Semakin tersesat dan menyesatkan Arrazy Hasyim, Menurutnya apapun yang disembah hakikatnya menyembah Allah. (lihat video menit ke 19 sekian detik dalam memaknakan لااله الا الله).

Nyembah patung, nyembah pohon dan nyembah berhala lainnya hakikatnya nyembah Allah?

Jadi untuk apa para Nabi dulu mendakwahkan Tauhid dan menghancurkan berhala² jika hakikatnya adalah menyembah Allah? Tidak pahamkah Arrazy ini dgn  makna laa ilaaha illallaah?

Apa dia tidak tahu sejarah tentang Amru bin Luhay yang membawa “Hubal” berhala pertama  ke Makkah yang ditempatkan di sana hingga tibanya hari kemenangan Islam. Kala kemenangan itu tiba, Hubal beserta 320 berhala lainnya dihancurkan dan dijauhkan dari Ka’bah. Dengan demikian, Baitullah Al-Haram menjadi suci bersih tanpa berhala. Demikian pula Mekkah dan Tanah Haram kembali menjadi suci dari berhala. Segala puji hanya bagi Allah Rabb semesta alam.

Bukankah akhirnya Amr di usir? Dan dikatakan dalam hadits shahih Amru masuk neraka dgn menarik ususnya?*)

Begitu pedihnya sikasa bagi orang yg membawa berhala, dan sekarang ada seseustadz seperti si Arrazy mengatakan apapun yg disembah hakikatnya menyembah Allah? Subhanallah… Semoga Allah beri hidayah kpd kita semua.

video lengkap ada di youtube :

https://youtu.be/uD2bljBeWdM

Menit 19 dst.

Link inti pembahasan dersik

By dakwahpost.com at 4/25/2022

https://www.dakwahpost.com/2022/04/kesesatan-arrazy-hasyim-apapun-yang-disembah-hakikatnya-menyembah-allah.html

***

*) Di dalam tafsir al-Qur’anul Azhim tulisan Imam Ibnu Katsir disebutkan, “Orang yang pertama kali memerintahkan orang-orang agar menyalahi syari’at Allah Ta’ala adalah ‘Amru bin Luhay Qam’ah.”

Ia adalah sosok yang mula-mula memasukkan berhala-berhala ke dalam Ka’bah. Tidak berhenti, ia juga, “Mengajak orang-orang Quraisy untuk menyembah berhala-berhala tersebut,” demikian tulis Ibnu Katsir, “dan ajakannya mendapat respon dari orang-orang kafir lainnya.”

Karena perbuatannya itulah, Rasulullah Saw bersabda,

رَأَيْتُ عَمْرَو بْنَ لُحَيِّ بْنِ قَمْعَةَ بْنِ خِنْدِفَ أَبَا بَنِي كَعْبٍ هَؤُلَاءِ يَجُرُّ قُصْبَهُ فِي النَّارِ, لأنه أوَّلُ منْ سَيَّبَ السواَئِب

Sabda Nabi, “Aku melihat ‘Amru bin Luhay bin Qam’ah menarik ususnya di dalam neraka,” sebabnya karena, “dialah yang pertama kali membuat Saaibah.”

Hadits yang mulia ini diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Imam Muslim dalam kitab Shahihnya. Semoga Allah Ta’ala melindungi kita dari siksa kubur dan dahsyatnya azab neraka Jahannam. [Pirman]

https://kisahikmah.com/naudzubillah-inilah-orang-yang-menarik-ususnya-sendiri-di-neraka/

***

Sejarah penghancuran Kemusyrikan 20 Ramadhan 8 Hijriyah.

Di negeri (Indonesia) ini, kemusyrikan yang diusung bahkan didukung oleh golongan tertentu yang mengaku Islam itu sampai menjelang Ramadhan 1443H/ 2022 justru tampaknya semakin dibesarkan.

Bila kemusyrikan di Arab dapat ditumbangkan pada bulan Ramadhan 8 Hijriyah, apakah kemusyrikan di negeri yang merupakan negeri terbesar jumlah Islamnya di dunia ini tidak ada upaya untuk mengikis habis kemusyrikan, terutama di Bulan Ramadhan? Toh Wakil Presidennya adalah seorang ulama, KH Ma’ruf Amin, yang tentu saja faham betul bahwa kemusyrikan itu disamping dosa paling besar, masih pula dalam sejarah telah banyak dihancurkannya negeri2 yang penduduknya orang2 musyrik, adalah karena kemusyrikan mereka. Karena Allah Ta’ala murka ketika disekutukan dengan apapun.

‘Amr bin Luhay Al-Khuzai عمرو بن لحي perintis kemusyrikan di Arab

Buku Hartono Ahmad Jaiz, Nabi-nabi Palsu dan Para Penyesat Ummat, Pustaka Al-Kautsar, Jakarta. Foto/bklpk

Dalam sejarah kelam kemusyrikan zaman jahiliyah di Arab, ternyata ada pentolan yang mengusung kemusyrikan, hingga Ka’bah Baitullah (Rumah Allah) di Makkah dikitari 360 patung berhala. Pengusung awalnya adalah ‘Amr bin Luhay Al-Khuzai عمرو بن لحي penguasa kunci Ka’bah. (Sejarahnya dapat dilihat di antaranya di buku Hartono Ahmad Jaiz, Nabi-nabi Palsu dan Para Penyesat Ummat, Pustaka Al-Kautsar, Jakarta. https://www.nahimunkar.org/nabi-nabi-palsu-dan-para-penyesat-umat/ ).

Pada hari kedua puluh Ramadhan tahun 8 Hijriyah, Fathu Makkah (Penaklukan Kota Makkah Al-Mukarramah) terjadi, hingga 360 berhala di sekitar Ka’bah itu barulah dijungkir-jungkirkan dengan disodoki pakai busur oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, atas pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Alhamdulillah.

 

Kemusyrikan di tanah suci Makkah itu telah dihapus dengan diutusnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana kemusyrikan di zaman2 sebelumnya pun dihapus oleh para utusan Allah Ta’ala, agar manusia dan jin hanya menyembah Allah saja tanpa menyekutukanNya (tanpa disertai kemusyrikan), namun hingga kini kemusyrikan masih ada, dan bahkan masih merajalela. Walaupun di negeri yang jumlah ummat Islamnya terbesar di dunia sekalipun; ternyata kemusyrikan dengan aneka macamnya masih merajalela. Itu semua karena memang ada pentolan-pentolan yang sengaja mengusungnya, sebagaimana sejarah kelam jahiliyah tersebut ada pula pentolan pengusung kemusyrikannya.

https://www.nahimunkar.org/viral-nametag-petugas-pawang-hujan-saat-kunjungan-jokowi-ke-riau/

(nahimunkar.org)