Police had_8236542136423

  • Pelaku homosex hukumannya dibunuh
  • Kami berharap pelaku diproses hukum. Apalagi satu pelaku adalah Bripka E, (30) oknum polisi yang berdinas di Mabes Polri sebagai ajudan salah satu pejabat Polri.

Inilah beritanya.

***

Sadis, Bocah 5 Tahun Disodomi Oknum Polisi

Nasib naas menimpa seorang bocah yang berumur 5 tahun di Ciracas,Jakarta Timur. Dia menjadi korban kekerasan seksual seorang oknum polisi dan kuli bangunan yang tinggal di dekat rumahnya.

Kejahatan asusila itu diketahui orangtua korban saat anak lelakinya mengeluh anusnya sakit. Perangai bocah tersebut juga berubah menjadi pemurung sekaligus pemarah.

Kepada ibunya, anak itu menceritakan apa yang dialaminya. Dia mengaku disodomi oleh SA (32) kuli bangunan, dan Bripka E, (30) oknum polisi.

Kedua orangtua korban marah dan langsung melapor  ke Polres Jakarta Timur, Kamis (21/2). Petugas membawa korban ke RS Polri Kramatjati untuk divisum. Hasilnya, tak ada tindak kekerasan seksual. Kasus ini menjadi perhatian Komnas Perlindungan Anak (PA). Korban dibawa ke RSCM dan divisum lagi.

Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait mengatakan ada perbedaan hasil visum. Herannya, dalam pemeriksaan di RSCM  menunjukkan adanya tindak kekerasan seksual pada anus korban bahkan luka gores senjata tajam di punggung kiri, ungkap Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait.

Polisi pun segera bertindak. Kedua pria itu ditangkap di rumahnya di Ciracas, Jumat (22/2) malam.

Kami masih memeriksa keduanya, ujar Kapolres Jakarta Timur, Kombes Mulyadi Kaharni.

Kasus ini akan terus dikawal oleh Komnas PA. Kami berharap kedua pelaku diproses hukum. Apalagi satu pelaku adalah oknum polisi yang berdinas di Mabes Polri sebagai ajudan salah satu pejabat Polri. Tindakannya sungguh berlawanan dengan tugas Polri yang mengayomi masyarakat, tegas Arist.

Kekerasan seksual yang dialami korban berawal dari seringnya ia dan bocah-bocah lainnya menyaksikan kedua pelaku memandikan burung di depan rumah. Kedua pria itu memang dikenal sebagai penggemar burung.

Pada pertengahan Februari, anak itu sendirian melihat tetangganya memandikan burung. Pikiran bejat menghinggapi keduanya. Si bocah dibawa masuk dengan alasan akan diberi makanan.

Tapi di dalam kamar, anak itu dibawa ke tempat tidur. Ia disodomi sambil ditodong pisau, hingga punggungnya tergores.

Sunday, 24 February 2013 11:54 Rully

itoday-

***

Pelaku dan pasangan homo hukumannya bunuh

Pelaku homosex hukumannya dibunuh.

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : { مَنْ وَجَدْتُمُوهُ يَعْمَلُ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ فَاقْتُلُوا الْفَاعِلَ وَالْمَفْعُولَ بِهِ وَمَنْ وَجَدْتُمُوهُ وَقَعَ عَلَى بَهِيمَةٍ فَاقْتُلُوهُ وَاقْتُلُوا الْبَهِيمَةَ } .رَوَاهُ أَحْمَدُ وَالْأَرْبَعَةُ وَرِجَالُهُ مُوَثَّقُونَ إلَّا أَنَّ فِيهِ اخْتِلَافًا )

Dari Ibnu Abbas, bahwasanya Nabi saw bersabda: “Siapa-siapa yang kamu dapati dia mengerjakan perbuatan kaum Luth (homoseksual, laki-laki bersetubuh dengan laki-laki), maka bunuhlah yang berbuat (homo) dan yang dibuati (pasangan berbuat itu); dan barangsiapa kamu dapati dia menyetubuhi binatang maka bunuhlah dia dan bunuhlah binatang itu.” (HR Ahmad dan Empat (imam perawi), dan para periwayatnya orang-orang yang terpercaya, tetapi ada perselisihan di dalamnya).

Dalam Kitab Subulus Salam dijelaskan, dalam hadis itu ada dua masalah. Pertama, mengenai orang yang mengerjakan (homoseks) pekerjaan kaum Luth, tidak diragukan lagi bahwa itu adalah perbuatan dosa besar. Tentang hukumnya ada beberapa pendapat: Pertama, bahwa ia dihukum dengan hukuman zina diqiyaskan (dianalogikan) dengan zina karena sama-sama memasukkan barang haram ke kemaluan yang haram. Ini adalah pendapat Hadawiyah dan jama’ah dari kaum salaf dan khalaf, demikian pula Imam Syafi’i. Yang kedua, Pelaku homo dan yang dihomo itu dibunuh semua baik keduanya itu muhshon (sudah pernah nikah dan bersetubuh) atau ghoiru muhshon (belum pernah nikah) karena hadits tersebut. Itu menurut pendapat pendukung dan qaul qadim As-Syafi’i.

Masalah kedua tentang mendatangi/ menyetubuhi binatang, hadits itu menunjukkan haramnya, dan hukuman atas pelakunya adalah hukum bunuh. Demikianlah pendapat akhir dari dua pendapat Imam As-Syafi’i. Ia mengatakan, kalau hadits itu shahih, aku berpendapat padanya (demikian). Dan diriwayatkan dari Al-Qasim, dan As-Syafi’I berpendapat dalam satu pendapatnya bahwa pelaku yang menyetubuhi binatang itu wajib dihukum dengan hukuman zina diqiyaskan dengan zina.. (Subulus Salam, juz 4, hal 25).

Dari ayat-ayat (Al-Qur’an Surat  An-Naml ayat 54 – 58), hadits-hadits dan pendapat-pendapat itu jelas bahwa homoseks ataupun lesbian adalah dosa besar. Bahkan pelaku dan pasangannya di dalam hadits dijelaskan agar dibunuh. Maka tindakan dosa besar itu wajib dihindari, dan pelaku-pelakunya perlu dijatuhi hukuman.

https://www.nahimunkar.org/kontes-waria-semakin-menggejala-2/#more-4141

(nahimunkar.com)

(Dibaca 869 kali, 1 untuk hari ini)