Ilustrasi shalat berjamaah/jrnlmslm


Inilah beritanya.

***

Instruksi Shalat Subuh Berjamaah dari Bupati Sukabumi Disambut Antusias Warga

RKN– Melalui Intruksi bupati sukabumi no. 03 tahun 2016 tentang gerakan shalat subuh berjamaah dimesjid dan perbup no. 35 tahun 2016 tentang pengelolaan infak, sedekah dan dana sosial keagamaan lainnya.di sambut antusias warga di Kabupaten Sukabumi.

Bupati Sukabumi Marwan Hamami. Terbitnya perbup ini dilandaskan pada pemahaman yakni kemajuan dan kebahagiaan masyarakat tidak hanya dilakukan pemerintah melainkan dibantu elemen masyarakat lainnya.

Pemkab hanya berperan dalam membangun regulasi, menciptakan iklim kondusif, dan memfasilitasi dalam membangun kebersamaan.

Ia menerangkan, peraturan ini juga berupaya menghidupkan kembali modal sosial kesetiakawanan dan gotong royong di Kabupaten Sukabumi. ‘’Gerakan pengelolaan infak dan sedekah digiatkan dalam bingkai religius.’’

Ditambahkan, Instruksi ini ditujukan kepada perangkat daerah mauput aparat pemerintah pusat yang ada di daerah. Intinya, ujar Ali, perangkat daerah menjadi tim penggerak bagi umat Islam agar melaksanakan shalat subuh berjamaah di masjid. Selain shalat subuh, tim juga berupaya melakukan shalat lima waktu lainnya secara berjamaah di masjid.

“Alhamdulillah, di Kabupaten sudah diberlakukan, dan bisa menjadi hubungan ukhuwal Islamiah tetap terjalin” kata Dadang warga Sukaraja.( Rob )

Sumber : Rubrikkkotanews/rubrikkotanews.com

***

Sukabumi Bentuk Tim Penggerak Shalat Subuh Berjamaah

aktivitas-warga-saat-shalat-subuh-berjamaah

Aktivitas warga saat shalat Subuh berjamaah./rpblk


REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI — Pemkab Sukabumi berupaya menggiatkan gerakan Shalat Subuh berjamaah di masjid. Salah satu caranya dengan membentuk tim penggerak mulai dari tingkatan kecamatan, desa atau kelurahan dan rukun warga (RW).

“Tim penggerak ini nantinya dibentuk di 47 kecamatan,’’ ungkap Kepala Bagian Sarana Keagamaan Setda Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, Jumat (16/9). Selain itu, juga terdapat di 381 desa dan lima kelurahan yang ada di Sukabumi. Bahkan, keberadaan tim penggerak berada hingga level RW dan RT serta pengurus dewan kemakmuran masjid (DKM).

Pembentukan tim penggerak sejalan dengan Instruksi Bupati Sukabumi (Inbup) Nomor 3 Tahun 2016 tentang Gerakan Shalat Subuh Berjamaah di Masjid. Di mana, surat keputusan tim penggerak, berada di masing-masing wilayah. Misalnya, untuk tim penggerakan kecamatan, maka SK pembentukannya dilakukan kecamatan. Sementara pembentukan tim penggerak desa atau kelurahan dilakukan oleh kecamatan.

Para anggota tim penggerak ini lanjut Ali, berasal dari berbagai elemen masyarakat. Di antaranya tokoh masyarakat, unsur perangkat desa atau kelurahan, dan organisasi keagamaan.

Keberadaan tim penggerak tersebut, kata Ali, berupaya mengajak masyarakat untuk melaksanakan Shalat Subuh berjamaah di masjid yang ada di lingkungannya masing-masing. Langkah ini, juga dikoordinasikan dengan instansi terkait lainnya seperti TNI/Polri dan Kementerian Agama.

Kinerja dari tim penggerak ini, ucap Ali, akan dievaluasi dalam satu bulan sekali oleh kecamatan dan desa. Hal ini untuk mengetahui sejauh mana kesadaran umat Islam untuk menjalankan Shalat Subuh di masjid.

Menurut Ali, gerakan Shalat Subuh berjamaah ini dilakukan dalam rangka menerjemahkan visi misi bupati dan wakil bupati Sukabumi, yakni mewujudkan masyarakat religius dan mandiri. Selain gerakan tersebut, diterbitkan pula peraturan bupati (Perbup) Nomor 35 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Infaq, Sodaqoh, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya Berbasis Masyarakat.

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Agus Yulianto

Sumber: republika.co.id/Friday, 16 September 2016

***

Wujudkan Sukabumi Religius, Bupati Keluarkan Tiga Instruksi Bupati

Untuk mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang religius. Bupati Sukabumi, Marwan Hamami  mengeluarkan sejumlah  instruksi bupati tentang keagamaan. Instruksi bupati antara lain ditujukan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) mulai dari perangkat dinas kecamatan, desa sampai tingkat RT-RW. Instruksi Bupati yakni instruksi melaksanakan salat subuh berjamaah di masjid. Instruksi tersebut melalui Surat Edaran Bupati Nomor 3 Tahun 2016 tentang Gerakan Salat Subuh di Masjid. Nanti ditekankan kepala OPD, Camat, kepala desa mampu menggerakan instruksi ini.

Selain itu, Marwan Hamami juga mengeluarkan Surat Edaran Nomor 1 Tahun 2016 tentang Pengumpulan Zakat Infak Sedekah (ZIS) Pengusaha Penyedia Barang dan Jasa dan terakhir Marwan Hamami mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 35 Tahun 2016 Tentang Pengelola Infak Sedekah Bantuan Sosial Keagamaan Lainnya Berbasis Masyarakat.

“Dikeluarkannya instruksi ini adalah merupakan bentuk wujud saya dan Pak Adjo dalam mewujudkan Kabupaten Sukabumi religius. Semoga semua unsur masyarakat bisa menjalankan instruksi ini. Dan tentu saya selaku pimpinan daerah tidak hanya memerintahkan tapi juga melaksanakannya,”kata Marwan Hamami.(kominfokabsi)

Sumber: sukabumikab.go.id/Indra Lesmana/2016-07-23

(nahimunkar.com)

(Dibaca 5.983 kali, 1 untuk hari ini)