KIAMAT MAKIN DEKAT Barusan Mahkamah Konstitusi(MK) memutuskan Bahwa ZINA, GAY LESBI (LGBT) diBOLEHKAN di Indonesia dan tidak akan Kena Pidana Hukuman.

Allah Mengazab Kaum Sodom, Kini Manusia Justru Kucurkan Dana demi Meneruskan Kejahatan Kaum Sodom

UNDP Kucurkan Dana U$8 Juta Dukung LGBTI, Pemerintah Indonesia Dapat Bagian.

Silakan simak tulisan-tulisan berikut ini.

***

LGBT dilegalkan, PKI dianggap sesuai dg Pancasila, aliran kepercayaan disamakan dg Agama, ulama dikriminalisasikan, iman dg Allah dan akherat dianggap ramalan, semua dilakukan penguasa atas nama pancasila dan undang undang dasar 45, adakah ksatria, adakah nasionalis sejati, adakah mujahid sejati, kepemimpinan Indonesia hari berganti kepada Para Pencinta Kebenaran Sejati.

Via FB Mu’inudinillah Basri

***

[KECOLONGAN]!!! Ketika WARGANET sibuk isu banjir, legalitas LGBT menang di sidang MK.

Kedudukan hukum LGBT dan penyimpangan sex jelas bertentangan dengan Pancasila. Maka dapat dikatakan mereka adalah para antipancasila yang menafikkan norma 6 agama yang sah di negara ini. Titik!

KIAMAT MAKIN DEKAT Barusan Mahkamah Konstitusi(MK) memutuskan Bahwa ZINA, GAY LESBI (LGBT) diBOLEHKAN di Indonesia dan tidak akan Kena Pidana Hukuman. @maspiyuuu @NetizenTofa @ronavioleta @BoengParno @CondetWarrior @RestyCayah @Muslim_Bersatu1 @ardi_riau @arwidodo @ssirah pic.twitter.com/DzLA9awuiJ

@Pemikir5 @maspiyuuu @NetizenTofa @ronavioleta @BoengParno @CondetWarrior @RestyCayah @Muslim_Bersatu1 @ardi_riau @arwidodo @ssirah Siapa hakim MK pro LGBT? Mereka adalah Sardi Irsa, Suharyono, IDG Pallaguna, Maria Farida dan M. Sitompul pic.twitter.com/mVH7zMv2Kj

@Pemikir5 @maspiyuuu @NetizenTofa @ronavioleta @BoengParno @CondetWarrior @RestyCayah @Muslim_Bersatu1 @ardi_riau @arwidodo @ssirah Kalo yang kena azab hanya mereka² para pemuja selangkangan saya bahagia saja. Azab itu datang mengena juga kepada yang gak tahu apa² sekalipun! Camkan itu!

LGBT dalam Perspektif Hukum di Indonesia Monday, 29 February 2016 | 06:12 WIB m.republika.co.id/berita/jurnali…

LGBT Bertentangan Pancasila dan UUD 45, Pelaku Bisa Dipidana! aktual.com/lgbt-bertentan…

Namun di Pancasila LGBT ini adalah sebuah pertentangan. Sehingga siapapun yang Pro terhadap LGBT dengan berdasar Hak Asasi Manusia HAM yang terhimpun di dalam UU Dasar 1945 adalah tidak tepat karena bertentangan dengan PANCASILA kompasiana.com/tun/lgbt-terli…

Presiden Jokowi: Polisi harus melindungi kaum LGBT dan minoritas lain (Islamnya gimana ini Pak Presiden? Bertentangam dengan Pancasila pula) wah wah kacau. bbc.com/indonesia/indo…

https://chirpstory.com

***

Allah Mengazab Kaum Sodom, Kini Manusia Justru Kucurkan Dana demi Meneruskan Kejahatan Kaum Sodom

Posted on 15 Februari 2016 – by Nahimunkar.com

UNDP Kucurkan Dana U$8 Juta Dukung LGBTI, Pemerintah Indonesia Dapat Bagian.

Mari kita simak peringatan dari Allah Ta’ala.

Allah Ta’ala telah mengazab kaum sodom, kaumnya Nabi Luth ‘AS yang bejat tingkahnya dengan melakukan sodomi alias homosex:

{فَلَمَّا جَاءَ أَمْرُنَا جَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً مِنْ سِجِّيلٍ مَنْضُودٍ (82) مُسَوَّمَةً عِنْدَ رَبِّكَ وَمَا هِيَ مِنَ الظَّالِمِينَ بِبَعِيدٍ} [هود: 82، 83]

Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi. Yang diberi tanda oleh Tuhanmu, dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim. [Hud,82-83]

Dalam kisah diazabnya kaum sodom itu, pemimpin yang telah memperingatkannya, yaitu Nabi Luth ‘alaihissalam dan para pengikutnya yang beriman, mereka diselamatkan oleh Allah Ta’ala dari Azab.

وَلُوطًا إِذۡ قَالَ لِقَوۡمِهِۦٓ أَتَأۡتُونَ ٱلۡفَٰحِشَةَ مَا سَبَقَكُم بِهَا مِنۡ أَحَدٖ مِّنَ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٨٠ إِنَّكُمۡ لَتَأۡتُونَ ٱلرِّجَالَ شَهۡوَةٗ مِّن دُونِ ٱلنِّسَآءِۚ بَلۡ أَنتُمۡ قَوۡمٞ مُّسۡرِفُونَ ٨١ وَمَا كَانَ جَوَابَ قَوۡمِهِۦٓ إِلَّآ أَن قَالُوٓاْ أَخۡرِجُوهُم مِّن قَرۡيَتِكُمۡۖ إِنَّهُمۡ أُنَاسٞ يَتَطَهَّرُونَ ٨٢ فَأَنجَيۡنَٰهُ وَأَهۡلَهُۥٓ إِلَّا ٱمۡرَأَتَهُۥ كَانَتۡ مِنَ ٱلۡغَٰبِرِينَ ٨٣ وَأَمۡطَرۡنَا عَلَيۡهِم مَّطَرٗاۖ فَٱنظُرۡ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلۡمُجۡرِمِينَ ٨٤ [سورة الأعراف,٨٠-٨٤]

80. Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu? 81. Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas, 82. Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan: “Usirlah mereka (Luth dan pengikut-pengikutnya) dari kotamu ini; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri”, 83. Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali isterinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan), 84. Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu [Al A’raf,80-84]

Sebaliknya, bagaimana jadinya kalau pemimpin suatu negeri, bahkan berbagai negeri justru mendukung dan mendanai kerusakan dan kebejatan moral yang terkutuk dan telah diazab itu seperti berita terbaru sekarang ini?

Ancaman Allah Ta’ala pun jelas tegas:

{وَإِذَا أَرَدْنَا أَنْ نُهْلِكَ قَرْيَةً أَمَرْنَا مُتْرَفِيهَا فَفَسَقُوا فِيهَا فَحَقَّ عَلَيْهَا الْقَوْلُ فَدَمَّرْنَاهَا تَدْمِيرًا (16) وَكَمْ أَهْلَكْنَا مِنَ الْقُرُونِ مِنْ بَعْدِ نُوحٍ وَكَفَى بِرَبِّكَ بِذُنُوبِ عِبَادِهِ خَبِيرًا بَصِيرًا } [الإسراء: 16، 17]

Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya, 17. Dan berapa banyaknya kaum sesudah Nuh telah Kami binasakan. Dan cukuplah Tuhanmu Maha Mengetahui lagi Maha Melihat dosa hamba-hamba-Nya [Al Isra”,16-17]

Dahsyatnya ancaman Allah Ta’ala itu sangat penting untuk diperhatikan dan direnungkan. Apalagi di saat adanya berita bahwa  UNDP Kucurkan Dana U$8 Juta Dukung LGBTI, Pemerintah Indonesia Dapat Bagian.

Ingat, ular besar yang sebenarnya biasa nguntal (menelan) mangsa yang lebih besar dari badan ular itu sendiri pun mampus merana ketika menelan sembarang binatang. Misalnya menelan landak, maka ular itu akan sobek dan mampus karena tertusuk duri-duri landak.

Dana untuk mendukung LGBTI bukan sekadar seperti tajam dan bahayanya duri landak. Meskipun demikian, kalau memang maunya lebih nista dibanding ular rakus yang akhirnya mampus merana…, ya semoga saja Allah Ta’ala menyelamatkan Umat Islam (yang elama ini seolah senantiasa jadi sasaran), padahal Umat Islam telah jijik dengan kelakuan menjijikkan itu.

Peringatan tegas ini bukan karena ingin dipanjang lebarkan, atau dilebih-lebihkan, tetapi memang sangat perlu disampaikan, karena manusia masa kini terutama yang sedang memegang kendali kekuasaan di dunia memang kelakuannya menjijikkan (itupun yang jadi sasaran biasanya adalah Umat Islam), seperti berita berikut ini:

***

UNDP Kucurkan Dana U$8 Juta Dukung LGBTI, Pemerintah Indonesia Dapat Bagian

Eramuslim.com – Indonesia salah satu dari negara di Asia yang dapat kucuran dana dari United Nations Development Programme (UNDP) untuk dukung keberadaan komunitas lesbian, gay, biseksual, transgender dan interseks (LGBTI).

Dalam situs badan PBB itu, Jumat (12/2), disebutkan negara lain yang dapat kucuran proyek kemitraan regional tersebut yakni China, Filipina dan Thailand. Jumlah kucurannya: US$8 juta atau sekitar Rp108 miliar.

Proyek yang ternyata sudah dimulai sejak akhir Desember 2014 hingga September 2017 ini disebut bertujuan untuk memajukan kesejahteraan komunitas LGBTI. Dan mengurangi ketimpangan dan marginalisasi atas dasar orientasi seksual dan identitas gender (SOGI).

Dalam rinciannya, dana dari UNDP Salah satunya adalah mendukung kaum LGBTI untuk mengetahui hak-hak mereka dan mendapatkan akses ke pengadilan guna melaporkan pelanggaran-pelanggaran HAM.

Hasil-hasil yang ingin dicapai dari proyek ini, salah satunya adalah meningkatkan kemampuan organisasi LGBTI. Untuk secara efektif memobilisasi, menyokong dan berkontribusi dalam dialog-dialog kebijakan dan aktivitas pemberdayaan komunitas.

Untuk jalankan ini, UNDP bekerjasama dengan masyarakat sipil melalui institusi-institusi nasional dan regional seperti Kedutaan Swedia di Bangkok, Thailand dan USAID. Sasaran lain adalah untuk memajukan hukum dan kebijakan protektif, serta pemberdayaan masyarakat.(ts/aktual)

eramuslim.co, Redaksi – Sabtu, 5 Jumadil Awwal 1437 H / 13 Februari 2016 14:00 WIB

(nahimunkar.org)

(Dibaca 537 kali, 1 untuk hari ini)