• Mereka tidak sadar bahwa pada hakekatnya, secara Islam –kalau mereka mengaku beragama Islam, dan memang Indonesia penduduknya dan pejabatnya mayoritas adalah Islam–; perlakuan seperti itu hakekatnya hanyalah membuktikan diri sebagai budak setan.
  • Kerelaan bahkan dengan sebegitu gigihnya dalam mengemban “amanat setan” ini akan merugikan diri mereka sendiri. Di akherat kelak sudah pasti, bila mereka di dunia ini tidak bertaubat. Ketika menuruti ajakan setan, apalagi bahkan menjadi pembela dengan sebegitu gigihnya, maka tidak lain hanya mengikuti setan untuk jadi penghuni nerakan sa’ir (yang menyala-nyala).
  • Orang beriman dan  yang masih menggunakan nalarnya, walaupun di kerumunan pihak mereka (karena memang tinggalnya di sana), tetap masih mampu berucap secara wajar, bahwa mereka (dalam membela acara syaitoniyah) itu sudah terlalu. Padahal itu hanya akan merugikan diri mereka sendiri.

tolak-miss-world1-288x264Sebegitu terhormat dan terjaganya acara mega maksiat Miss World yang digelar di Bali 8-28 September 2013.

Siapa saja –yang di dadanya masih ada iman dan merasa wajib membenci kemaksiatan itu–  menjadi musuh utama. Sehingga dikhawatirkan kalau akan menggagalkan acara yang meneruskan tipuan Iblis sejak aksinya menipu Nabi Adam dan Hawa’ bapak ibu manusia itu.

Sebenarnya, bagi bangsa Indonesia yang mayoritas penduduk dan pejabatnya adalah orang Islam, perlu menyadari betul. Bahwa syetan memiliki kendengkian yang dalam terhadap manusia, dia berusaha menyesatkan manusia dan menjerumuskan manusia ke dalam perbuatan nista. Tujuannya, agar manusia menemui kesengsaraan dan di akhirat menjadi temannya di neraka yang menyala-nyala.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ

Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh (mu), karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (QS. Faathir: 6)

Salah satu kehinaan yang diinginkan syetan adalah agar aurat manusia tersingkap (terbuka) dan menjadi telanjang sehingga satu dengan lainnya bisa saling melihat. Dan ini adalah anak panah syetan untuk menjerumuskan manusia ke dalam perbuatan nista seperti zina dan turunannya.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,

يَا بَنِي آَدَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُمْ مِنَ الْجَنَّةِ يَنْزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْآَتِهِمَا

Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya ‘auratnya.” (QS. Al-A’raf: 27)

Maka setiap aksi buka-bukaan untuk memamerkan aurat adalah dari bisikan dan dorongan syetan, seperti kontes pamer aurat dalam bingkai Miss World. Jelasnya, syetan sangat suka bentuk-bentuk kontes semacam ini dan mendukungnya. Syetan akan menghiasi aksi bejat semacam ini (tazyin) agar pendukungnya memandang baik & indah perbuatan maksiat. Syetan juga menutupi akibat buruknya dan menjadikannya terlihat remeh di mata pelakunya sehingga ia terlena dan mati dalam keadaan hina. (Ada Syetan Dibalik Kontes Miss World, Ini Buktinya! Oleh: Badrul Tamam, voa-islam.com] Jum’at, 06 Sep 2013).

Anehnya, ajaran setan justru telah dikemas sedemikian rupa sampai mendunia dan dipusatkan kontesnya di Indonesia. Seolah justru acara itu yakni kontes Miss World telah berubah jadi seperti “sesembahan” yang dijaga dengan sangat-sangat ketat. Siapapun yang di dadanya masih ada iman yang otomatis membenci acara yang  menuruti kemauan setan itu menjadi musuh utama. Oleh karena itu dikerahkan penjaga yang banyak agar para pembenci acara syaitoniyah itu tidak bisa mengusik apalagi menggagalkannya.

Mereka tidak sadar bahwa pada hakekatnya, secara Islam –kalau mereka mengaku beragama Islam, dan memang Indonesia penduduknya dan pejabatnya mayoritas adalah Islam–; perlakuan seperti itu hakekatnya hanyalah membuktikan diri sebagai budak setan. Kerelaan bahkan dengan sebegitu gigihnya dalam mengemban “amanat setan” ini akan merugikan diri mereka sendiri. Di akherat kelak sudah pasti, bila mereka tidak bertaubat. Ketika menuruti ajakan setan, apalagi bahkan menjadi pembela dengan sebegitu gigihnya, maka tidak lain hanya mengikuti untuk jadi penghuni nerakan sa’ir (yang menyala-nyala).

إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ

karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (QS. Faathir: 6)

   Sebagai “budak setan” maka jabatan ataupun upah yang sekarang dapat mereka kais sejatinya tidak seberapa. Namun ancaman siksa telah nyata.

Orang beriman dan  yang masih menggunakan nalarnya, walaupun di kerumunan pihak mereka (karena memang tinggalnya di sana), tetap masih mampu berucap secara wajar, bahwa mereka (dalam membela acara syaitoniyah) itu sudah terlalu. Padahal itu hanya akan merugikan dirimereka sendiri.

Inilah  Contoh berita tentang komentar dari tokoh yang masih –insya Allah—menjaga imannya dan menggunakan akal sehatnya.

***

MUI Buleleng Sesalkan Pengamanan Miss World yang Berlebihan

Minggu, 08/09/2013 19:27:05 | Shodiq Ramadhan

Singaraja (SI Online) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Buleleng menyesalkan ketatnya pengamanan di wilayah pesisir utara Pulau Bali itu pada saat penyelenggaraan kontes kencantikan “Miss World” 2013 di Kabupaten Badung, Bali.

“Pengamanan yang ekstraketat ini kesannya menyudutkan pihak tertentu,” kata Ketua MUI Kabupaten Buleleng H Abdurrahman Said LC di Singaraja, Ahad (8/9/2013) seperti dikutip ANTARA.

Ia mengimbau polisi tidak berlebihan dalam mengamankan wilayah Kabupaten Buleleng yang jaraknya relatif jauh dari tempat penyelenggaeraan kontes Miss World di Nusa Dua, Kabupaten Badung.

“Sebaiknya pengamanan biasa-biasa saja agar tidak menimbulkan penafsiran berlebihan di tengah masyarakat. Memang niat polisi baik, tapi belum tentu masyarakat memahaminya,” kata Abdurrahman.

Seperti dilaporkan ANTARA, hingga Sabtu (7/9) malam pengamanan di kawasan pesisir utara Bali sepanjang 147 kilometer itu diperketat. Dalam sepekan terakhir petugas berjaga sejak pagi hingga malam hari.

Kepala Kepolisian Resor Buleleng Ajun Komisaris Besar Beny Arjanto mengaku mendapat perintah dari Polda Bali untuk memperketat pengamanan wilayah.

Ia menyebutkan 13 titik rawan di Kabupaten Buleleng yang rawan dijadikan pintu masuk teroris dan pihak-pihak yang berniat menggagalkan kontes ratu dunia itu.

“Di 13 titik rawan itu, kami mendirikan posko,” katanya di sela-sela memantau pos zona aman perairan di Desa Pengastulan, Kecamatan Seririt.

red: abu faza (SI Online)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 238 kali, 1 untuk hari ini)