Sebanyak 27 orang -sebagian besar warga negara Arab Saudi- harus berhadapan dengan Pengadilan Pidana di Riyadh karena menjadi mata-mata untuk Iran, Makkah daily melaporkan pada hari Minggu (07/2).

Terdakwa ditangkap pada tahun 2013 di Riyadh, Makkah, Madinah dan Provinsi Timur di negara itu.

Departemen keamanan nasional Arab Saudi untuk Biro Investigasi dan Kejaksaan telah menyelesaikan daftar tuduhan terhadap terdakwa. Biro memiliki bukti yang cukup atas keterlibatan para terdakwa. Daftar tuduhan meliputi pengumpulan data pada sejumlah instalasi penting di negara Arab Saudi.

Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi mengumumkan pada tanggal 19 Maret tahun 2013, bahwa mereka telah menangkap 18 orang tersangka mata-mata untuk Iran. Para terdakwa termasuk 16 warga Saudi, 1 warga Lebanon dan 1 warga Iran ditangkap karena terlibat dalam tindakan kejahatan yang serentak di empat wilayah di negara Arab Saudi.

Satu warga Lebanon tersebut kemudian dibebaskan karena kurangnya bukti yang cukup akan dirinya.

Dua bulan kemudian kementerian mengumumkan telah menangkap 10 orang lagi, karena menjadi mata-mata untuk Iran, termasuk 8 warga Saudi, 1 warga Turki dan 1 warga Lebanon, sehingga meningkatkan jumlah terdakwa mata-mata Iran di negara itu menjadi 27 orang.

Kementerian mengatakan bahwa 21 dari mereka telah mengaku dan kementerian telah mendokumentasikan pengakuan legal dari 21 terdakwa tersebut. [Saudi Gazette]

Sumber: middleeastupdate.net/ February 8, 2016

(nahimunkar.com)

(Dibaca 928 kali, 1 untuk hari ini)