Ilustrasi: Kirab Api Cinta Jokowi-Ma’ruf di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Rabu (20/2/2019). Api obor yang diambil dari Api Abadi Mrapen, Grobogan itu dibawa berkeliling ke 15 kota/kabupaten di Jateng sebagai bentuk dukungan Repnas kepada Capres-Cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma’uf Amin pada Pilpres 2019. (Antara Foto/Aji Styawan)


Ada postingan, Jokowi, Reog dan Kuda Lumping

Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi menghadiri deklarasi Alumni Jogja Satukan Indonesia yang bertema ‘Mendukung Pemimpin yang Mempersatukan’ di Stadion Kridosono, Kota Yogyakarta, Sabtu (23/3/2019).

Sepanjang jalan, Jokowi dan Iriana disambut oleh 50 rangkaian kesatuan bregodo (brigade) seni keprajuritan rakyat, reog, dan kuda lumping. Tampak mendampingi Jokowi, Budi Karya Sumadi, Yenny Wahid dan Pramono Anung.

Ary Prasetyo/https://www.youtube.com Published on Mar 22, 2019/ diringkas.

Disoroti dalam postingan itu, Tarian kuda lumping juga menyuguhkan atraksi kesurupan, kekebalan, dan kekuatan magis, seperti atraksi memakan beling (pecahan kaca) dan kekebalan tubuh terhadap cambukan pecut.

Sebelum pertunjukan dimulai, seorang pawang hujan akan melakukan ritual syirik untuk menahan hujan karena biasanya pertunjukan dilakukan di lapangan terbuka. Selain itu, mereka harus meminum air mantra yang menjadikan mereka kesurupan.

Itulah kesyirikan besar yang telah menjadi budaya masyarakat negeri ini.

Penggunaan sihir dalam permainan kuda lumping merupakan amalan syirik yang bertentangan dengan ajaran Islam. Bukan sekedar itu, permainan kuda lumping membahayakan pelakunya. Tidak jarang para pemain kuda lumping mengalami cidera setelah jin yang merasuki mereka keluar. Begitu juga hati mereka selalu tergantung, takut, berharap kepada jin yang ingkar kepada Alloh .

Permainan sihir Kedua adalah Reog. Permainan reog berasal dari daerah Ponorogo Jawa Timur. Biasanya dalam sebuah pertunjukan reog terdiri dari seorang pemimpin dan disertai sekitar dua puluh hingga tiga puluh orang. Adegan reog selalu diiringi dengan musik gamelan. (selengkapnya dapat dilihat di sini: https://www.nahimunkar.org/jokowi-reog-dan-kuda-lumping/ )

Hari berikutnya, Jokowi diiringi debus. Maka ada postingan yang menyorotinya.

Hartono Ahmad Jaiz

Diterbitkan oleh Abu Mahmudah · 16 jam ·

Jokowi Dikawal Debus Banten di Karnaval Kampanye Terbuka, padahal MUI Se-Jawa dan Lampung Telah Haramkan Debus
Inilah beritanya

***

Jokowi Dikawal Debus Banten di Karnaval Kampanye Terbuka

Bahtiar Rifa’i, Samsudhuha Wildansyah – detikNews

Kampanye akbar Jokowi di Serang, Banten. (Bahtiar Rivai/detikcom)

Serang – Capres Joko Widodo atau Jokowi dikawal oleh seni tradisional debus dalam kampanye terbuka di Serang, Banten. Rombongan Jokowi melakukan karnaval dari Alun-alun Barat Kota Serang ke Stadion Maulana Yusuf yang berjarak 3 km.

Pantauan detikcom, Minggu (24/3/2019), Jokowi menggunakan kereta kuda sepanjang karnaval. Sepanjang jalan ia menyapa warga Banten di atas kereta.*/news.detik.com – Minggu 24 Maret 2019

***

MUI se-Jawa dan Lampung Haramkan Debus

Serang, NU Online Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia se-Jawa dan Lampung mengeluarkan fatwa bahwa kesenian tradisional debus dengan menggunakan bantuan jin, setan, dan mantera-mantera, hukumnya adalah haram karena termasuk kategori sihir.

Ketua MUI Provinsi Banten bidang Ormas dan Hubungan Luar Negeri KH Aminuddin Ibrahim di Serang, Rabu mengatakan, dalam rakorda MUI se-Jawa dan Lampung tersebut dibahas bahwa debus dan atraksi-atraksi sejenisnya dalam pandangan Islam ada yang dibolehkan namun ada yang tidak dibolehkan.<>

Menurut Aminuddin , di antaranya yang tidak dibolehkan tersebut adalah atraksi-atraksi yang menggunakan bantuan tenaga jin, setan atau mantera-mantera karena termasuk sihir dan perbuatan syirik termasuk didalamnya debus yang menggunakan kekuatan tersebut maupun dengan ayat-ayat qur’an yang dibolak-balik.

https://www.facebook.com/HartonoAhmadJaiz/posts/2048971178553221?__tn__=K-R

Takut dibilang mencela junjungan

Saking takutnya dikenai sebutan mencela pemimpin, dan agar benar2 merasa bersih sama sekali tidak pernah mencelanya walau pemimpin itu sedang dibersamai gerombolan permainan sihir bermantra kesukaan setan di sana sini, segelintir orang ya tetap membela junjungannya itu.

Tahu2 ketika sang pembela junjungan itu mendapatkan sharing dari teman bahwa ada pihak yang memperingatkan bahwa junjungannya itu sedang dilingkupi gerombolan permainan kemusyrikan; tiba2 yang merasa membela manhaj itu justru mencela yang memperingatkan adanya kemusyrikan itu.

Nah, ketika (yang dicela justru yang mengingatkan adanya penyuburan kemusyrikan itu) sikap seperti itu jangan-jangan ibarat berperasaan membela manhaj, tak tahunya jatuh jadi membela taghut. Masa’ pemimpin yang bergerombol dengan pengusung mantra2 setan masih dibela, dan bahkan mencela orang yang memperingatkan kemusyrikan.

Lha kenapa selama ini gembar-gembor yang paling penting itu memberantas kemusyrikan? Ketika ada yang berupaya memberantas kemusyrikan semampunya malah dicela?

Dikhawatirkan, jangan2 sikap merasa membela manhaj tapi penerapannya justru jatuh membela kemusyrikan, bahkan mencela yang mengingatkannya seperti itu (dikhawatirkan) terhitung sebagai manhaj kebalik-balik tapi merasa bersih. Semoga saja tidak.

***

Setelah satu pihak yang mencapreskan diri telah disoroti kaitannya dengan para pengiringnya yang secara Islam dinilai sebagai gerombolan2 pengusung kemusyrikan, maka berikut ini pemberitahuan disampaikan untuk pihak satunya lagi yang juga mencapreskan diri. Silakan simak.

***

Hartono Ahmad Jaiz

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Yang kami hormati para pendukung utama 02.

Kalau junjungan antum semua juga melakukan yang begini2 seperti yang lagi disemprot ini, ya giliran semprotan mengarah ke junjungan antum pula, insyaAllah. Semoga saja tidak kepleset seperti yg ini.

(Jadi ini sudah kami sampaikan peringatan. Kalau tetap terjadi, mungkin semprotannya lebih tajam lagi, karena telah mengatas namakan hasil ijtima’ ulama’. Maka kalau sampai dikawal-kawal aneka macam yang seperti ini, selayaknya lebih tajam lagi kritikan yang akan dihunjamkan.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh).

(nahimunkar.org)

(Dibaca 1.224 kali, 1 untuk hari ini)