Bukan Hanya Unggul dalam Korupsi tapi Unggul Pula dalam Merusak Islam

Negeri ini para pemukanya ketika mereka jadi pejabat tidak sedikit yang tertangkap karena korupsi. Entah berapa pula yang tidak atau belum tertangkap. Itu berarti koruptor di sini unggul dalam hal jumlah kejahatannya ataupun kenekatannya.

Sementara itu kejahatan agama pun dilakukan oleh pemuka atau tokoh pula. Hingga mereka membentuk pandangan keliru secara sengaja. Mari kita simak berikut ini.

Sikap yang keliru adalah bila para Walisongo diposisikan lebih mulia dari sahabat Nabi saw. Bahkan,  Walisongo dianggap ‘maksum’ bahkan sakti mandra guna, sehingga lebih ‘layak’ dihormati ketimbang para sahabat. Itulah sikap yang ditunjukkan para penjaja kesesatan, pengasong syi’ah laknatullah, praktisi bid’ah (TBC), penganut kejawen, dan penganut tarekat sesat. Mereka memang cenderung ghuluw, berlebih-lebihan, alias lebay kata sebagain manusia sekarang. Oleh karena itu waspadalah. Karena memang Indonesia ini Islam itu dirusak oleh para penipu. Entah itu memakai jubah tapi isinya majusi, yahudi, dan kekafiran lainnya, dan entah itu memang antek Yahudi dari dahulu.

Jika tidak begitu, tidak akan ada yang berani menipu dengan cerita-cerita kultus ini itu sampai kerbau pun dikultuskan, atau cerita buatan sehari sesudah proklamasi kemerdekaan yang dipakai alasan untuk menghapus 7 kata Piagam Jakarta, Ketuhanan dengan menjalankan  syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya. Lha Piagam Jakarta itu jadi kesepakatan kok cukup dihapus dengan cerita rekaan tanpa bukti nyata. Entah itu yang bodoh siapa. Tapi sampai sekarang tetap dipegangi. Itu kalau tidak hanya akan membondo  (mengikat tangan) Islam agar tidak mampu gerak kan ya tidak ada. Jadi mudah-mudahan saja penipu-penipu yang merusak Islam itu segera menikmati siksanya. Yang sampai kejet-kejet (sakaratul maut sangat sakit berlama-lama) ya beritanya ada, yang sakaratul mautnya mengalami kejet-kejet  bertahun-tahun ya ada. Tapi anehnya, siksa berat sebelum mati itupun tidak jadi pelajaran dan pengingat bagi para perusak Islam yang masih hidup atau kadang malah diteruskan tipuannya dengan dimodifikasi. Dan bahkan disertai aksi mengangkat orang yang lebih berani lagi dalam caranya merusak Islam.

Contohnya, orang yang berani menghujat Hadits Shahih Bukhari (padahal itu kitab paling shahih sesudah Al-Qur’an) malah dijadikan rektor di IAIN Semarang, malah ditugasi khutbah Idul Fithri di masjid nasional. Itu kalau tidak karena suasana ini memang digunakan untuk merusak Islam pasti tidak akan dibuat sedemikian itu. (Jadi suasana ini tidak hanya unggul bab kejahatan korupsinya, tapi ya nomor satu dalam hal caranya merusak Islam).

Masih ada contoh lagi, yaitu orang yang menikahkan perempuan muslimah dengan lelaki kafir malah dijadikan dekan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Itu kalau tidak untuk meningkatkan dalam hal caranya merusak Islam, pasti tidak ada.

setelah tahu kondisinya seperti itu, maka kesimpulannya menyangkut ujian bagi kita semua. Yaitu, siapa saja yang mendukung program merusak Islam ini tadi, entah itu menghidup-hidupkan kemusyrikan lewat makam dan cerita-cerita khayal kultus yang merusak Islam, dan mendukung atau rela saja terhadap program-program memberi jabatan kepada orang-orang yang merusak Islam agar memegang jabatan yang penting –dan lain-lainnya sangat banyak–; itu semua termasuk membela perusakan Islam alias musuh Islam. Walaupun sosok yang mendukung perusak Islam itu kadang berupa tokoh yang namanya pemimpin ormas Islam, lembaga Islam, tokoh Islam, malah kyai haji, ajengan, ustadz dan sebagainya. Tetapi kalau mendukung itu semua, ataupun rela, maka sejatinya adalah musuh Islam. Berhati-hatilah dalam menyikapi bab ini, jangan  ketika ada yang mengritik seperti ini lalu malah membela kepada yang merusak Islam hanya karena mereka yang disemprot ini dianggap tingkah pemimpin. Awas, ingat-ingatlah, kelak akan dihadapkan kepada ayat:

وَلا تَكُنْ لِلْخَائِنِينَ خَصِيمًا (١٠٥)

dan kamu jangan jadi penentang (orang yang tidak salah), karena (membela) orang-orang yang khianat. (QS An-Nisaa’’: 105).

Sudah waktunya sekarang untuk memberantas pengkhianatan-pengkhianatan, apa lagi yang memang merusak Islam dan memang nawaitunya untuk membunuh Islam. Kapan lagi, ini waktunya cancut tali wanda membela kebenaran. Bukan membela ajaran syetan dan para pengkhianat yang sudah cetha wela-wela perbuatannya ya hanya menipu masyarakat dan merusak Islam dengan memelihara aliran-aliran yang sudah difatwakan sesat misalnya Ahmadiyah, Syiah, LDII, Inkar Sunnah, NII KW IX, Isa Bugis dan lain-lainnya. Sehingga, kemusyrikan dan crito-crito yang merusak iman malah dipelihara bersama dengan aliran-aliran dan faham sesat.

Untuk apa?

Ya tanyalah sendiri ke orang-orang yang kira-kira seperti begitu itu, kalau kamu minta dikamplengi. Itu tadi menurut  seorang da’I di Bandung ketika mengomentari bab ontran-ontran bentrok  antara aliran sesat syi’ah melawan warga Islam Sunni di Sampang Madura  Ahad 26 Agustus 2012. Katanya aliran sesat itu malah dipelihara. Karena sudah jelas menodai Islam kok ya tetap dibiarkan saja.

Sekarang dibiarkan, nanti diangkat ke atas seperti yang sudah menghujat hadits Bukhari malah terus diangkat jadi rector IAIN Semarang itu tadi?
Hus! jangan seru-seru. Ayatnya kan ya sudah jelas:

الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ بَعْضُهُمْ مِنْ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمُنْكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوفِ وَيَقْبِضُونَ أَيْدِيَهُمْ نَسُوا اللَّهَ فَنَسِيَهُمْ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ هُمُ الْفَاسِقُونَ (٦٧)

وَعَدَ اللَّهُ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْكُفَّارَ نَارَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا هِيَ حَسْبُهُمْ وَلَعَنَهُمُ اللَّهُ وَلَهُمْ عَذَابٌ مُقِيمٌ (٦٨)

  1. orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma’ruf dan mereka menggenggamkan tangannya [berlaku kikir]. mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik.
  2. Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya. cukuplah neraka itu bagi mereka, dan Allah mela’nati mereka, dan bagi mereka azab yang kekal.(QS At-Taubah: 67-68).

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا إِلَى مَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ رَأَيْتَ الْمُنَافِقِينَ يَصُدُّونَ عَنْكَ صُدُودًا (٦١)

  1. Apabila dikatakan kepada mereka: “Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul”, niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu.(QS An-Nisaa’: 61).

Lha terus bagaimana caranya menghadapi orang-orang seperti itu?
Di dalam ayat sudah ditegaskan:

هُمُ الْعَدُوُّ فَاحْذَرْهُمْ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ (٤)

Mereka itulah musuh (yang sebenarnya) maka waspadalah terhadap mereka; semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)? (QS Al-Munafiqun: 4).

***

Mengenai Muhibbin, orang yang pada tahun 2009 ramai diberitakan karena  berani menghujat Hadits Shahih Bukhari (padahal itu kitab paling shahih sesudah Al-Qur’an) malah dijadikan rektor di IAIN Semarang sejak 2011, dan kemudian dilantik lagi oleh Menag Lukman untuk jadi rektor UIN Semarang (setelah berubah dari IAIN jadi UIN) untuk masa jabatan tahun 2015 sampai tahun 2019, dan waktu yang lalu malah ditugasi khutbah Idul Fithri di masjid nasional; inilah beritanya.

***

Mahasiswa Mesir Ragukan Keilmuan Guru Besar IAIN Semarang Pengritik Hadits

by nahimunkar.com, Des 15th, 2009

Mahasiswa Mesir Ragukan Keilmuan Guru Besar IAIN Semarang Pengritik Hadits

Mahasiswa Mesir menganggap hasil penelitian Dr. Muhibbin –yang mengkritik hadits Shahih Bukhari karena dia anggap tidak rasional— adalah karena guru besar IAIN Semarang ini kurang referensi dan juga kurang pemahaman bahasa Arab.

alam dialog umum di Kairo, Jum’at 11/12/09, di antaranya tampil Prof. Dr Muhibbin M. Ag (Guru Besar IAIN Walisongo Semarang) yang pernah menulis buku tentang kritik kitab “Shahih Bukhari”. Beliau menyatakan tidak semua hadits dalam Shahih Bukhari itu shahih, bahkan terdapat beberapa hadits termasuk kategori lemah dan palsu.

Setelah para mahasiswa Indonesia di Mesir mendengar hujjah-hujjah Dr Muhibbin, maka mahasiswa menilai, yang sedang dipermasalahkan saat ini tidak murni kritik matan. Yang terjadi adalah mengkritik matan hadits karena belum bisa dipahami oleh si pengkritik. Hal ini tentu saja tidak menurunkan derajat sebuah hadits shahih, tetapi pemahamannyalah yang perlu dikaji kembali.

Semua itu, menurut mahasiswa Mesir, karena hasil penelitian Dr. Muhibbin ini kurang referensi dan juga kurang pemahaman bahasa Arab.

Para mahasiswa tampak lebih geli ketika pengkritik hadits shahih Bukhari dari IAIN Semarang itu menjawab dengan perkataan: “Apabila naql bertentangan dengan akal, maka yang didahulukan adalah akal.” tegasnya.

Sontak mahasiswa yang hadir pada saat itu seakan tertawa meringis akan tanggapan yang diuraikan oleh beliau. https://www.nahimunkar.org/mahasiswa-mesir-ragukan-keilmuan-guru-besar-iain-semarang-pengritik-hadits/

***

Dikhawatirkan Ruwaibidhah Bermunculan di Masa Imarah Sufaha’

by nahimunkar.com, Jun 14th, 2015

Ruwaibidhah

Orang-orang tidak berkompeten dalam bidang agama kemudian mengurusi persoalan-persoalan di bidang agama.

Satu orang saja dalam waktu singkat sudah menggoncangkan Umat Islam dengan lontaran-lontaran yang menurut PPP (Partai Persatuan Pembangunan) ada 4 hal yang menyakiti Umat Islam.

Perilaku dan tindakan Menteri Lukman yang dinilai kontroversi seperti:

  1. Mengakui baha’i sebagai agama.
  2. Memfasilitasi kegiatan syiah di Kantor Kementerian Agama (Kemenag). Hal ini dianggap memberikan stigma bahwa syiah adalah bagian dari umat Islam.
  3. Usulan pembacaan Alquran dengan langgam Jawa dalam acara Isra Mikraj di Istana Negara. Ide tersebut dipandang tidak tepat, sehingga menimbulkan kecaman umat Islam dari seluruh penjuru negeri.
  4. Menag menyatakan, umat Islam yang berpuasa harus menghormati orang lain yang tidak berpuasa.

Sekjen MIUMI Bachtiar Nasir menyebut gejala buruk ini sebagai adanya orang-orang tidak berkompeten dalam bidang agama kemudian mengurusi persoalan-persoalan di bidang agama.

Bila dirujukkan kepada Hadits Nabi saw maka gejala buruk ini dikhawatirkan termasuk dalam hadits tentang ruwaibidhah dan lebih celakanya lagi keadaan ini dikhawatirkan termasuk pertanda imarah sufaha’.

حَدِيث أَنَس ” أَنَّ أَمَام الدَّجَّال سُنُونَ خَدَّاعَات يُكَذَّب فِيهَا الصَّادِق وَيُصَدَّق فِيهَا الْكَاذِب وَيُخَوَّن فِيهَا الْأَمِين وَيُؤْتَمَن فِيهَا الْخَائِن وَيَتَكَلَّم فِيهَا الرُّوَيْبِضَة ” الْحَدِيث أَخْرَجَهُ أَحْمَد وَأَبُو يَعْلَى وَالْبَزَّار وَسَنَده جَيِّد , وَمِثْله لِابْنِ مَاجَهْ مِنْ حَدِيث أَبِي هُرَيْرَة وَفِيهِ ” قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَة ؟ قَالَ الرَّجُل التَّافِه يَتَكَلَّم فِي أَمْر الْعَامَّة “( فتح الباري).

Hadits Anas: Sesungguhnya di depan Dajjal ada tahun-tahun banyak tipuan –di mana saat itu– orang jujur didustakan, pembohong dibenarkan, orang yang amanah dianggap khianat, orang yang khianat dianggap amanah, dan di sana berbicaralah Ruwaibidhoh. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya, apa itu Ruwaibidhoh? Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Orang yang bodoh (tetapi) berbicara mengenai urusan orang banyak/ umum. (Hadits dikeluarkan oleh Imam Ahmad, Abu Ya’la, dan Al-Bazzar, sanadnya jayyid/ bagus. Dan juga riwayat Ibnu Majah dari Abu Hurairah. Lihat Kitab Fathul Bari, juz 13 halaman 84 ).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِنَّهَا سَتَأْتِي عَلَى النَّاسِ سِنُونَ خَدَّاعَةٌ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ السَّفِيهُ يَتَكَلَّمُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ

“Sesungguhnya akan datang kepada manusia tahun-tahun penuh tipu daya. Para pendusta dipercaya sedangkan orang jujur dianggap berdusta. Penghianat diberi amanah sedangkan orang yang amanat dituduh khianat. Dan pada saat itu, para Ruwaibidhah mulai angkat bicara. Ada yang bertanya, ‘Siapa itu Ruwaibidhah?’ Beliau menjawab, ‘Orang dungu yang berbicara tentang urusan orang banyak (umat).” (HR. Ahmad, Syaikh Ahmad Syakir dalam ta’liqnya terhadap Musnad Ahmad menyatakan isnadnya hasan dan matannya shahih. Syaikh Al-Albani juga menshahihkannya dalam al-Shahihah no. 1887)

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِكَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ أَعَاذَكَ اللَّهُ مِنْ إِمَارَةِ السُّفَهَاءِ قَالَ وَمَا إِمَارَةُ السُّفَهَاءِ قَالَ أُمَرَاءُ يَكُونُونَ بَعْدِي لَا يَقْتَدُونَ بِهَدْيِي وَلَا يَسْتَنُّونَ بِسُنَّتِي فَمَنْ صَدَّقَهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَأَعَانَهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَأُولَئِكَ لَيْسُوا مِنِّي وَلَسْتُ مِنْهُمْ وَلَا يَرِدُوا عَلَيَّ حَوْضِي وَمَنْ لَمْ يُصَدِّقْهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَلَمْ يُعِنْهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَأُولَئِكَ مِنِّي وَأَنَا مِنْهُمْ وَسَيَرِدُوا عَلَيَّ حَوْضِي

الراوي : جابر بن عبدالله المحدث : الألباني

المصدر : صحيح الترغيب الصفحة أو الرقم: 2242 خلاصة حكم المحدث : صحيح لغيره

/Dorar.net

Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Ka’b bin’ Ujroh, “Semoga Allah melindungimu dari pemerintahan orang-orang yang bodoh”, (Ka’b bin ‘Ujroh Radliyallahu’anhu) bertanya, apa itu kepemerintahan orang bodoh? (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) bersabda: “Yaitu para pemimpin negara sesudahku yang tidak mengikuti petunjukku dan tidak pula berjalan dengan sunnahku, barangsiapa yang membenarkan mereka dengan kebohongan mereka serta menolong mereka atas kedholiman mereka maka dia bukanlah golonganku, dan aku juga bukan termasuk golongannya, mereka tidak akan datang kepadaku di atas telagaku, barang siapa yang tidak membenarkan mereka atas kebohongan mereka, serta tidak menolong mereka atas kedholiman mereka maka mereka adalah golonganku dan aku juga golongan mereka serta mereka akan mendatangiku di atas telagaku. (Musnad Ahmad No.13919, shahih lighairihi menurut Al-Albani dalam Shahih at-Targhib).

Allahul Musta’an. Wa laa haula walaa quwwata illaa billahil ‘aliyyil ‘adhiim.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 440 kali, 1 untuk hari ini)