Ketika Dengki dan Iri terhadap Agama Allah DiLakukan Secara Sistemik

  • Politik Belah Bambu terhadap Umat Islam

  • Yang satu diinjak, yang satunya lagi dijunjung/ dirangkul.
  • Yang menegakkan Islam dimusuhi, yang mengamalkan bid’ah dengan aneka embel-embelnya, dirangkul.
  • Itu sesuai dengan konsep jahat orientalis dalam menghalangi Islam.
  • Cara Menghalangi Majunya Islam Menurut Orientalis Prancis


Ada semacam istilah, jangan sampai ada matahari kembar. Maksunya, di suatu kampung, lingkungan, dari ruang lingkup kecil sampai besar, jangan sampai ada ketokohan atau pengaruh yang menandingi ketokohan yang sudah ada.

Entah dari mana istilah semacam itu, apakah dari penjajah kafir Belanda yang ingin tetap bercokol sehingga jangan sampai ada ketokohan pribumi yang berpengaruh hingga akan menumbangkan penjajah; atau dari mana tidak jelas. Tapi kalau merujuk ke agama Allah, maka akan ada kejelasan di sana. Silakan simak ini:

… desakan sifat dengki dan iri (kaum Yahudi dan Nasrani) mereka wujudkan dalam usaha memurtadkan kaum muslimin. Allah menceritakan,

وَدَّ كَثِيرٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُمْ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّ

Sebagian besar ahli kitab (Yahudi dan Nasrani) menginginkan agar mereka dapat menjadikan kalian (kaum muslimin) kembali kafir setelah kalian beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka (Yahudi dan Nasrani) sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran.” (QS. Al-Baqarah:109)

Baca selengkapnya https://muslimah.or.id/4923-mereka-iri-mengapa-kita-malah-mengikuti.html

Nah, itulah sebenar-benar kenyataan, karena yang menyatakan adalah Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam firmanNya. Sehingga siapapun yang dengki dengan akan berkembangnya Islam di manapun, itu secara sadar atau tidak adalah mengekor sifat sangat buruk dari orang2 kafir ahli kitab yakni Yahudi dan Nasrani tersebut.

Bagaimana kalau itu malah disandang atau dilakukan oleh kyai2 atau tokoh agama, doktor2 dan profesor atas nama Islam atau tokoh masyarakat bahkan penguasa?

Ya sama saja. Mereka itu ya penerus2 orang kafir ahli kitab yang mengandalkan sifat dengki dan irinya terhadap Islam itu, yang puncaknya ingin memurtadkan kaum Muslimin.

Bagaimana kalau itu berupa program sistemik, misalnya mengirimkan dosen-dosen IAIN (Institut Agama Islam Negeri, kini sebagian jadi UIN- Universitas Islam Negeri) se-Indonesia ke negeri-negeri kafir berturut-turut bertahun-tahun untuk apa yang disebut untuk studi Islam, lalu sepulang mereka jadi doktor2, kemudian berfaham nyeleneh (aneh2), mengajar dan bahkan memimpin perguruan2 tinggi Islam se- Indonesia itu sesuai dengan ‘ajaran Islam’ namun produk negeri2 kafir itu?

Ya itu jelas, tidak bisa diragukan lagi, adalah sebagaimana yang telah ditegaskan dalam ayat suci tersebut. Makanya, silakan baca buku yang menyoroti itu, berjudul ‘Ada Pemurtadan di IAIN (maksudnya perguruan tinggi Islam se-Indonesia) karya Hartono Ahmad Jaiz, terbitan Pustaka Al-Kautsar, Jakarta. https://www.nahimunkar.org/ada-disertasi-menghalalkan-zina-dibedahlah-buku-ada-pemurtadan-di-iain/

Bahkan sampai ada disertasi yang menghalalkan seks tanpa nikah (alias menghalalkan zina), malah diluluskan. Bahkan rektor yang meluluskannya itu (dari pengurus NU Jogja) kemudian justru diangkat jadi petinggi di BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila) yang gajinya ratusan juta hingga kini. (Astaghfirullaah! Yudian Rektor UIN Jogja yang Pro Disertasi Penghalalan Zina dan Larang Cadar, Diangkat Jadi Ketua BPIP Posted on 7 Februari 2020 by Nahimunkar.org)

 

Antara kebenaran ayat dan kenyataan yang terjadi, sudah tidak diragukan lagi, antek2 pembenci Islam yang ingin memurtadkan di negeri Muslim terbesar di dunia ini justru merajalela dengan perut kenyangnya di saat banyak Umat Islam yang agamanya (agama Allah) dirusak di mana2, dan kehidupan pun banyak kesulitan.

Di sinilah justru letak mulianya Umat Islam yang masih istiqomah, bahkan menolong agama Allah. Karena Allah menjanjikan pertolongan bagi Umat Islam yang menolong agama Allah, lebih2 disaat agama Allah itu dirusak oleh para pendengki, bahkan pakai menyedot uang dari Umat Islam pula, dan itu betapa zalimnya itu….

Janji Allah Ta’ala di antaranya:

Allah ‘azza wajalla berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ

Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.”  (QS. Muhammad: 7)

Ayat senada juga disebutkan dalam firman-Nya yang lain:

وَلَيَنصُرَنَّ اللَّهُ مَن يَنصُرُهُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ

Allah pasti akan menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sungguh, Allah Mahakuat, Mahaperkasa.” (QS. Al-Hajj: 40)

 
 

4 Cara Menolong Agama Allah

Menolong agama Allah adalah manifestasi dari cinta kepada Allah. Seseorang yang mencintai sesuatu pasti akan melakukan apa pun bagi yang dicintainya. Seorang ayah atau ibu akan melakukan apa pun untuk anak-anaknya agar mereka bisa berbahagia. Terlebih lagi mencintai Allah Rabb semesta Alam.

Berikut ini 4 cara menolong agama Allah subhanahu wata’ala yang menjadi bukti bahwa seseorang benar-benar mencintai Allah subhanahu wata’ala.

 
 

Pertama: Mentauhidkan Allah, menegakkan syariat Islam di muka bumi, dan menerapkan hukum yang telah diturunkan-Nya.

Cara menolong agama Allah subhanahu wata’ala yang paling fundamental adalah mentauhidkan Allah, menegakkan syariat Islam di muka bumi, dan menerapkan hukum yang telah diturunkan-Nya.

Allah Ta’ala berfirman:

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaanmereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS. An-Nur: 55)

 

Kedua: Melaksanakan perintah-perintah Allah dan melaksanakan amar makruf nahi munkar

Melaksanakan perintah Allah subhanahu wata’ala tanpa tebang pilih, melaksanakan amar makruf nahi munkar adalah cara seorang muslim menolong agama Allah subhanahu wata’ala.

Allah Ta’ala berfirman:

الَّذِينَ إِنْ مَكَّنَّاهُمْ فِي الْأَرْضِ أَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ وَأَمَرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِ وَلِلَّهِ عَاقِبَةُ الْأُمُورِ

“(yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat makruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.” (QS. Al-Hajj: 41)

Ketiga: Membenarkan semua janji Allah, dan senantiasa bertawakal kepada-Nya dalam segala keadaan.

Sangat mustahil orang yang cinta kepada Allah subhanahu wata’ala namun ia mendustakan janji-janji-Nya. Karena membenarkan janji-janji-Nya merupakan bukti kecintaan seseorang kepada Allah subhanahu wata’ala.

Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ

Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar. (QS. At-Taubah: 119)

Dalam ayat lain, Allah Ta’ala berfirman:

قَالَ رَجُلَانِ مِنَ الَّذِينَ يَخَافُونَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمَا ادْخُلُوا عَلَيْهِمُ الْبَابَ فَإِذَا دَخَلْتُمُوهُ فَإِنَّكُمْ غَالِبُونَ وَعَلَى اللَّهِ فَتَوَكَّلُوا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

Berkatalah dua orang di antara orang-orang yang takut (kepada Allahyang Allah telah memberi nikmat atas keduanya, ‘Serbulah mereka dengan melalui pintu gerbang (kota) itu, maka bila kamu memasukinya niscaya kamu akan menang. Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakal, jika kamu benar-benar orang yang beriman’. (QS. Al-Maidah: 23)

Keempat: Senantiasa membangkitkan ruh jihad dan perjuangan ke dalam hati kaum mukminin

Cara keempat untuk menolong agama Allah subhanahu wata’ala adalah dengan membangkitkan ruh jihad dan perjuangan pada diri kita juga pada diri saudara-saudara kita.

Allah Ta’ala berfirman:

وَجَاهِدُوا فِي اللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِ هُوَ اجْتَبَاكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ مِلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمِينَ مِنْ قَبْلُ وَفِي هَٰذَا لِيَكُونَ الرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَاعْتَصِمُوا بِاللَّهِ هُوَ مَوْلَاكُمْ فَنِعْمَ الْمَوْلَىٰ وَنِعْمَ النَّصِيرُ

“Dan berjihadlah kamu di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu, dan Dia tidak menjadikan kesukaran untukmu dalam agama. (Ikutilah) agama nenek moyangmu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamakan kamu orang-orang muslim sejak dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al-Quran) ini, agar Rasul (Muhammad) itu menjadi saksi atas dirimu dan agar kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia. Maka laksanakanlah shalat dan tunaikanlah zakat, dan berpegang teguhlah kepada Allah. Dia-lah Pelindungmu; Dia sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.” (QS. Al-Hajj: 78)

Allah Ta’ala juga berfirman:

اِنْفِرُوا خِفَافًا وَثِقَالًا وَجَاهِدُوا بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Berangkatlah kamu baik dengan rasa ringan maupun dengan rasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan jiwamu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS. At-Taubah: 41)

(Materi Khutbah Jumat, 4 Cara Menolong Agama Allah Oleh: Abdul Halim Tri Hantoro, S.Pd.I/ .dakwah.id).

***

Kembali ke masalah dengki dan iri terhadap agama Allah. Walaupun dengki dan iri terhadap Islam itu diprogram dan dilaksanakan secara sistemik, namun karena yang diserang itu adalah agama Allah, yang mau dipadamkan itu adalah agama Allah, maka kerja mereka itu sia2 dan hanya menipu diri mereka sendiri.

Silakan simak ini.

***

Rencana Jahat Akabira Mujrimiha (Pembesar-Pembesar yang Jahat) Akan Hancur


Posted on 7 Oktober 2019

by Nahimunkar.org

 

Tantangan dan ancaman dari Allah Ta’ala, rencana jahat mereka akan hancur dan hanya menghasilkan azab yang keras.

Peringatan dari Allah Ta’ala

{ وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا فِي كُلِّ قَرْيَةٍ أَكَابِرَ مُجْرِمِيهَا لِيَمْكُرُوا فِيهَا وَمَا يَمْكُرُونَ إِلَّا بِأَنْفُسِهِمْ وَمَا يَشْعُرُونَ } [الأنعام: 123]

Dan demikianlah Kami adakan pada tiap-tiap negeri pembesar-pembesar yang jahat agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri itu. Dan mereka tidak memperdayakan melainkan dirinya sendiri, sedang mereka tidak menyadarinya. (QS Al- ini An’aam/ 6: 123). (Terjemahan menurut Al-Quran dan Tafsirnya, Depag RI 1985/1986, juz 8 halaman 266).

Lafal أَكَابِرَ مُجْرِمِيهَا akaabiro mujrimiihaa itu terjemah Depag (kini Kemenag – Kementerian Agama) sendiri ada dua macam. 1, penjahat-penjahat yang terbesar (dalam Al-Quran dan Terjemahnya, Depag RI 1971, halaman 208), dan 2, pembesar-pembesar yang jahat (dalam Al-Quran dan Tafsirnya, Depag RI 1985/1986, juz 8 halaman 266). Dua makna itu berbeda pengertiannya. Yang satu pembesar-pembesarnya yang jahat, sedang yang satunya lagi penjahat-penjahatnya yang besar.

Dalam tafsir Al-Wajiz oleh Al-Wahidi dijelaskan:

الوجيز للواحدي (ص: 374)
{وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا فِي كُلِّ قَرْيَةٍ أَكَابِرَ مُجْرِمِيهَا} يعني: كما أنَّ فسَّاق مكَّة أكابرها كذلك جعلنا فسَّاق كلِّ قرية أكابرها يعني: رؤساءَها ومترفيها {ليمكروا فيها} بصدِّ النَّاس عن الإِيمان {وَمَا يَمْكُرُونَ إِلا بِأَنْفُسِهِمْ} لأنَّ وبال مكرهم يعود عليهم {وما يشعرون} أنَّهم يمكرون بها

[Dan demikianlah Kami adakan pada tiap-tiap negeri pembesar-pembesar yang jahat] artinya sebagaimana penjahat-penjahat (orang-orang fasik) Makkah itu penggede-penggedenya, demikian pula Kami jadikan penjahat-penjahat tiap negeri itu penggede-penggedenya, yaitu pemimpin-pemimpinnya dan orang-orang yang hidup mewahnya. [agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri itu] dengan menghalangi manusia dari keimanan. [Dan mereka tidak memperdayakan melainkan dirinya sendiri] karena bencana tipudaya mereka itu kembalinya kepada mereka sendiri. [sedang mereka tidak menyadarinya] bahwa mereka menipudaya di negeri itu. (Al-Wajiz oleh Al-Wahidi halaman 374/Maktabah Syamilah).

Dalam tafsiran ringkas itu telah dinyatakan penjahat-penjahat tiap negeri adalah penggede-penggede negeri itu yaitu pemimpin-pemimpinnya dan orang-orang yang hidup mewahnya.
Mungkin bahasa di sini adalah para pejabat dan pengusaha yang belakangan diembel-embeli dengan asing dan aseng.

Tipu daya mereka secara bersekongkol adalah بصدِّ النَّاس عن الإِيمان dengan menghalangi manusia dari iman (Islam). Contoh nyata misalnya, dengan dalih yang dibuat-buat (misal ungkapan: perda –peraturan-peraturan daerah– yang menghambat ekonomi maka akan dibatalkan), padahal tujuannya untuk melegalkan miras (kongkalikong antara pengusaha dan pejabat), yang kalau ada peraturan melarang minuman keras maka akan tegaklah Islam. Agar tidak tegak, maka aturan yang melarang miras harus dibatalkan. Tapi alasannya, karena aturan melarang miras itu menghambat ekonomi (padahal muatannya dikhawatirkan menghambat kekafiran, dan menguatkan Islam).

Contoh nyata pula, kalau ada aturan untuk menghormati mayoritas Umat Islam yang sedang menjalankan ibadah suci puasa Ramadhan maka warung-warung makan diatur bukanya, yaitu saat menjelang berbuka puasa. Maka buru-buru Akabira Mujirimiha itu melontarkan bahwa itu menghambat ekonomi, maka harus dibatalkan. Padahal menurut isi Al-Qur’an mengenai tipudaya Akabira Mujirimiha itu, maksudnya itu adalah dikhawatirkan menghambat kekafiran dan akan menegakkan iman Islam, maka harus dihalangi.

Oleh karena itu dalam ayat berikutnya dijelaskan:

فَمَن يُرِدِ ٱللَّهُ أَن يَهۡدِيَهُۥ يَشۡرَحۡ صَدۡرَهُۥ لِلۡإِسۡلَٰمِۖ وَمَن يُرِدۡ أَن يُضِلَّهُۥ يَجۡعَلۡ صَدۡرَهُۥ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي ٱلسَّمَآءِۚ كَذَٰلِكَ يَجۡعَلُ ٱللَّهُ ٱلرِّجۡسَ عَلَى ٱلَّذِينَ لَا يُؤۡمِنُونَ ١٢٥ [سورة الأنعام,١٢٥]

    Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman [Al An’am:125]

Tantangan dan ancaman dari Allah Ta’ala, rencana jahat mereka akan hancur dan hanya menghasilkan azab yang keras.

{مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعِزَّةَ فَلِلَّهِ الْعِزَّةُ جَمِيعًا إِلَيْهِ يَصْعَدُ الْكَلِمُ الطَّيِّبُ وَالْعَمَلُ الصَّالِحُ يَرْفَعُهُ وَالَّذِينَ يَمْكُرُونَ السَّيِّئَاتِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَكْرُ أُولَئِكَ هُوَ يَبُورُ} [فاطر: 10]

Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah-lah kemuliaan itu semuanya. Kepada-Nyalah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang saleh dinaikkan-Nya. Dan orang-orang yang merencanakan kejahatan, bagi mereka azab yang keras, dan rencana jahat mereka akan hancur. (QS Fathir/ 35: 10).

https://www.nahimunkar.org/membela-warung-nasi-buka-siang-ramadhan-kenapa/

***

Astaghfirullah, Ini Perda Bernafaskan Islam yang Dihapus Presiden Jokowi

Posted on 18 Juni 2016

by Nahimunkar.com

Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi telah menghapus 3143 peraturan daerah (perda) yang dinilai menghambat pertumbuhan ekonomi dan bertentangan dengan peraturan yang dibuat pemerintah pusat.

“Saya sampaikan bahwa Mendagri sesuai dengan kewenangannya telah membatalkan 3.143 Perda yang bermasalah tersebut,” ujar Jokowi di Istana Merdeka, seperti dilansir liputan6, Senin (13/6/2016).

Sementara koran Radar Bogor edisi selasa, 14 Juni 2016, merelease sejumlah Perda yang bernafaskan Islam termasuk yang dihapus. Perda bernafaskan Islam dinilai bersifat intoleransi.

Berikut ini beberapa perda bernafaskan Islam yang termasuk dalam daftar perda yang dihapus Jokowi.

•    Kabupaten Tanah Datar Sumatra Barat :Surat Imbauan Bupati Tanah Datar No.451.4/556/Kesra-2001, Perihal Himbauan berbusana Muslim/Muslimah kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Tenaga Kerja.

•    Kabupaten Bengkulu Tengah: Perda No.05 Tahun 2014 tentang Wajib bisa baca Al-Qur’an bagi siswa dan calon pengantin.

•    Kabupaten Cianjur Jawa Barat: Keputusan Bupati no.451/2712/ASSDA.I/200 tentang kewajiban memakai Jilbab di Cianjur.

•    Kabupaten Pasuruan Jawa Timur: Perda No.4/2006 tentang Pengaturan membuka rumah makan, rombong dan sejenisnya pada bulan Ramadhan.

•    Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan: Perda No.10/2001 tentang larangan membuka restoran, warung, rombong dan sejenisnya serta makan, minum atau merokok di tempat umum pada bulan Ramadhan.

Perda No.4/2004 tentang Khatam Al-Qur’an bagi peserta didik pada pendidikan dasar dan menengah.

•    Kabupaten Dompu Nusa Tenggara Barat

a). Perda No. 11/2004 tentang tata cara pemilihan kades (materi muatanya mengatur keharusan calon dan keluarganya bisa membaca Al-Qur’an yang dibuktikan dengan rekomendasi KUA).

b). SK Bupati Dompu No KD.19.05/HM.00/1330/2004, tentang pengembangan Perda No.1 Tahun 2002. Isinya menyebutkan :

– Kewajiban membaca Al-Qur’an bagi PNS yang akan mengambil SK/Kenaikan pangkat, calon pengantin, calon siswa SMP dan SMU dan bagi siswa yang akan mengambil ijazah.

– Kewajiban memakai busana Muslim (Jilbab).

– Kewajiban mengembangkan budaya Islam (MTQ, Qosidah dll).

•    Kabupaten Lombok Timur Nusa Tenggara Barat : Instruksi Bupati Lombok Timur No.4/2003 tentang pemotongan gaji PNS/Guru 2,5% setiap bulan. [suaranasional/repelita.com]

https://www.nahimunkar.org/astaghfirullah-perda-bernafaskan-islam-dihapus-presiden-jokowi/

***

Politik Belah Bambu terhadap Umat Islam

Yang satu diinjak, yang satunya lagi dijunjung/ dirangkul.

Yang menegakkan Islam dimusuhi, yang mengamalkan bid’ah dengan aneka embel-embelnya, dirangkul.

Itu sesuai dengan konsep jahat orientalis dalam menghalangi Islam.

***


Cara Menghalangi Majunya Islam Menurut Orientalis Prancis

Posted on 15 Oktober 2017by Nahimunkar.com

Seorang Orientalis Perancis, yg meneliti kehidupan muslim di Timur Tengah di awal abad 19, Baron Bernard Carra de Vaux menyimpulkan bahwa dominasi eropa thd Islam hanya mungkin dgn cara mencegah kebangkitan Islam. But how? de Vaux berkata: “Dalam sebuah kata, mari kita bagi dan pecah Islam dan lebih intensif kita gunakan
“the muslim heresies” (Bid’ah) dan tarekat2 sufiuntuk melemahkan Islam dan untuk membuatnya tidak mampu bangkit untuk selamanya”

Jadi kalau masih ada yg mimpi akan kebangkitan Islam, tapi masih ngeyel mentolerir bid’ah, sufi dan aliran2 sesat lainnya, maka sesungguhnya ia adalah pengikut mazhab Abunawas, yg digambarkan oleh Syaikh Albani sebagai orang yg menelan penyakit (yg justru disukai musuh2 Allah) sebagai obat yg ia kira dapat menyembuhkan sakit yg dideritanya.

Dari Wall FB Katon Kurniawan

Sumber pernyataan De Voux:

http://thenewturkey.org/segmenting-islam-lessons-from-the-last-century/

Via FB Fauzie Abdullatif

***

Hanya menghasilkan kehancuran diri mereka sendiri dan azab yang keras

Meskipun teori busuk belah bambu terhadap Umat Islam itu tampaknya mudah dan dapat senantiasa dilaksanakan, namun tidak akan membawa hasil. Bahkan sebaliknya justru akan hancur dn tertimpa azab yang keras. Karena Allah telah memberikan jaminanNya:

Ancaman dari Allah Ta’ala, rencana jahat mereka akan hancur dan hanya menghasilkan azab yang keras.

{مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعِزَّةَ فَلِلَّهِ الْعِزَّةُ جَمِيعًا إِلَيْهِ يَصْعَدُ الْكَلِمُ الطَّيِّبُ وَالْعَمَلُ الصَّالِحُ يَرْفَعُهُ وَالَّذِينَ يَمْكُرُونَ السَّيِّئَاتِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَكْرُ أُولَئِكَ هُوَ يَبُورُ} [فاطر: 10]

Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah-lah kemuliaan itu semuanya. Kepada-Nyalah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang saleh dinaikkan-Nya. Dan orang-orang yang merencanakan kejahatan, bagi mereka azab yang keras, dan rencana jahat mereka akan hancur. (QS Fathir/ 35: 10).

(nahimunkar.org)

 


 

(Dibaca 254 kali, 1 untuk hari ini)