehingga negeri ini akan makmur secara materi, dan subur pula secara rohani.

Untuk membandingkan apa yang seharusnya dilakukan, dan kenyataan yang dipraktekkan di lapangan, mari kita simak berita-berita ini.

***

Semua Kajian di Muslim Life Fair Dibatalkan karena Undang Ustadz Syafiq dan Ustadz Khalid Basalamah

News Saturday, 26 Mar 2022, 00:01 WIB 

Ustadz Syafiq Basalamah (kiri) dan Ustadz Khalid Basalamah. Seluruh kajian di Muslim Life Fair 2022 dibatalkan pihak berwajib. Rencananya Ustadz Khalid dan Ustadz Syafiq akan mengisi acara yang digelar di Istora Senayan tersebut. Foto: IST

KURUSETRA — Salam Sedulur… Pelarangan kajian yang diisi ulama bermanhaj salaf terus terjadi. Setelah Ustadz Firanda ditolak kehadirannya di Wajo, Sulawesi Selatan, kini seluruh kajian di Muslim Life Fair 2022 yang digelar di Istora Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jumat sampai Ahad (25–27/3/2022), tiba-tiba dilarang alias dibatalkan pihak berwajib.

Dalam rangkaian acara tersebut, akan diisi sejumlah ulama yang diketahui bermanhaj salafi, seperti Ustadz Khalid Basalamah, Ustadz Syafiq Riza Basalamah, Ustadz Luthfi abdul Jabbar, Ustadz Muhammad Arifin Badri, Ustadz Subhan Bawazier, Ustadz Ami Nur Baits, Ustadz Muhammad Nuzul Dikri, dan Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal. Hari ini, dalam jadwal tertera Ustadz Khalid akan mengisi kajian pada pukul 16.00-17.30 WIB. Sementara Ustadz Syafiq Riza Basalamah mengisi pada kajian pada Sabtu (26/3/2022) pukul 16.00-17.30 WIB.

Pengumuman pembatalan seluruh kajian di Muslim Life Fair 2022. Foto: Instagram.

Kabar itu disampaikan akun resmi muslimlifefair di Instagram. “Qadarallahu, karena satu dan lain hal kajian offline tidak dapat dilaksanakan. Jazakumullah khairan, silahkan mengunjungi booth pameran Muslim LifeShop dengan booth-booth yang menarik di Lantai 1 dan 2 serta ikuti workshop yang ada di classroom dan kids corner,” tulis akun @muslimlifefair, Jumat (25/3/2022).

Kabar serupa juga disampaikan seorang netizen di Twitter, Anisa @umaralfaruq__. “Qadarullaah wa ma syaa fa’ala, dapet kabar dari temen kalau seluruh kajian di Muslim Life Fair 2022 dibatalkan. Penyebabnya belum diketahui,” cicit dia.

Cicitan seorang netizen soal pembatalan kajian di Muslim Life Fair 2022.

 
 

Selain @umaralfaruq kabar kepastian dibatalkannya seluruh kajian di Muslim Life Fair 2022 juga datang dari netizen di Twitter. Dalam cicitannya, netizen bernama Annisa di akun @ketupatkartini mengungkapkan jika ada sekitar 7.000-an pengunjung yang memadati Istora Senayan. Sayangnya mereka hanya bisa melihat-lihat booth yang disediakan panitia, tanpa mengikuti kajian.

“Ya Allah, 7 ribuan pengunjung sudah memadati Istora untuk kajian Ustad2 di #MuslimFair, tiba2 dibatalkan begitu saja sm aparat!!!! Ya Allah Ya Allah….” cicit Annissa.

/ /kurusetra.republika.co.id, Saturday, 26 Mar 2022, 00:01 WIB 

***

Kedatangan Ustadz Firanda Ditolak NU Dianggap Radikal, DPRD Sulsel: Ini Dakwah, Harusnya Disambut

 
 

Sulsel – Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Muzayyin Arif mengomentari masalah penolakan yang dilakukan Nadhlatul Ulama (NU) terhadap Ustadz Firanda Andirja Abidin. NU Kabupaten Wajo melakukan aksi menolak kedatangan Ustadz Firanda.

Keluarga besar NU Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, menganggap Ustadz Firanda adalah ‘penceramah radikal’. Muzayyin Arif ingin persoalan ini disikapi secara bijak.

“Fenomena ini tentu saja perlu disikapi secara serius, sebab ini menyangkut wajah di Sulsel, apalagi ini kegiatan dakwah yang seharusnya disambut dengan suka cita,” ucapnya kepada ERA, Sabtu (26/3).

Muzayyin Arif yang merupakan alumni Universitas Islam Indonesia Jakarta ini mengatakan, Sulsel telah dikenal sebagai daerah yang religiusitasnya sangat tinggi. Sehingga dengan fenomena penolakan Ustadz disinyalir dapat mengubah pola pikiran masyarakat terhadap Sulsel.

“Sulsel dikenal sebagai daerah yang religiusitasnya sangat tinggi, banyak ulama besar dan pondok pesantren yang berkiprah. Karena itu masyarakat kita cinta dakwah,” bebernya.

Pria kelahiran 1982 ini menginginkan adanya komunikasi antar pihak maupun lintas aliran keagamaan. Dirinya menekankan wajib adanya dialog terbuka tentang penolakan Ustadz Firanda.

“Perlu mendorong komunikasi antar pihak, lintas aliran keagamaan, melalui dialog terbuka dan tentu saja melibatkan Pemerintah Daerah (Pemda). Menurut saya, MUI Sulsel bisa mengambil peran untuk menetralisir hal ini. Apalagi kepengurusan MUI sekarang kan lebih majemuk dengan mengakomodir ulama dari berbagai lembaga dan ormas,” jelas Muzayyin. Muzayyin ingin, agar MUI Sulsel sebagai institusi ulama hadir memberi solusi untuk masalah yang dihadapi Ustadz Firanda.

Sebelumnya dijadwalkan Ustadz Firanda Andirja Abidin akan menjadi salah satu pengisi kegiatan tabligh akbar dan silaturahmi dengan Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman.

“Kami menolak kehadiran Ustadz Firanda Andirja di Kabupaten Wajo karena berpotensi terjadinya gesekan di masyarakat,” kata Ketua GP Ansor Wajo Muhammad Ihwan, Kamis (24/3).

Sumber: era

POSTED BYSOROT BANGSA27 MARET 2022, 10:20

 
 

(nahimunkar.org)