Kenapa? Orang Syiah Membunuh Muslim di Puger Jember, Mereka Diam. Insiden Solo Akibat Kumpul2 di Hari Raya Syiah yang Menyinggung Umat Islam, Korbannya Hanya Luka Berobat Jalan, Mereka Teriak Kencang

 


Ilustrasi Foto: Jasad Eko, korban serangan Syiah Jember,  Foto/ kiblat.net, Jum’at, 13 September 2013 21:18  

 

 

Kenapa kalau orang syiah membunuh, mereka malah diam? Sedangkan Kasus di Solo itu karena adanya kumpul2 di hari raya Idul Ghadir yang hari rayanya itu menyinggung Islam, korbannya hanya luka dan berobat jalan, kabarnya. Tapi beritanya dihembus-hembuskan, lebih ramai dibanding syiah membunuh warga NU di Puger Jember Jatim waktu lalu.

Semoga para aparat bijak dalam menyikapi. Acara syiah kumpul2 di hari raya syiah 18 Zulhijjah 1441 bermuatan menyinggung Umat Islam secara keyakinan karena jelas merupakan pengecaman terhadap para sahabat Nabi yang dianggap sebagai para pengkhianat. Itulah pemicu sebenarnya. Tidak dapat dilepaskan dari keyakinan seperti itu.

Hingga tokoh MUI pun jauh2 hari telah menyerukan, Umat Islam harus menolak acara perayaan syiah Idul Ghadir:

MUI: Umat Islam Ahlus Sunnah Harus Menolak Idul Ghadir

Posted on 15 September 2016

by Nahimunkar.org


Ilustrasi: Sebuah peringatan Idul Ghadir kaum Syiah


by nahimunkar.org Okt 9th, 2015

Menghina sahabat sama saja dengan menafikan ayat al-Quran. Dan menafikan ayat al-Quran bisa jatuhnya menjadi murtad,” demikian tandasnya.

Hidayatullah.com- Sejarah Idul Ghodir merupakan penistaan terhadap 114 ribu shahabat Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasalam. Di mana mereka semua dikatakan telah berkhianat terhadap titah Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasalam bahwa sepeninggal beliau wajib mengangkat Sayyidina Ali bin Abi Thalib menjadi khalifah.

“Ini dikatakan Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasalam di Ghodir Khum,” kata Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjend) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Dr. KH. Tengku Zulkarnain, MA kepadahidayatullah.com, Rabu (07/10/2015).

Kendati demikian, kata Zulkarnain, kenyataannya para shahabat kemudian mengangkat Sayyidina Abu Bakar As Shiddiq menjadi khalifah sepeninggal Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasalam. Dan ini sama dengan menuduh seluruh shahabat telah khianat atas titah Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasalam.

“Ada pernyataan Syiah hanya 3 shahabat saja yang selamat dari khianat itu yakni Abu Dzar, Miqdad, dan Salman al Parsi,” tutur Zulkarnain.

Dengan demikian, lanjut Zulkarnain serupa juga mengatakan bahwa Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasalam gagal mendidik shahabat beliau supaya tetap setia. Padahal tidak ada Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasalam mengeluarkan titah seperti yang diyakini Syi’ah itu.

“Sangat mustahil seluruh shahabat termasuk Sayyidina Ali dan ahlul bait Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasalam yang lain seperti Abbas dan anak-anak beliau tidak melawan jika benar demikian kejadiannya,” jelas Zulkarnain.

Karena itu, Zulkarnain menyimpulkan bahwa Idul Ghodir adalah buatan Syiah untuk mengatakan shahabat Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasalam adalah manusia-manusia yang pengkhianat semuanya.

“Umat Islam Indonesia itu adalah Islam yang berfaham Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) maka wajib menolak perayaan Ghodir Khum yang jelas-jelas menghina Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasalam sebagai manusia yang gagal dan menghina para sahabat beliau yang setia,” tegasnya.

https://www.nahimunkar.org/mui-umat-islam-ahlus-sunnah-harus-menolak-idul-ghadir-2/

 

Sedangkan kasus di Pasarkliwon Solo, kumpul2 di hari raya Syiah Idul Ghadir yang jelas2 menyinggung berat perasaan Umat Islam itu dilaksanakana di rumah yang rumah itu juga sudah pernah ada acara syiah, (Asyura syiah) mengakibatkan keresahan Umat dan dibubarkan tahun 2018.

Jadi ada apa, kok seolah-olah 3 orang yang luka akibat insiden karena kumpul2 di hari raya syiah Idul Ghadir yang memang menyinggung Umat Islam itu lebih dibesar-besarkan dibanding orang syiah yang membunuh warga NU di Puger Jember Jatim beberapa waktu lalu.

Bila aparat tidak melihat penyebab utamanya adalah itu (kumpul2 di hari raya syiah Idul Ghadir yang memang menyinggung Umat Islam), dan tidak melihat bahwa syiah itu sudah diputuskan oleh Mahkamah Agung sebagai ajaran yang menyimpang dari Islam dan menodai agama (dalam kasus Tajul Muluk Sampang Madura yang menuduh/ mengajarkan bahwa Al-Qur’an itu tidak murni lagi, yang itu merupakan keyakinan syiah di mana2 di Indonesia ini, dengan bukti Tajul Muluk itu dibela oleh tokoh2 syiah di mana2), maka justru akan menimbulkan masalah baru, berupa ketidak adilan aparat dalam menangani masalah. Apalagi bila lebih dibesar-besarkan dibanding ketika orang syiah membunuh orang Muslim di Jatim yang lalu.

Tahun Lalu Syiah Puger Jember Membacok, Kini Membunuh

Posted on 12 September 2013

by Nahimunkar.org

 

Tahun lalu Syiah Puger Jember Jawa Timur membacok orang Muslim. Kini lebih brutal lagi yakni membunuh. Yang dibacok kepalanya tahun kemarin, kini dibunuh oleh Syiah.

 


https://www.nahimunkar.org/tahun-lalu-syiah-puger-jember-membacok-kini-membunuh/?

***

Keputusan Tetap Mahkamah Agung Nomor 1787 K/Pid/2012: Ajaran Syiah Menyimpang dari Agama Islam

 

 

Posted on 9 September 2019

by Nahimunkar.org



Keputusan Tetap Mahkamah Agung Nomor 1787 K/Pid/2012: Ajaran Syiah Menyimpang dari Agama Islam

Foto dok ist/net

(lihat selengkapnya https://putusan.mahkamahagung.go.id/putusan/fc1d2462fec993ac35f1da4aa4599ec5)

Keputusan Hukum Final dan Incraht (berkekuatan Hukum Tetap) dari Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 1787 K/Pid/2012 (penolakan terhadap Banding pasal 156a KUHP yang diajukan terpidana
Tajul Muluk alumni YAPI Bangil, Jatim), yang menyatakan bahwa ajaran syi’ah telah menodai dan menistakan Agama Islam.


Dari isi putusan tersebut, bisa diartikan dan diasumsikan bahwa Mahkamah Agung mengaminkan ajaran syi’ah merupakan ajaran yang sesat yang menodai dan menistakan Agama Islam.

https://www.nahimunkar.org/malam-hari-raya-syiah-idul-ghadir-ada-insiden-di-rumah-yang-pernah-adakan-perayaan-asyura-syiah-di-solo/?

(nahimunkar.org)

(Dibaca 1.175 kali, 1 untuk hari ini)