Utang lagi ke Tiongkok, pengurangan subsidi BBM untuk menghemat anggaran dikemanakan?? republika.co.id/berita/ekonomi…

Utang Lagi, Dana Pengurangan Subsidi BBM Dipertanyakan | Republika Online

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA Anggota Badan Anggaran DPR yang juga di Komisi IV DPR, Andi Akmal Pasluddin sangat kaget setelah membaca laman media yang menyebut Indonesia menerima pinjaman dari Cina…

Pao An Tui, sisi kelam masyarakat China di Indonesia nasional.republika.co.id/berita/nasiona…

Pao An Tui, Sisi Kelam Masyarakat Cina di Indonesia | Republika Online

Pao An Tui adalah sisi kelam masyarakat Cina di era awal kemerdekaan Indonesia..! pernyataan ini ditegaskan mantan wartawan senior Republika yang kini tengah melanglang dunia.Teguh yang di dalam tub..

Sudah kita ketahui bersama, pola pikir sebagian besar kaum Tionghoa di Indonesia adalah mencari uang sebanyak-banyaknya di tanah perantauan.

Lalu mengirimkan uangnya kepada keluarga dan kerabat di China daratan.

Bila sudah tua nanti dia akan membawa simpanannya di Indonesia, sebagai bekal pensiun saat kembali ke tanah leluhur di China daratan.

Sekali lagi, ini pola pikir sebagian besar kaum Tionghoa di Indonesia. Bukan semua orang Tionghoa.

Sebenarnya, kemajuan perekonomian orang-orang Tionghoa di Indonesia bukan hanya karena keahlian mereka sendiri.

Namun juga karena banyak dukungan dari pemerintah China.

Keterlibatan pemerintah China di bumi nusantara, dapat dilihat sudah dimulai pada saat pembentukan organisasi Li Po Sia di tahun 1911.

Organisasi Li Po Sia tidak lain adalah organisasi Kuomintang di Indonesia.

Dan para imigran China di perantauan termasuk di nusantara, telah banyak memberikan kontribusi dana mereka ke pemerintah China.

Setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945 dan Belanda meninggalkan wilayah Indonesia tahun 1950, terjadi kekosongan ekonomi di tanah air.

Kekosongan ekonomi yang selama ini dikelola melalui sistem monopoli Belanda, dengan segera diisi oleh para pedagang China.

Di awal kemerdekaan Indonesia itu, sebagian besar sektor usaha dan perdagangan dikuasi oleh orang-orang China, baik di kota maupun di desa.

Pada tahun 1947, Belanda sempat membentuk kelompok Pao An Tui, yaitu orang-orang China di Indonesia yang dipersenjatai.

Pada tahun 1947 tersebut, Belanda masih berada di wilayah Indonesia, sampai akhirnya meninggalkan wilayah Ri di tahun 1950.

Setelah Belanda pergi, kelompok ini lalu dibubarkan oleh pemerintah Indonesia, karena ternyata lebih banyak berpihak kepada Belanda.

Pao An Tui terlihat tidak berpihak kepada Republik Indonesia. Salah satunya dibuktikan dengan serangan Pau An Tui kepada pihak TNI di Medan.

TNI di Medan yang saat itu dikomandoi oleh Jamin Ginting, membalas dan balik menghabisi laskar Pao An Tui nasional.republika.co.id/berita/nasiona…

Pao An Tui, Sisi Kelam Masyarakat Cina di Indonesia | Republika Online

Pao An Tui adalah sisi kelam masyarakat Cina di era awal kemerdekaan Indonesia..! pernyataan ini ditegaskan mantan wartawan senior Republika yang kini tengah melanglang dunia.Teguh yang di dalam tub..

Tahun 1949, negara China mendirikan Departemen Komisi Tionghoa Perantauan.

Departemen ini memberikan 30 kursi di Kongres Rakyat China untuk wakil-wakil Tionghoa Perantauan, termasuk wakil-wakil dari Indonesia.

Departemen ini bertujuan melindungi kepentingan orang-orang China di perantauan.

Sekaligus memperkuat ikatan antar orang China perantauan dengan kerabat yang berada di tanah leluhur.

Departemen Komisi Tionghoa Perantauan juga sangat menganjurkan agar orang-orang China perantauan mengirimkan uangnya ke negeri China.

Kemudian pada bulan Agustus 1991, mantan Perdana Menteri Singapura Lee Kuan Yew memprakarsai Konvensi Pengusaha China Sedunia di Singapura.

Konvensi ini bertujuan untuk mengumpulkan para pengusaha China perantauan (overseas Chinese) dari seluruh dunia.

Konvensi berhasil menghadirkan 800 pengusaha besar China yang datang dari 30 negara, termasuk dari Indonesia.

Konvensi ini berhasil membentuk jaringan kerjasama ekonomi masyarakat bisnis internasional, di antara sesama pengusaha keturunan China.

Konvensi ini lalu dicap berbau rasial dan mengguncang nasionalisme kaum pribumi di negara-negara tempat para pengusaha ini merantau.

Terlebih khusus bagi para pengusaha pribumi di negara-negara ASEAN.

Di Indonesia hal ini terasa sangat mengganggu, karena pemerintah sedang berusaha sangat keras untuk mempersatukan pribumi – non pribumi.

Terasa sangat melukai, di saat pemerintah Indonesia sedang menggalakkan persatuan antara pri – non pri, dalam wadah persatuan NKRI.

Lalu ada konvensi susulan di Hongkong pada bulan November 1993 yang serupa dengan konvensi Singapura 1991.

Konvensi Hongkong dihadiri oleh 1000 pengusaha besar China dari seluruh dunia. Indonesia diwakili oleh 40 konglomerat keturunan China.

Penolakan keras terkait konvensi ini meluas di kalangan para pengusaha pribumi Indonesia. Salah satunya adalah pengusaha Probosutedjo.

Dikhawatirkan konvensi para pengusaha keturunan China ini berujung pada upaya melarikan modal di Indonesia ke luar negeri (capital flight).

Pelarian modal jelas akan merusak perekonomian dalam negeri, karena modal lari keluar dari Indonesia.

Reply RT Like

Sejak dulu pemerintah Republik China menganjurkan para pengusaha China perantauan untuk menanam modal mereka secara besar-besaran ke RRC.

Tanpa orang-orang keturunan China ini, sulit bagi RRC untuk bisa mewujudkan kemajuan ekonomi seperti yang terlihat di sana sekarang.

Tanpa orang keturunan China seperti Mochtar Riady atau Soedono Salim dari Indonesia, tak banyak modal & investasi yang masuk daratan China.

Kemudian reaksi juga muncul dari Siswono Yudohusodo yang menyebut ada sembilan dosa orang-orang keturunan China di Indonesia.

Menurut Siswono, mereka hidup secara eksklusif, segregasi dalam kehidupan sosial, dan hanya mau bergaul di antara sesama mereka saja.

Keturunan China yang menjadi pengusaha, membuat diskriminasi dalam penerimaan buruh (karyawan), antara karyawan Pribumi dan Non-pribumi.

Diskriminasi dapat dilihat dalam perbedaan sistem upah dan fasilitas karyawan.

Siswono juga sempat diprotes oleh anggota DPR Alvin Lie karena ucapannya yang keras, mempertanyakan kemudahan fasilitas pengusaha Tionghoa.

Hari ini, Republik China sudah sangat kuat menguasai ekonomi dunia serta menguasai bidang militer.

Pemerintah RRC telah membantu pengusaha-pengusaha China di tanah rantau untuk mengeruk uang secara aman, menggunakan cara-cara diplomasi.

Tak hanya bertujuan menguasai ekonomi suatu negara, saat ini pemerintah Republik China juga tengah mendesign penguasaan politik di Indonesia

Untuk persiapan yang tepat dan efektif bagi penguasaan ekonomi-politik itu, sudah ada perancangan tempat tinggal bagi para imigran China.

Di lokasi yang sangat strategis, dengan kapasitas yang sangat besar. pic.twitter.com/n9zVh9cQdg

Proyek Imigran cina001

Proyek Imigran cina002

Pluit City?

Para imigran ini nanti akan digerakkan sewaktu ada kampanye, untuk mencoblos kontestan yang membela dan mendukung kepentingan China.

Indonesia memang sedang dirancang untuk berada dalam genggaman kekuasaan negeri komunis China. merdeka.com/peristiwa/saat…

Saat ngebor di Halim, 5 WN China pakai seragam tentara | merdeka.com

Let’s be smart. Hanggoro memastikan kelimanya bukan anggota militer China.

Setiap perusahaan China yang melaksanakan proyek di luar wilayah China, termasuk di Indonesia, harus ada ijin dari Partai Komunis China.

Dan disinyalir proyek-proyek di luar wilayah RRC itu akan selalu melibatkan intelijen militer China. nasional.tempo.co/read/news/2014…

Proyek kereta cepat Halim-Karawang-Walini-Tegal Luar Bandung, melewati 8 kabupaten dan kota. Pembebasan lahan dilakukan oleh Dato Tahir.

Dato Tahir adalah ipar James Riady, dan juga agen intelijen militer China.

Sekali lagi, Indonesia sedang dirancang untuk berada dalam cengkeraman kekuasaan negeri komunis China.

Dan sadar atau tidak, kita sedang bersama-sama memuluskan serta mendukung rancangan tersebut.

Chirpified By @M4ngU5il

(nahimunkar.com)

(Dibaca 943 kali, 1 untuk hari ini)