Inilah pengakuan di antara mereka
***
Selasa, 04 November 2014 07:14

Ikuti Perayaan Asyuro Ijabi, Warga Garut: Dulu Saya NU

Ditulis oleh Redaktur

ALHIKMAH.CO—Beberapa peserta perayaan Ritual Asyuro yang diselenggarakan ormas Syiah Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) dan Yayasan Muthahari sengaja didatangkan dari pelbagai wilayah di Jawa Barat. Saripin, seorang warga Bayongbong-Garut mengatakan dirinya sudah empat tahun mengikuti acara semacam ini.
“Di kampung saya banyak pengajian-pengajian semacam ini (red_Syiah),” katanya kepada Alhikmah di Lucky Square – Bandung, Senin (3/11/0214). Ketika ditanya apakah setiap orang bisa hadir di sini, ia menjawab tidak semua warga bisa ikut.
“Mereka menolak semua. Mengikuti leluhurnya, terpengaruh gara-gara Muawiyah. Dulu juga saya begitu, dulu saya NU. Sekarang, pencinta IJABI,” tegasnya. Diakuinya, beberapa orang yang aktif di IJABI datang ke kampungnya dan mengadakan diskusi dan pengajian.
Menanggapi mulai menyebarnya aliran Syiah yang oleh MUI dikategorikan aliran sesat yang perlu diwaspadai, Sekjen Dewan Dakwah Islam Jabar, Ustadz Roinul Balad mengatakan bahwa pekerjaan besar bagi umat Islam untuk bersatu melihat perkembangan Syiah masuk hingga kampung-kampung.
“Ikhlas saja tidak cukup. Kita perlu satukan fikrah, satukan kekuatan. Ormas Islam : NU, Persis, Muhammadiyah, PUI dan lainnya perlu merapatkan barisan,” pungkas ustadz Roin saat diwawacara via telepon.
Perayaan Asyuro IJABI, selain dihadiri warga simpatisan Syiah dari daerah, dihadiri juga Ketua Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) Eki Subandi, Romo Agus dari Keuskupan Bandung, dan Dewan Syuro IJABI, Jalaluddin Rakhmat. (mr/alhikmah.co)
***

Syiah dan Acara Asyura Dinilai Menodai Agama

By nahimunkar.com on 14 November 2013

Jalaludin-Rakhmat

Acara-acara Syiah agar dibubarkan, karena Syiah berkeyakinan pentingnya  mencaci sahabat Nabi. Keyakinan dan dipraktekkan Syiah dalam acara-acaranya  itu jelas menodai agama dan melanggar UU No 1 PNPS/69 KUHAP Pasal 165A tentang Penodaan Agama. Sehingga acara Asyura yang sedianya dilangsungkan di Surabaya Rabu 13 November 2013 telah dibatalkan dan tidak diberi izin oleh Polres Surabaya. (Langgar UU Penodaan Agama, Perayaan Asyuro Ditolak Polres Surabaya https://www.nahimunkar.org/langgar-uu-penodaan-agama-perayaan-asyuro-ditolak-polres-surabaya/ )

  • Di Malaysia, tidak ada perayaan Syiah yang boleh dilakukan secara terbuka. Dengan aturan itu, Malaysia dinilai masih memiliki stabilitas keamanan.
  • Kapolda/Kapolres dan Kapolsek hendaknya segera membubarkan acara ilegal oleh LKAB sebagai ajang  propaganda Syiah. LKAB, ABI dan IJABI sebagai cover/ taqiyah institusi Syiah. Mengapa mereka tak berterus terang sebagai organisasi Syiah? Tapi berlindung dibalik kemuliaan Ahlul Bait utk mengobarkan kebencian dan kedustaan? Waspadalah para aparat negara terhadap infiltrasi ideologi Syiah dalam NKRI melalui berbagai perayaan yang mengutamakan conflic of interrest secara demonstratif mengatasnamakan Ahlul bait.
  • Hari ini Kamis (14/11/2013) kaum Muslimin dari berbagai elemen berkumpul, Masjid Raya Al Musyawarah, Jl. Raya Bolevard Kelapa Gading, Jakarta Utara (samping Mal Kelapa Gading), untuk berupaya meyakinkan dan mendesak aparat membubarkan acara Syiah dengan banner bertuliskan ‘Asyuro Nasional 1435′

https://www.nahimunkar.org/syiah-dan-acara-asyura-dinilai-menodai-agama/

(nahimunkar.com)