JAKARTA PUSAT (voa-islam.com) –Jumat (22/11/13) LAZIS Dewan Da’wah Islamiyyah Indonesia mengadakan seminar internasional bertema “Skenario Kebangkitan Islam Melayu” di Aula Gedung Menara Dakwah Jl Kramat 45 Raya Jakarta Pusat.

Setelah seminar tersebut berakhir, voa-islam.com menempatkan diri untuk menanyakan kepad DR Tiar Anwar, yang telah memaparkan sejarah Kerajaan Islam di Indonesia. Voa-islam.com menanyakan tentang keberadaan Syari’at Islam pada zaman Kerajaan Islam tersebut.

Masjid Agung Demak peninggalan Kerajaan Islam Demak

.

“Jadi Syari’at Islam zaman itu sudah diundang-undangkan. Karena Kerajaan Islam saat itu sudah masuk ke zaman Utsmani. Utsmani mencontohkan bagai mengundang-udangkan syari’at. Oleh karena itu kalau kita melihat undang-undang Melayau atau di Demak isinya adalah Syari’at Islam. Sampai hari ini kita bisa menemukan undang-undang peninggalan zaman Kerajaan Islam di Banten, Cirebon, Mataram, Demak dan Melayu. Kalau kita baca itu isinya Undang-undang Islam.” ujar Ustad Tiar.

Saat ditanya apakah pada saat itu Kerajaan Islam berada di bawah Daulah Utsmani, beliau menjawab hubungan antara Kerajan Islam di Indonesia dengan Daulah Utsmani adalah bersifsat konfederasi. Kerajaan-kerajaan tersebut mengakui khalifah dan tidak di bawah langsung Turki Utsmani. Sebab administrasinya belum sampai ke sana. Singkatnya, dia otonom tetapi mengakui Turki Utsmani. Jadi menurut beliau, saat itu khalifahy menjadi supremasi tertinggi pemerintaha Islam di dunia.[usamah]

 

(nahimunkar.com)

(Dibaca 764 kali, 1 untuk hari ini)