Sejenak para tamu terdiam tak merespons saat tubuh sang penari kejang-kejang.


Nasib nahas dialami oleh seorang seniman tari yang sedang mengisi acara di salah satu acara pernikahan adat Jawa di suatu tempat. Penari yang tak diketahui identitasnya tersebut pingsan setelah tersetrum mikrofon yang dipegangnya hingga membuat orang yang menghadiri acara tersebut geger.

Kejadiaan tersebut dibagikan oleh seorang pengguna Facebook bernama An Nidaaudio yang kemudian viral di berbagai media sosial.

“Awas jangan abaikan grounding. Biar ndak kejadian kayak gini. Video ini buat temen” suondman untuk lebih berhati-hati,” tulis An Nida melengkapi unggahan video detik-detik pingsannya sang penari pingsan seperti dikutip brilio.net, Selasa (12/9).

Dari video yang beredar tersebut, sejenak para tamu terdiam tak merespons saat tubuh sang penari kejang-kejang karena dianggap bagian dari skenario tari yang dibawakannya. (Karena sebelumnya, penari yang berpakaian mirip punokawan lucu dalam wayang ini, menjatuh-jatuhkan diri dengan bercanda. Begitu jatuh betulan bahkan pingsan kejang-kejang karena kesetrum, maka dibiarkan orang, karena dianggap bercanda pula).

Namun setelah tubuh sang penari terdiam, soundman mulai mendekat dan saat akan menarik mikrofon, orang tersebut juga tersetrum.

Ini pelajaran bagi para soundman untuk memperhatikan grounding./ Brilio.net – 12 September 2017 18:04

***

Bergurau yang Dilarang dalam Syariat

من المزاح المنهي عنه في الشرع

البعض يمزح فيخفي بعض أغراض صاحبه:

قال رسول اللّٰه صلى الله عليه وسلم:

(لا يأخذ أحدكم عصا أخيه لاعبا ولا جادا، فمن أخذ عصا أخيه فليردها إليه)
صحيح الترمذي 2160.

قـالـ أبو عبيد رحمه اللّٰه:
يعني أن يأخذ متاعه لا يريد سرقته، إنما يريد إدخال الغيظ عليه فهو لاعب في مذهب السرقة، جاد في إدخال الأذى والروع عليه.
جامع العلوم والحكم (2/281).

 Dari bentuk canda gurau yang terlarang dalam syariat.

Mungkin salah seorang dari kita bercanda dan bergurau dengan menyembunyikan barang temannya padahal Rasulullah bersabda:

«لَا يَأْخُذْ أَحَدُكُمْ عَصَا أَخِيهِ لَاعِبًا أَوْ جَادًّا، فَمَنْ أَخَذَ عَصَا أَخِيهِ فَلْيَرُدَّهَا إِلَيْهِ»

 “Jangan salah seorang dari kalian mengambil tongkat temannya dengan bergurau mahu pun serius, maka barang siapa yang mengambil tongkat temannya hendaklah dia kembalikan.” (Sohih Tirmidzi 2160)

🏼Abu Ubayd berkata, “Iaitu larangan mengambil barang temannya akan tetapi tidak ingin mencurinya namun hanya ingin membuat temannya jengkel dan gelisah. Maka dengan itu dia bergurau dalam madzhab pencuri, bersungguh-sungguh dalam membuat temannya gelisah dan terganggu.” (Jami Ulum wal Hikam 2/281)

 (Faedah ilmiah dari al-Ustadz Usamah Mahri di WhatsApp طريق السلف)

 WhatsApp طريق السلف
www.thoriqussalaf.com
telegram: http://bit.ly/thoriqussalaf

***

Pernah diberitakan, dalam lomba panjat pohon pinang ketika perayaan kemerdekaan, ada pemanjat yang jatuh kelojotan. Para penonton pun ramai tertawa, karena pemanjat yang jatuh itu biasa bercanda. Sebegitu ramai ditertawakan kemudian orang itu terdiam, ternyata dia ini meninggal.

(nahimunkar.com)