Kesesatan Para Pengusung Islam Nusantara (Ma’ruf Amin, Menag, Yudian Wahyudi, Mahfud MD, SAS dll)

 

Oleh KH. M. Najih Maimoen ZD

 

بسم
الله
الرحمن
الرحيم

 


 

Kesesatan Islam Nusantara dan praktek pluralisme agama yang sangat berbahaya:

 

Muwafiq (tokoh NU kelahiran Lamongan 1974, tinggal di Sleman Jogja)

1. Menghina Rasulullah dengan menyebut masa kecil Rasulullah rembes, umbelan dan tak terurus.

 

2. Lancang mengatakan andai pada masa kecil Nabi terdapat buah jambu maka Nabi akan ikut mencurinya sebagaimana masakecil anak-anak di daerah Muwafiq

 

3. Menyebut bahwa ‘ mengadu kepada Allah dengat sangat cerewet sehingga kemudian terjadilah peristiwa Isra Mi’raj.

 

4. Selain itu Muwafiq membuat kebohongan besar dengan menyebut Waroqoh bin Naufal (bukan Nufail seperti yang diucapkan Muwafiq) sebagai seorang dukun yang kaget begitu mengetahui Nabi Muhammad adalah seorang rasul. Tuduhan semacam ini jelas akan memberi pemahaman pada masyarakat awam bahwa Nabi Muhammad pernah mendatangi dukun dan bertanya pada dukun.

 

5. Ucapan keji dari Muwafiq yang lain adalah mengatakan Nabi Sulaiman alaihi assalam berbicara pada angin kentut yang kemudian membuat semua hadirin tertawa terbahak-bahak. Dalam ceramahnya yang lain Muwafiq menjelaskan bahwa dalam madzab Maliki kentut tidaklah membatalkan wudhu.

 

6. Muwafiq akhzahullahu wa ahaanahu juga telah lancang berani melecehkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Sayyidah Aisyah dengan mengatakan pernikahan Sayyidah Aisyah dengan Rasulullah tidak bisa dinalardan tidak logis karena Nabi yang sudah berusia 50 tahun menikahi gadis usia 9 tahun.

 

7. Dalam video yang sama Muwafiq juga melecehkan sayyidina Umar dengan mengatakan sayyidina Umar berwajah sangat menyeramkan, menakutkan dan sadis, bahkan setan saja takut melihat sayyidina Umar.

 

8. Selain merendahkan Rasulullah ShallaLlahu ‘alaihi wa Sallama dan para Shahabat, Muwafiq dalam beberapa ceramahnya juga merendahkan malaikat Jibril dengan menuduh mengatakan malaikat Jibril mirip dengan dedemit (hantu) atau bangsa jin.

 

*SAS* Said Aqil Siradj

 

1. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Prof. DR. KH. Said Aqil Siradj, M.A. mengucapkan selamat Natal dan Tahun Baru2020.( https://www.tribunnews.com/nasional/2019/12/23/ketua-umum-pbnu-said-aqil-ucap-selamat-natal-kita-pertahankan-indonesia-yang-moderat-dan-plural.) 

 

Sebelumnya belum pernah PBNU memberi ucapan selamat natal. Setelah munculnya PBNU mengucapkan selamat natal lantas marak pula warga NU ikut merayakan natalan. Sebelumnya sudah ada fenomena Banser jaga gereja dan sholat di dalamnya.

 

2. Mempromosikan film bermuatan Sepilis (sekuler, pluralisme, liberal) dengan judul The Santri.

 

3. SAS yang jadi Penasehat Angkatan Muda Kristen Republik Indonesia ini juga memasukkan aliran Syi’ah di NU, pernah menghina Nabi dan para Shahabatnya, dia berkata: “Nabi Muhammad tidak berhasil mempersatukan orang Arab, dengan bukti, sepeninggal beliau orang Arab murtad, kecuali Quraisy (Anshor), itupun tidak keluarnya dari Islam bukan karena agama tetapi karena fanatik kesukuan“, dia juga bilang “Abu Bakar tak punya integritas, Umar hanyalah putra mahkota yang berarti terpilihnya tidak lewat permusyawaratan, tapi ditunjuk langsung oleh Abu Bakar RA. lebih tragis lagi, dia menghujat sayyidina Utsman RA. Beliau dipikun-pikunkan oleh Sa’id Aqil dan suka menghambur-hamburkan uang pada kerabatnya” (Makalah Said yang disampaikan pada tanggal 19 Oktober 1996 di Kantor PBNU Jakarta).

 

4. khutbah di gereja, dia bilang: “Tauhid Islam dan Kristen sama saja“. (Majalah Bidik, Januari 2003). lancang dan berani mengkafirkan Imam Ghozaly dalam disertasinya untuk meraih gelar doktor di Universitas Ummul Quro mengatakan ajaran syiah tidak sesat dan termasuk Islam seperti halnya Sunni. (Tempo, Jumat 27 Januari 2012).

 

5. Ketika seluruh ulama dan habaib menolak kehadiran dan konser Lady Gaga, justru Aqil Siradj merestuinya dengan mengatakan seribu Lady Gaga pun tidak akan merusak aqidah warga NU, padahal penolakan konser Lady Gaga itu dalam rangka menegakkan amar ma’ruf nahi munkar.

 

6. Pernah mengatakan di media televisi yang sama bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat berambisi untuk menyebarkan Islam sehingga beliau ditegur oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala . Said Aqil Siradj juga mengatakan tidak ada perang suci, semua perang kotor. Dengan pernyataan ini jelas dia telah menghina Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahkan menghina Allah Subhanahu Wa Ta’ala , karena banyak peperangan yang dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat seperti perang Badar, Uhud, Khandaq dan sebagainya itu atas dasar perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan dia (SAS) juga telah menghina para pahlawan nasional yang gugur di dalam peperangan mengusir penjajahan seakan-akan mereka adalah orang yang kotor, sementara Allah Subhanahu Wa Ta’ala sangat mencintai dan memuji para syuhada.

 

7. Ketika para Ulama dan Habaib melarang keras umat Islam untuk memilih pemimpin orang kafir sesuai dengan Surat An Nisa ayat 144, Al-Maidah ayat 51 dan Ali-Imran ayat 28. Jutru Aqil Siradj membolehkannya. Bahkan memerintahkan kepada para Nahdliyin untuk memilih gubernur yang berbuat baik kepada NU seperti gubernur Kalbar Cornelis yang beragama Katholik dan wakilnya keturunan Cina yang beragama Kristen. (Kompas.com, Senin 13 Agustus 2012, Pukul 21.02 WIB.)

 

8. Dalam pembukaan Muktamar Jam’iyah Ahli Thariqah An-Nahdliyah di Ponpes al-Munawwariyah Malang SAS pernah berkata Islam Nusantara berakar dari ajaran tauhid Hindu-Budha, menurutnya dahulu orang jawa sudah mengenal tauhid, hanya saja belum bernama islam. Ajaran tauhid saat itu bernama Kapitayan. (www.NUgarislurus.Com)

 

9. Mengatakan Syiah tidak sesat dan menggoblok-goblokan warga Nahdliyin yang tidak mau menghidupkan syiar Syiah. (Tempo.co 27 Januari 2012 ).

 

10. Dalam bukunya “Ahlussunnah Wal Jamaah Dalam Lintas Sejarah” ia (SAS) mengatakan bahwa lahirnya Islam sarat dengan muatan politis. Omongan semacam ini merupakan Omongan khas orientalis dan Syi’ah yang sangat keji dan termasuk penghinaan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

 

11. Mengusung gagasan kesetaraan gender dan kepemimpinan wanita dalam Muktamar NU di Lirboyo.

 

12.  SAS Pernah mengatakan bahwa kalau tidak ada tentara China menyerang kerajaan Daha maka tidak akan berdiri kerajaan Majapahit. Kalau Majapahit tidak ada maka tidak ada kerajaan Nusantara sekaligus tidak ada NKRI. Walhasil dia lebih mengunggulkan bangsa China daripada bangsa Arab, bahkan mengunggulkan budaya nusantara daripada budaya Arab (secara mutlak baik era Jahiliyah atau era islam) seolah dia menafikan jasa Walisongo dan para habaib yang berdakwah Islam sunni sekaligus berjihad melawan penjajah, dan menganggap China bukan penjajah ekonomi bangsa kita bahkan ingin juga menjajah politik seperti ungkapan Ahok (sang penista agama) ingin menjadi presiden. Dan dalam sejarah tercatat bangsa china di indonesia sering membantu penjajah belanda untuk menzalimi bangsa kita.

 

*Masdar Farid Mas’udy*

 

1. Masdar Farid Mas’udy mengatakan: “Kewajiban pajak bisa meng-gantikan zakat” dia juga mengusung ide Liberalnya “Manasik haji mulai wukuf di Arafah sampai Mabit dan melempar jumroh di Mina, bisa dilakukan kapan saja selain tanggal 9, 10, 11, 12, 13 Dzulhijjah, bisa dilakukan di bulan Syawwal dan Dzul Qo’dah”. Dia juga tidak malu-malu membela perzinaan. “Kalau toh lelaki nekat berzina dengan pelacur, maka hendaknya pakai kondom”. (Kompas, 14 Maret 2003). Kebanyakan para liberalis sama pemikirannya dengan Masdar Farid.

 

*Ulil Abshor Abdalla*

 

1. Mantan Koordinator JIL yang juga penyambung lidah Yahudi-Amerika yang kafir itu berkata: “Semua agama sama. Semuanya menuju jalan kebenaran. Jadi, Islam bukan yang paling benar”, “Tidak ada yang disebut hukum Tuhan, misalnya hukum tentang jual beli, pernikahan, pemerintahan dll.”, “Al-Qur’an bukan kalamullah, tapi produk budaya Arab. Nabi Muhammad banyak salahnya,” memperbolehkan kawin beda agama, “orang Liberal tidak memperboleh-kan poligami, tapi juga memperbolehkannya dengan disertai diperbolehkanya poliandri. “melegalkan pelacuran, nikah sejenis, nikah waria, profesi apa saja asal bisa menjadi pemasukan negara” (Kompas, Senin 18 November 2003).

 

2. Menurut Ulil, “Haramnya minuman keras (Khamar) itu bersifat sekunder dan kontekstual, karena itu, Vodka (minuman beralkhohol lebih dari 16 %) boleh jadi di Rusia dihalalkan karena disana udaranya dingin sekali”(Gatra, 21 Desember 2002) berarti berzina dipuncak yang udaranya dingin diperbolehkan, meman-dang bersifat sekunder dan konstektual.

 

3. Inilah pendapat paling nekat dari Ulil Abshar Abdalla (Koordinator Jaringan Islam Liberal) : “Semua agama sama. Semuanya menuju jalan kebenaran. Jadi, Islam bukan yang paling benar.” (Ulil Abshar-Abdalla, GATRA 21 Desember 2002).

 

4. Ulil Abshar Abdalla tidak mengakui adanya hukum Tuhan, hingga syari’at mu’amalah (pergaulan antar manusia) dia kampanyekan agar tidak usah diikuti, seperti syari’at jilbab, qishosh, hudud, potong tangan bagi pencuri dan sebagainya itu tidak usah diikuti. ” (Kompas, 18 November 2002)

 

5. Ulil mengatakan ciri Islam Nusantara adalah Islam datang di indonesia tidak melalui jalan perang dan perang dalam Islam hanyalah perang defensif (bertahan dan membela diri saja) tidak ada perang yang ofensif (menyerang musuh). Perang pada masa Rasulullah SAW tidak hanya atas dasar agama tapi juga perluasan wilayah kekuasaan. Padahal fakta sejarah mengatakan Rasulullah SAW bersama pasukan Islam seringkali menyerang terlebih dahulu sebelum musuh menyerang. Perang dan perluasan wilayah kekuasaan yang dilakukan Rasulullah bukann didasari hawa nafsu atau keinginan berkuasa namun hal tersebut merupakan bagian dari dakwah Islam agar mereka tunduk dan bersedia masuk Islam. Dan kami sudah menyebut kesesatan pemikiran-pemikiran JIL dalam buku kami “Membuka Kedok Tokoh-tokoh Liberal dalam Tubuh NU”.

 

*SUKMAWATI*

 

1. Menghina syariat Islam , mengatakan konde dan kidung jawa lebih baik daripada cadar dan suara adzan.

 

2. Menghina Rasulullah dengan mengatakan bahwa Soekarno yang seorang mandor romusha lebih berjasa daripada Rasulullah SAW.

 

*Yahya Staquf*

 

1. Islam arab datang sebagai penjajah, Islam nusantara adalah Islam sejati bukan Islam abal-abal model timur tengah.

 

2. Pernah diundang ke Israel dan mengatakan dukungan terhadap israel atau Yahudi sebagaimana ajaran Gus Dur terdahulu.

 

3. Menyindir dan menghina kunjungan Habib Umar bin Hafidh, serta menyarankan agar tidak usah kesini lagi dan fokus mengurusi negerinya yang sedang porak-poranda.

 

*Sinta Nuriyah*

 

1. memakai jilbab tidak wajib bagi muslimah.

 

2. kitab uqudul lujain karya Imam Nawawi banten diangggap tidak relevan lagi sebagai bahan rujukan dalam kehidupan berumah tangga. Dia melarang pembacaan kitab tersebut di sela-sela Muktamar NU di Lirboyo.

 

*Yudian Wahyudi*

 

1. Pelarangan cadar bagi mahasiswa.

 

2. Meluluskan disertasi yang menghalalkan hubungan seks pranikah.

 

3. Mengatakan Kitab suci berkedudukan dibawah konstitusi.

 

4. Ketua BPIP ini ingin mengganti Assalamualaikum dengan salam Pancasila, hal ini mengingatkan kita kepada statemen Gus Dur yang mengganti Assalamualaikum dengan ucapan selamat pagi yang justru akhirnya sekarang diganti dengan ucapan  yang lebih parah dan lebih mendekati tasyabbuh bil kuffar yakni “salam sejahtera bagi kita semua” yang merupakan salamnya orang kristen dan termasuk syiar kuffar.

 

5. Mengatakan musuh terbesar pancasila adalah Agama. Inilah bukti bahwa ternyata yang merusak tafsir Pancasila itu adalah BPIP sendiri. 

 

Terbukti dari pernyataan ketuanya. Kalau ternyata dibiarkan oleh Presiden, bisa timbul dugaan bahwa Presiden punya cara berpikir yang sama dengan ketua BPIP atau bahkan yang menyuruhnya.Yudian berstatemen demikian sebagai opini politik komunis untuk mengukur kekuatan umat Islam , apa reaksinya, dan itu semua disetting dan atau disuruh oleh Jokowi. Pancasila semakin kabur dan mengalami krisis kewibawaan.  

 

Pancasila kian jauh dari nilai historisnya sebagai gentleman dan agreement. Pancasila hanya ada dalam pidato dan jargon, tapi kosong  dalam tataran realitas kehidupan berbangsa dan bernegara. 

 

Pancasila hanya dipakai untuk gagah-gagahan saja, sekaligus dijadikan sebagai alat untuk memojokkan pihak lain yang dianggap berseberangan.

 

Seolah-olah Pancasila sedang meluncur pada sebuah kondisi – yang dikalangan santri dikenal dg istilah “wujuduhu ka ‘adamihi” (adanya seperti tidak adanya). Yang ada hanyalah lil kursi wal ambisi. 

 

*Menteri Agama*

 

1. Menggagas adanya Sertifikasi dai dan mubaligh.

 

2. Menghapus materi jihad dalam materi pelajaran sekolah kurikulum 2020. Tentu langkah ini sama saja dengan mematikan salah satu syariat Islam dan tidak mengakui ayat alquran yang didalamnya terdapat banyak sekali ayat yang menerangkan jihad. Di sisi lain langkah ini juga sama saja dengan mengghilangkan fakta sejarah tentang kejayaan Islam baik di masa Rasulullah, masa setelahnya ataupun sejarah kejayaan Islam di indonesia yang diperoleh lewat jihad fi sabilillah.

 

3. Menteri agama sebelumnya merespon baik aliran Syiah, LGBT, Ahmadiyah dll.

 

*Nusron Wahid Dan Muhammad Amin*

 

1. Nusron mengatakan bahwa kedudukan ayat konstitusi lebih tinggi dari ayat suci.

 

2. Teman Nusron, Muhammad Amin laknatullah alaih telah lancang menghina Rasulullah SAW dan sayyidah Mariyah al-Qibthiyah dengan kata-kata sangat keji dan kotor sehinga kami enggan menulisnya secara detail.

 

*Ma’ruf Amin*

 

1. Membuat wacana sertifikasi khatib.

 

2. Menghalalkan iuran BPJS, padahal saat menjadi ketua MUI turut memutuskan bahwa iuran BPJS hukumnya haram.

 

3. Sangat getol dalam mempromosikan dan membela Islam Nusantara.

 

4. Saat menjadi Ketua MUI pernah mengucapkan selamat natal.

 

5. Memaafkan Sukmawati dan berjabat tangan setelah kasus melecehkan Jilbab dan Azan 

 

*Mahfud MD*

 

1. Waktu menjabat sebagai ketua MK memutuskan bahwa anak hasil zina bernasab kepada ayah biologis dan mendapat bagian darinya.

 

2. Umat Islam haram meniru sistem pemerintahan Rasululllah SAW. Kedua statemen ini sama bahayanya dan telah mencampakkan nash-nash Alquran tentang wajibnya kita mengikuti Rasulullah SAW semampunya dalam segala hal serta menganggap remeh tentang hina-dinanya perbuatan zina.

 

*Buya Syakur*

 

1. mengatakan umat Islam selama 1400 tahun telah salah menafsirkan ayat hukuman pencuri (potong tangan).

 

2. kewujudan tuhan tidak bisa ditemu oleh akal.

 

3. Dan lain-lainnya yang masih banyak.

 

*Fenomena*

 

1. Acara ruwatan desa, larung sesajen mulai ramai pada zaman Gus Dur dengan dibungkus istilah sedekah laut atau sedekah bumi. Padahal isinya adalah kemaksiatan-kemaksiatan yang dipertontonkan sebagai wujud persembahan dan untuk menyenangkan para danyang desa  tersebut.

 

2. Banyak Gereja dibangun di tempat pemukiman umat Islam , Menjaga gereja saat natalan yang dilakukan oleh Banser. Bahkan kadang mereka salat di dalam gereja tempat syirik trinitas juga marak sejak zaman Gus Dur.

 

3. Gus Dur melegalkan agama Konghucu, akhirnya banyak warga NU ikut merayakan Imlek dan ikut berebut Angpao, Amplop ataupun beras yang dibagikan oleh pihak klenteng.

 

4. Pemerintahan era Gus Dur memulai mewajibkan PNS untuk merayakan natalan (dan tahun baru) di instansi masing-masing.

 

5. Munculnya fenomena haji memakai blangkon yang dilakukan oleh KBIH Arafah Jepara pimpinan KH. Nuruddin Amin. (NUonline, 30 Agustus 2015).

 

6. Pembacaan Alquran memakai langgam jawa dalam peringatan isra’ mi’raj di istana negara 15 Mei 2015 Pada Era menteri agama Lukman Hakim yang pernah mencicipi masakan babi di Papua.

 

7. Ucapan selamat natal berupa karangan bunga dari pondok pesantren Al-Qodir sleman atas peresmian gereja Katholik Santo Fransiskus Xaverius. Santri pondok tersebut bermain hadrah di dalam gereja baru tersebut. (VOAislam.Com 10 juli 2015)

 

8. Menyanyikan syair Yalal wathon saat melakukan sa’i, tindakan ini dilakukan oleh rombongan umroh GP Anshor. Turut hadir juga ketua GP Anshor Yaqut Cholil. (Wartakota.TribunNews.Com 28 Februari 2018).

 

9. Perayaan ultah Gus mus diadakan di klenteng Sam Poo Kong Semarang Jawa Tengah. (Jateng.indtimes.Com 15 Agustus 2019).

 

10.  Memunculkan fatwa Habib Ali Al-Jufri Tentang kebolehan mengucapkan selamat natal dan tahun baru. Padahal fatwa habib Ali tersebut terdapat catatan tidak boleh mendatangi gereja untuk meramaikan natal apalagi memberi atau menerima tumpeng, kue, makanan atau hadiah berupa apapun. Fatwa ini sudah ditolak oleh para ulama madzahib dan ulama kontemporer yang tidak akrab dengan kaum salib.

 

11.  Perayaan maulid di Vihara Dhamma Mitra Arama Jalan Soekarno-Hatta, Malang, Jawa Timur, Sabtu, 16 November 2019. (VIVAnews, 17 November 2019).

 

12.  Perayaan natal oleh Muslimat NU Kediri di Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Kediri. (Duta.co, 27 Desember 2019).

 

13.  Haul ke-9 Gus Dur yang diselenggarakan di Gereja katholik Paroki St. Antonius Padua Kendal Jawa tengah yang dimeriahkan oleh PC IPNU-IPPNU. Acara bertajuk “Jagongan Lintas Iman” ini dihadiri oleh Inayah Wahid Putri Gus Dur. (NU kendal Online, 5 maret 2019).

 

14.  Pembacaan doa dan Tahlilan dalam rangka 40 hari meninggalnya seorang kristen katholik di Magetan Jawa Timur. Acara ini dilaksanakan di rumah si kristen yang di dalamnya terdapat salib. (www.fotodakwah.com)

 

15.  Haul Gus Dur yang diselenggarakan di Gereja Katholik Maria Bunda Karmel Probolinggo. Acara ini dihadiri oleh Anita Wahid dan para pendeta katholik dan protestan. (Suaraindonesia.co.id 19 Januari 2020). Pada haul-haul sebelumnya meskipun tidak diadakan di gereja, peringatan haul gus dur selalu turut mengundang para pemuka agama lain seperti para pastur, pendeta, biksu atau pemuka agama lain.

 

16.  Perayaan Misa Natal di Gereja Mater Dei Semarang yang dimeriahkan oleh alunan rebana dari santri Ponpes Raudhatul As-Shalihin Demak asuhan KH. Abdul Qodir. (Detiknews, 25 Desember 2019)

 

17.  Azan dikumandangkan di altar Gereja GPM Imanuel Amahusu Ambon 2 Desember 2019. Sebelumnya pada tahun 2016 silam hal serupa juga terjadi di Gereja Kristen Jawa Papadhange Jagat Wonosobo.

 

18.  Munas Lombok tahun 2017 yang menghasilkan keputusan diperbolehkan memilih pemimpin kafir. 

 

19.  Munas di Banjar Jawa Barat tahun 2019 yang menghasilkan keputusan penghilangan kata kafir dalam ranah publik. Sebutan kafir harus diganti dengan muwathin atau non muslim. (nu.or.id 28 Februari 2019). Keputusan Munas NU di Lombok dan Jabar yang dimotori oleh Abdul Muqsith Ghazali dan Abdul Ghofur MZ Cs sudah kami sanggah dengan panjang lebar di www.RibathDarushohihain.com.

 

20.  Menggencarkan dan mewajibkan program PKPNU (Pendidikan Kader Penggerak NU) bagi semua pengurus NU disemua tingkatan wilayah. Program PKPNU ini di dalamnya  setiap diklatnya sarat akan doktrin-doktrin sesat Islam Nusantara. 

 

Belakangan program ini digencarkan lagi oleh KH. Marzuki Mustamar.

Maka dengan seluruh data-data di atas, kami secara pribadi menolak dengan tegas gerakan Islam ala Said Aqil Cs yaitu gerakan yang dinamakan Islam Nusantara, sekaligus merasa sangat sangat keberatan atas dilangsungkannya Munas dan Konbes NU di lingkungan Pesantren Sarang, khususnya pondok pesantren Al anwar I Sarang pada bulan Suci Rajab 1441 H. mendatang. Rasa sangat keberatan kami ini dikarenakan Munas atau Muktamar NU yang terdahulu kerap menjadi proyek besar Para penguasa rezim Korup, zionis, salibis bahkan Chinais dan komunis laknatullahi alaihim. 

 

Kita lihat saja pada agenda pembahasan Munas kali ini tidak ada sama sekali pembahasan mengenai korupsi besar-besaran yang dilakukan oleh rezim ini mulai dari Jiwasraya, ASABRI, Pertamina, Pelindo, BPJS, KPU, Inalum, dan lain-lain yang jumlahnya berlipat-lipat ganda dari kasus BLBI dan Century. Dan kemungkinan statement-statement yang menyerang syariat Islam dan Nabi nya akhir-akhir ini adalah pengalihan perhatian dari kasus-kasus korupsi tersebut supaya tidak ada pansus Jiwasraya, Dana haji dan lain-lain. 

 

Di samping mencoba mengukur seberapa besar kadar ghiroh atau iman umat Islam Indonesia pasca pemilu yang menelan korban jiwa kurang lebih 700 anggota KPPS yang mati secara misterius dan ganjil tanpa ada proses hukumnya. Dan juga setelah banyaknya kasus penodaan agama Islam yang dilakukan oleh Ade Armando, Abu Janda, Sukmawati, dll yang sudah dilaporkan ke polisi namun tidak ada tindak lanjut penanganan hukumnya sampai sekarang.

 

Kami menyatakan tidak bertanggung jawab dunia akhirat atas hasil keputusan Munas mendatang yang terdapat kesesatan liberal atau Islam Nusantara di dalamnya.

 

Terakhir, Mari kita semua meningkatkan kualitas iman dan ketakwaan kita lebih-lebih di bulan Rajab, Sya’ban dan Ramadhan yang dimuliakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Mari kita jauhkan diri kita, keluarga dan anak cucu kita dari orang-orang yang memiliki pemikiran sesat seperti diatas, jangan sampai simpatik, apalagi bersahabat dengan mereka serta janganlah mengikuti acara ataupun ritual yang bermuatan maksiat secara vulgar apalagi syirik dan kufur. Isilah masjid-masjid dengan salat jamaah, zikir, istighfar dan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Ramaikan rumah masing-masing dengan salat-salat sunnah rawatib, tahajud, dhuha, membaca Alquran dan menafkahi keluarga dari rizki hasil kerja yang halal. Wassalam.

 

_Sarang-Rembang, Jawa Tengah, Jumat 27 Jumad al Akhirah 1441 H_

 

*(KH. M. Najih Maimoen ZD)*

https://x.facebook.com/NahdliyinGARISLURUS/photos/a.120926872724234/141101970706724/?type=3

 

Ilustrsi foto/ portalislam

 

================

✍🏻 *Catatan:*

Waspada Kaum JIL (Jaringan Liberal) telah berubah nama jadi JIN (Jaringan Islam Nusantara) padahal sama saja, untuk itu Kami sarankan Baca Buku ini sampai tuntas dengan Judul Buku: *Membuka Kedok Tokoh-Tokoh Liberal Dalam Tubuh NU*, yang infonya telah dimuat Yakni: https://www.nahimunkar.org/membuka-kedok-tokoh-tokoh-liberal-dalam-tubuh-nu/

 

*Info By:*

 

*Al-Ustadz Abu Fayadh Muhammad Faisal Al Jawy al-Bantani, S.Pd, M.Pd, I*  حفظه
اللّٰه
تعالى

(Mantan Santri NU Ponpes Al Masthuriyyah, Tipar Cisaat Sukabumi Jawa Barat, Aktivis Anti Pemurtadan dan Aliran Sesat, Aktivis Pendidikan dan Kemanusiaan, Praktisi PAUDNI/Pendidikan Anak Usia Dini Non Formal dan Informal, Domisili di Bekasi Jawa Barat)

 

***

Pengusung “Islam Nusantara” bagai Abrahah yang Ingin Hancurkan Ka’bah

Posted on 26 Agustus 2018

by Nahimunkarcom

 

Posted on 28 Agustus 2015 – by Nahimunkar.com

Tak ubahnya mereka itu seperti Abrahah yang berambisi menghancurkan Ka’bah, akibatnya harus berhadapan dengan Alloh Ta’ala.

Anehnya, Pada tanggal 19 agustus 2015 Kementerian Agama melalui  Direktorat Jenderal Pendidikan Islam dalam surat edaran mereka bernomor : Dj.I/Dt.I.IV/1/PP.00.9/3012 /2015, menjanjikan program bantuan Rp 50.000.000 bagi setiap penulis yang mundukung Islam Nusantara.

 

https://www.nahimunkar.org/pengusung-islam-nusantara-bagai-abrahah-yang-ingin-hancurkan-kabah-2/

(nahimunkar.org)

(Dibaca 2.344 kali, 1 untuk hari ini)