Selain di Aceh gempa juga dirasakan hingga Singapura dan Malaysia.

Warga yang menggunakan kendaraan terjebak macet di Banda Aceh saat terjadi gempa. REUTERS/Junaidi Hanafiah/ Wed, 11 Apr 2012 11:36:47 GMT | By santirta martendano/ http://berita.plasa.msn.com

***

أَفَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا بَيَاتًا وَهُمْ نَائِمُونَ (97) أَوَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا ضُحًى وَهُمْ يَلْعَبُونَ (98) أَفَأَمِنُوا مَكْرَ اللَّهِ فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ (99) أَوَلَمْ يَهْدِ لِلَّذِينَ يَرِثُونَ الْأَرْضَ مِنْ بَعْدِ أَهْلِهَا أَنْ لَوْ نَشَاءُ أَصَبْنَاهُمْ بِذُنُوبِهِمْ وَنَطْبَعُ عَلَى قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لَا يَسْمَعُونَ (100)  [الأعراف/97-100]

97. Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur?

98. Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain?

99. Maka Apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? tiada yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi.

100. Dan apakah belum jelas bagi orang-orang yang mempusakai suatu negeri sesudah (lenyap) penduduknya, bahwa kalau Kami menghendaki tentu Kami azab mereka karena dosa-dosanya; dan Kami kunci mati hati mereka sehingga mereka tidak dapat mendengar (pelajaran lagi)? (QS Al-A’raf: 97-100).

Terjemah ayat: dan apakah belum jelas bagi orang-orang yang mempusakai suatu negeri sesudah (lenyap) penduduknya, bahwa kalau Kami menghendaki tentu Kami azab mereka karena dosa-dosanya; dan Kami kunci mati hati mereka sehingga mereka tidak dapat mendengar (pelajaran lagi)? (QS Al-A’raf: 100). Dalam kasus gempa Aceh ini perlu dilihat kembali, tsunami 2004 di Aceh yang mematikan 200 ribu orang lebih dan aneka bangunan serta sarana hidup pun hancur. Apakah tidak jadi pelaaran?

Inilah datanya.

***

Gempa bumi Samudra Hindia 2004

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Gempa Bumi Samudra Hindia 2004

Tanggal                                 : 26 Desember 2004

Kekuatan                             : 9,3

Kedalaman                         : 10 km

Episentrum                       : 3.316° N 95.854° EKoordinat3.316° N 95.854° E

Negara yang terkena   : Indonesia, Sri Lanka, India, Thailand, Somalia, Myanmar, Malaysia, Maladewa, Seychelles, Tanzania, Bangladesh, Afrika Selatan, Kenya, Madagaskar

Tsunami                              : ya

Pada tanggal 26 Desember 2004, terjadi gempa Bumi dahsyat di Samudra Hindia, lepas pantai barat Aceh.

Gempa terjadi pada waktu 7:58:53 WIB. Pusat gempa terletak pada bujur 3.316° N 95.854° EKoordinat3.316° N 95.854° E kurang lebih 160 km sebelah barat Aceh sedalam 10 kilometer. Gempa ini berkekuatan 9,3 menurut skala Richter dan dengan ini merupakan gempa Bumi terdahsyat dalam kurun waktu 40 tahun terakhir ini yang menghantam Aceh, Sumatera Utara, Pantai Barat Semenanjung Malaysia, Thailand, Pantai Timur India, Sri Lanka, bahkan sampai Pantai Timur Afrika.

Gempa yang mengakibatkan tsunami menyebabkan sekitar 230.000 orang tewas di 8 negara. Ombak tsunami setinggi 9 meter. Bencana ini merupakan kematian terbesar sepanjang sejarah. Indonesia, Sri Lanka, India, dan Thailand merupakan negara dengan jumlah kematian terbesar. (Wikipedia bhs ind).

***

Kejadian gempa yang kemarin, beritanya sebagai berikut.

Gempa 8,5 SR

10.000 Warga Aceh Tidur di Pengungsian

Elvan Dany Sutrisno – detikNews

Kamis, 12/04/2012 02:08 WIB

Jakarta Pasca gempa 8,5 SR yang berpotensi tsunami, gempa susulan masih terus terjadi di Aceh. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 10.000 warga Aceh masih bertahan di pengungsian.

“Kondisi Meulaboh sudah mulai normal masyarakat ada yang sudah pulang tetapi banyak yang masih bertahan di tujuh titik dengan jumlah lebih kurang 10.000 orang,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, kepada detikcom, Rabu (11/4/2012).

Sutopo menuturkan BNPB telah mengirim tim ke Aceh. Tim kedua akan terbang pagi ini.

“BNPB telah memberangkatkan 3 tim yaitu ke Simeulue, Padang dan Bengkulu. Tim ke Simeuleu terdiri 8 orang dari BNPB, PU, Kemkes, Kemsos, Basarnas yang langsung diketuai Kepala BNPB berangkat dari Halim Perdanakusumah pada pukul 18.30 WIB, Rabu (11/4),”katanya.

Tim ditugaskan langsung oleh Presiden SBY untuk menguasai kondisi. Untuk memantau langsung kondisi Aceh pasca gempa yang berpotensi tsunami tersebut.

“Tugas utama tim adalah melakukan damage assessment dan kebutuhan untuk penanganan darurat,”tandasnya.
(van/riz)

***

Sejumlah Jembatan di Aceh Roboh Karena Gempa, Kerugian Rp 2 M

Elvan Dany Sutrisno – detikNews

Rabu, 11/04/2012 23:35 WIB

Jakarta Gempa berkekuatan 8,5 Skala Richter (SR) yang berpotensi tsunami mengguncang Simeulue, Aceh, sore tadi. Sejumlah jembatan roboh, kerugiannya ditaksir sekitar Rp 2 miliar.

“Kerusakan jembatan di Bubon Arongan dan Sungai Mas dengan kerugian lebih kurang Rp 2 miliar,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, kepada detikcom, Rabu (11/4/2012).

Sementara itu tidak dilaporkan adanya korban jiwa. Tsunami yang terjadi hanya berupa gelombang kecil.

“Berdasarkan laporan dari BPBD Aceh Barat. Telah terjadi tsunami kecil pukul 15.38 WIB setelah gempa kedua dengan ketinggian 80 cm yang melanda desa Suak Indrapuri. Air menerjang sampai ke dalam rumah dengan jarak 50 meter tidak ada korban,”katanya.

Sebagian masyarakat telah kembali ke rumah masing-masing. Aliran listrik juga mulai nornal kembali.

“Sebagian besar masyarakat telah kembali ke rumah. Listrik di Aceh dan Simeulue telah nyala kembali,”tandasnya
(van/riz)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 535 kali, 1 untuk hari ini)