Ketika Hindu Membunuh Muslim disebut “Kekerasan Komunal”, Tapi Ketika Muslim Berjuang Membela Diri Disebut “Teroris Islam”



Seorang aktivis, jurnalis dan penulis buku CJ Werleman menyoroti penderitaan yang dialami muslim di India yang dianiaya, dibunuh, rumahnya dibakar, masjid dibakar, seperti yang terjadi di Ibu Kota New Delhi sepekan terakhir ini.

“When a Hindu kills a Muslim, it’s “communal violence,” but when a Muslim fights back in self defense, it’s “Islamic terrorism.”

“Ketika umat Hindu membunuh Muslim, disebutnya sebagai “kekerasan komunal,” tetapi ketika Muslim berjuang untuk membela diri, itu adalah “terorisme Islam.”,” kata CJ Werleman di akun twitternya, Jumat (28/2/2020).

Itulah Dobel Standar yang selama ini diterapkan.

Para penjual HAM juga mingkem.

When a Hindu kills a Muslim, it’s “communal violence,” but when a Muslim fights back in self defense, it’s “Islamic terrorism.”#DelhiRiots2020

— CJ Werleman (@cjwerleman) February 28, 2020

Ketika sekelompok non-Muslim yg membunuh, menyiksa, mengusir umat Islam, disebut dengan ‘TINDAK KEKERASAN KOMUNAL’. Namun, ketika umat Islam berjuang untuk membela dirinya, disebut dengan ‘TINDAK TERORISME’.

— Azzam M Izzulhaq (@AzzamIzzulhaq) February 28, 2020

[portal-islam.id]  Sabtu, 29 Februari 2020  Berita Internasional

(nahimunkar.org)

(Dibaca 1.659 kali, 1 untuk hari ini)