Kereta Cepat Jakarta-Bandung Kurang Dana, Pemerintah Mau Ngutang ke Bank China

  • Rizal Ramli: Kereta Cepat Maroko 350 Km Biaya US$ 2 Miliar, Kereta Cepat Jakarta-Bandung 144 Km Biaya US$ 6 Miliar


 

Pemerintah berencana melakukan pinjaman dana dari China Development Bank (CDB) guna mendukung operasional Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB). Saat ini proses negosiasi tengah dilakukan.

 
 

Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo mengaku belum mengetahui secara pasti berapa jumlah pinjaman yang akan diajukan pemegang saham KCJB. Dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR, Kartika menjelaskan, pinjaman perlu dilakukan untuk mendukung operasional awal KCJB. Sebab, dalam perhitungannya, KCJB akan mengalami cost deficiency atau kekurangan biaya saat awal beroperasi.

Proyek Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) tersebut pun ditarget rampung sebelum 2022. Saat ini proses konstruksi terus dilakukan. “Operasional awal (KCJB), cash flow-nya negatif yang akan terjadi di awal-awal operasi ini. Kita sedang skemakan dengan pembiayaan dari bank, dalam hal ini China Development Bank,” ujar Kartika, Kamis (8/7/2021).

 

Dalam prosesnya, PT KAI (Persero) akan membentuk sinking fund atau saluran dana yang wajib masuk dalam daftar perencanaan keuangan. Sinking fund tersebut harus memperoleh jaminan dari negara. Dengan begitu, pengajuan pinjaman sendiri dijamin manajemen KAI.

 

Tiko, sapaan akrab Kartika juga mencatat, Kereta Cepat Jakarta Bandung kemungkinan mengalami cost overrun karena persoalan keterlambatan pembebasan lahan di Depo Bekasi, Jawa Barat.

 

Nilai pembengkakan konstruksi itu diperkirakan mencapai USD1,4-1,9 miliar atau setara Rp20,39 triliun-Rp27,6 triliun. Terkait hal itu, pemerintah tengah bernegosiasi dengan otoritas China untuk memenuhi biaya cost overrun.

 

Source: Silahkan Klik Link Ini

Diterbikan: oposisicerdas.comJumat, Juli 09, 2021 Ekonomi Bisnis, Trending Topic

Foto: Presiden oko Widodo saat Meninau Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Bekasi Jawa Barat, Kamis 12 Desember 2019/tempo

 

***

Berita kini kurang dana itu lebih perlu diperhatikan lagi, karena 3 tahun lalu sudah dikritik tentang betapa mahalnya proyek kereta Cepat Jakarta-Bandung (yang belum tentu sangat menjadi kebutuhan mendesak bagi rakyat itu).

Simak kembali beritanya ini.

***

Rizal Ramli: Kereta Cepat Maroko 350 Km Biaya US$ 2 Miliar, Kereta Cepat Jakarta-Bandung 144 Km Biaya US$ 6 Miliar


Posted on 18 November 2018

by Nahimunkar.org

Maroko akan meresmikan kereta api berkecepatan tinggi pertama Afrika sepanjang 350 km dari kota Tangier ke ibukota Casablanca.

Kereta baru tersebut diklaim sanggup mencapai kecepatan 357 kilometer/jam. Nantinya, sarana transportasi itu memotong waktu perjalanan antara dua kota tersebut menjadi hanya kurang lebih dua jam saja.

Raja Maroko Mohammed VI dan Presiden Prancis Emmanuel Macron akan meresmikan kereta cepat yang sebagian besar biaya berasal dari pinjaman Prancis.

Total biaya proyek kereta cepat Maroko sepanjang 350 km ini mencapai US$ 2 Miliar.

Proyek kereta cepat Maroko ini menjadi perbincangan warganet di Indonesia.

Hal ini setelah mantan Menko Kemaritiman Dr Rizal Ramli memposting di akun twitternya hari ini soal kereta cepat Maroko dan menyinggung proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

“Hebat: KA Cepat Maroko 350 km biayanya hanya $ 2 milyar. Jadi inget rencana KA cepat Jkt-Bandung, mahal amat ,” ujar Rizal Ramli, Kamis (15/11).

Rizal Ramli menshare berita dari majalah ternama The Economist terkait kereta cepat Maroko tersebut.

Seperti diketahui, proyek kerete cepat Jakarta-Bandung dengan panjang 144 km anggarannya mencapai US$ 6,071 miliar.

INI artinya 3x lipat dibanding kereta cepat Maroko.

PADAHAL jaraknya (144 km) kurang dari setengah jarak kereta Maroko (150 km).

SONTOLOYO atau GENDEROWO?

Sumber : al-viraal.com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 96 kali, 1 untuk hari ini)