Arti peribahasa ‘bagai bertemu buah simalakama, dimakan mati bapa, tidak dimakan mati ibu’ adalah menghadapi suatu masalah yang sangat sulit; berada dalam keadaan yang serba salah./ pendidikan.infoasn.id

 

Ketika Nabi dihina orang kafir India, manusia2yang mengaku Islam tapi munafik alias benci Islam klimpungan. Soalnya manusia2 munafik itu sudah dikenal jibaku membela orang kafir hingga mendeklarasikan agar Umat Islam jangan menyebut orang kafir itu dengan sebutan kafir karena itu menyakiti mereka. (Lah Al-Qur’an saja menyebut orang2 kafir ya dengan sebutan kafirun atau kafirin, kok ada manusia2 mengaku berpedoman kepada Al-Qur’an rapat ramai2 untuk melarang sebutan kafir disebutkan untuk orang kafir? Aneh tenan!)

Persoalannya kini: Apakah munafiqin2 pembela orang kafir itu tetap membela orang kafir yang terang2an menghina Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam? Ataukah manusia2 munafiqin itu membela Nabinya?

Nah, kini orang munafik lagi bagai kena buah simalakama. Mau tetap membela orang kafir kok keterlaluan, kan mengaku umatnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bahkan boleh jadi mengaku paling cinta pada Rasul. Sedangkan kalau sampai terang-terangan membela Nabinya dengan mengutuk orang kafir yang biasa mereka (munafiqin) bela, kok menyakiti orang kafr. Kan sudah mati2an mereka bela, kok sekarang berbalik menyakiti orang kafir?

Yah, di dunia ini saja manusia2 munafik itu sudah salah tingkah dan klimpungan, apalagi di akherat kelak, bila tidak bertaubat dengan sebenar-benarnya taubat sebelum matinya, maka sengsara benar2. Maka seharusnya bertobat dan mengubah sikap agar wala’nya (loyalnya, setianya) tidak terbalik. Karena selama ini wala’nya terbalik, justru sayang kepada orang-orang kafir, musuh Islam, pembenci Islam dan semacamnya; sambil membenci terhadap kaum muslimin yang teguh Islamnya/ istiqomah, apalagi yang memberantas bida’h, syirik, khurafat dan memberantas aneka penyimpangan2 aqidah. Bahkan di kalanga munafik ada yang terang2an membela penyimpangan seks LGBT yang jelas-jelas sangat diharamkan oleh Islam.

Bila wala’nya tetap kepada yang kafir dan pembenci Islam, sedang bara’nya (kebenciannya, lepas dirinya) justru terhadap Umat Islam yang teguh/ istiqomah, maka di akherat ya akan bersama orang2 kafir pembenci Islam yang mereka cintai selama di dunia ini, yaitu di neraka.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْمَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ

“Setiap orang akan dikumpulkan bersama orang yang ia cintai.'” (HR. Bukhari, no. 6170; Muslim, no. 2640)

 

Allah Ta’ala berfirman:

{ إِنَّ اللَّهَ جَامِعُ الْمُنَافِقِينَ وَالْكَافِرِينَ فِي جَهَنَّمَ جَمِيعًا } [النساء: 140]

Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam (QS An-Nisa’: 140)

Sungguh, Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di neraka jahanam, sebagaimana mereka berkumpul dan bergabung dalam tujuan yang sama. Orang-orang munafik yang dibicarakan pada ayat-ayat di atas adalah orang-orang yang setiap saat menunggu-nunggu peristiwa menyedihkan yang akan terjadi pada dirimu, wahai orang-orang yang beriman./ penafsiran ayat ini dari: Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat An-Nisa Ayat 140/ tafsirweb.com.

Demikianlah, semoga mereka sadar. Dan itu menjadi kewaspadaan bagi kita semua.

(nahimunkar.org)