Ilustrasi /foto instapicto.top. Samsul Anwar dan ES tertangkap basah/ist

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Samsul Anwar ketua GP Ansor NU Jepara Jawa Tengah dan ES (istri seorang pengacara) dilaporkan ke Polrestabes Semarang. Sebab, diduga telah melakukan perbuatan perzinaan.

Inilah beritanya.

***

Diduga Selingkuh, Ketua Ormas Jepara Dipolisikan

Samsul Anwar dan ES tertangkap basah/ist

RMOLJateng. Ketua Organisasi Masyarakat (Ormas) Kabupaten Jepara, Samsul Anwar dilaporkan ke Polrestabes Semarang.

Pasalnya, tokoh muda yang sudah menyandang gelar haji tersebut diduga telah berselingkuh dengan ES, yang statusnya istri orang.

Dugaan perselingkuhan Samsul Anwar terungkap saat keduanya ketangkap basah berduaan di Hotel Grand EDGE Jl. Sultan Agung Semarang, Kamis (8/11) oleh suami ES, MAA.

Menurut keterangan MAA (suami), peristiwa itu berawal ketika istrinya (yaitu) ES pergi dari rumah sekitar pukul 09.30 WIB dengan mengendarai mobil pribadi.
MAA yang seorang pengacara ini pun curiga dan mengikuti istrinya secara diam-diam dari belakang. Ternyata ES ke rumah Samsul Anwar, dan mobil ditinggal di tempat itu.

Setelah itu ES dan Samsul Anwar satu mobil menuju ke Semarang. Sampai Semarang sekitar jam 12.00 WIB dan berhenti di Hotel Grand EDGE Jalan Sultan Agung,” ungkapnya, Senin (3/12/2018).

Kedua pasangan yang sedang dimabuk asmara tersebut, kemudian turun ke hotel. Kurang lebih 10 menit, keduanya masuk mobil lagi dan berputar-putar di Kota Semarang. Pada saat itu keduanya juga sempat mampir ke salah satu anjungan tunai mandiri (ATM) di dekat Hotel Grand Candi.

Habis dari ATM kembali lagi ke Hotel Grand EDGE. Saya buntuti terus sampai parkiran pukul 13.30 WIB. Saya menunggu di parkiran sampai jam 22.00 WIB. Pada pukul 15.00 WIB Samsul Anwar sempat keluar sendirian. Jam 18.30 baru kembali lagi ke hotel,” paparnya.

Dikisahkannya, pada pukul  20.00 WIB, dirinya keluar ke Polrestabes Semarang melaporkan kasus dugaan perselingkuhan tersebut. Harapannya dirinya bisa masuk ke kamar hotel untuk menangkap basah.

Tapi karena saya tidak membawa surat nikah, maka saya tidak diberi kuasa untuk masuk kamar hotel. Akhirnya saya kembali ke hotel,” akunya.

Baru dua menit di parkiran, Samsul Anwar dan ES keluar dari hotel.

Saya hadang, mereka saya mintai keterangan. Samsul Anwar bersedia bertanggungjawab,” tukasnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Samsul Anwar dan ES dilaporkan ke Polrestabes Semarang. Sebab, diduga telah melakukan perbuatan perzinaan. [jie]

Laporan: Muhammad Dafi / rmoljateng.com

 

***

Azab Banjir Akibat Korupsi, Zina dan Maraknya Bid’ah

by Nahimunkar.com19 Januari 2014

Korupsi, zina, dan bid’ah merajalela. Azab berupa banjir pun menerjang ke mana-mana, susul menyusul, datang dan datang lagi.

Inilah sorotan media umum dan ulasan nahimunkar.com.

Selamat menyimak dengan baik

***

Azab Banjir; Akibat Korupsi, Zina dan Maraknya Bid’ah

Ujian dan azab memang beda tipis, bagi orang-orang beriman salah satu ciri ujian adalah tetap bersabar dan semakin meningkatkan taqwa. Karena memang sudah pasti orang beriman atau bila kita mau dinaikan derajatnya pasti diuji lebih dahulu sama halnya seperti nabi, sahabat dan para ulama besar.

Pertanyaanya sekarang banjir yang menimpa negeri ini terutama Jakarta dan Banten musibah/azab  atau ujian. Banyak ulama bilang banjir yang setiap 3 tahun sekali menimpa negeri ini adalah azab bukan ujian. Tidak hanya ulama, orang-orang awam bahkan yang tidak pernah sholat pun bilang banjir yang terjadi adalah azab akibat ulah manusian itu sendiri. Bayangkan saja, Tangerang, Lebak yang notabene masih banyak tanah kosong alias sawah pun dilanda banjir. Bahkan Kota Tangerang yang selama ini menggembar-gemborkan akhlakulkarimah pun tak luput dari banjir, sok sudah pasti Jakarta  adalah kota yang banyak maksiat.

Lalu apa sih kira-kira perbuatan manusia Banten, manusia Jakarta dan manusia Tangerang yang membuat Allah marah dan menurunkan azab banjir. Sudah pasti secara teknologi karena banyaknya pembangunan perumahan alias pengembang nakal, bahkan salah satu lurah di Kota Tangerng menuduh banjir akibat pengembang nakal, mungkin ada benarnya, tapi kalau merinci bukankah perijinan pengembang dari BP2T atau dinas PU yang juga merupakan anak buah walikota, nah berarti yang salah bukan pengembang (tapi adalah pemberi izin) alias pemerintah setempat alias oknum-oknum pejabat yang mudah disogok alias KORUPSI.

Yang berikutnya, perzinaan/perselingkuhan di negeri  ini sudah keterlaluan alias sudah membabi buta. Survei sebuah lembaga menyebut bahwa 10 laki-laki yang sudah menikah 8 diantaranya pernah selingkuh, pelajar-pelajar dikota besar SMP/SMA 90% sudah melakukan deep kis dan 60% lagi sudah tidak perawan, luar biasa. Sangat masuk akal bila kemudian Mahfud MD mengusulkan bahwa gratifikasi sex lebih berat dari gratifikasi uang, sehingga harus cepat dibuat undang-undangnya. Pejabat-pejabat pemerintah dari mulai tingkat lurah sampai kepala dinas sebagian besar melakukan rapat-rapat di puncak tentunya dengan selingkuhan atau membeli mentah ’istilahnya’ beli sate.

Dan yang tak kalah besar dan hal ini tidak disadari adalah perbuatan bid’ah yang melanda masyarakat muslim umumnya sampai tingkat imam masjid atau ustad pun banyak yang melakukan bid’ah alias ibadah yang diada-adakan alias tidak berdasarkan sunnah dan quran. Di Banten khususnya berapa ribu orang setiap hari melakukan ziarah ke makam-makam wali atau makan-makam keramat dengan tujuan minta selamat dan minta barokah isitilahnya, dan mari kita telusuri ternyata mereka rata-rata yang mengkoordinir adalah sudah bertitel haji.

Tidak hanya itu, banyak bid’ah-bid’ah yang kalau dibedah secara khusus bisa mengagetkan semua pihak, salah satunya ketika orang meninggal dan saat akan dikuburkan dilakukan azan, atau orang meninggal kemudian dilakukan talqin dan  bahkan acara tahlilan yang sudah membudaya dianggap wajib padahal haditsnya tidak ada, apakah itu bukan bid’ah  yang dosanya besar ???

http://bantenpost.com/old/welcome/nalar/SR0178

***

Kotornya Pejabat, Masyarakat dan Tokoh Agama

{ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ} [الروم: 41]

  1. telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (QS Ar-Rum/30: 41).

{وَمَا كَانَ رَبُّكَ لِيُهْلِكَ الْقُرَى بِظُلْمٍ وَأَهْلُهَا مُصْلِحُونَ} [هود: 117]

  1. dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan. (QS Hud/11: 117).

Cocoklah antara ayat-ayat Al-Qur’an, kenyataan, dan apa yang dikemukakan oleh media umum yang masih menggunakan nalar yang sehat. Kalau penduduk negeri ini orang-orang yang shalih, maka Allah tidak akan mengazabnya. Tetapi ketika para pejabatnya korup, lalu masih pula bersama masyarakatnya mereka berzina di mana-mana; apakah itu dapat disebut sebagai negeri yang penduduknya shalih-shalih? Sama sekali tidak. justru sebaliknya, kotor lagi bejat-bejat.

Nah, sudah pejabat dan rakyatnya banyak yang rusak akhlaqnya bahkan bejat, masih pula para pemimpin agamanya entah itu kyai, ajengan, da’I, muballigh, khatib, tukang do’a dan semacamnya justru menggalakkan bid’ah-bid’ah. Aneka macam bid’ah dikembangkan dan dibesar-besarkan hingga seakan wajib. Padahal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam wanti-wanti:

وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُورِ ، فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ ، وَ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَ كُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ.

Artinya: “Jauhilah perkara-perkara yang baru, karena sesungguhnya setiap yang baru adalah perbuatan bid’ah dan setiap bid’ah adalah kesesatan dan setiap kesesatan di dalam neraka[  Hadits riwayat Abu Daud (4607), Tirmidzi (2676), Ibnu Majah (43, 42), Ahmad (4/126-127) dan dishahihkan oleh Tirmidzi dan Al Hakim di dalam Al Mustadrak (1/95) dan juga Al Albani di dalam Irwa Al Ghalil (no. 2455).1].

Bagaimanapun, seharusnya manusia ini mengakui. Terutama para pemuka masyarakat. Yang pemuka masyarakat secara umum seperti pejabat dan pemimpin masyarakat lainnya ternyata bukan orang-orang shalih. Demikian pula para pemuka agama, sudah saatnya mereka di dunia ini mengaku saja bahwa mereka banyak yang jadi orang-orang zalim dan menyelisihi Islam, menyelisihi perintah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang wanti-wanti agar umat Islam menjauhi bid’ah, malah para tokoh Islam, kyai-kyai, muballigh, da’I, khatib dan sebagainya jualan bid’ah dengan gencarnya. Masih pula menyerang sejadi-jadinya terhadap yang tidak mau ikut-ikutan melakukan bid’ah. Lebih gecar lagi mereka menyerang siapa saja yang menolak bid’ah.

Kezaliman Para pejabat saja sebenarnya sudah pantas mendapatkan azab. Ternyata lebih dari itu, kezaliman para kyai dan pemimpin agama tidak kalah buruknya. Sehingga pantas azab Allah turun sebagai peringatan. Semoga saja teguran Allah Ta’ala ini menyadarkan kita. Bahwa manusia ini sejatinya adalah lemah, namun adalah pembantah yang sombong.

{أَوَلَمْ يَرَ الْإِنْسَانُ أَنَّا خَلَقْنَاهُ مِنْ نُطْفَةٍ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٌ مُبِينٌ } [يس: 77]

  1. dan Apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata! (QS Yasin/36: 77).

Bukankah ayat itu senantiasa dibaca terutama oleh para kyai? Kenapa justru selama ini mereka langgar secara ramai-ramai?

Mana yang lebih buruk, para rahib Yahudi yang dikecam sebagai keledai yang memikul kitab, atau para kyai yang hafal dan berulang-ulang membaca Yasin namun justru mengusung bid’ah ramai-ramai hingga jadi orang-orang yang dijuluki خَصِيمٌ مُبِينٌ penantang yang nyata!?

Mari kita sadari, dan mari kembali ke jalan Allah Ta’ala, mengakui kekeliruan, dan bertaubat dengan taubatan nashuha, taubat yang semurni-murninya. Mumpung sisa umur masih ada, sebagaimana yang sering kita khutbahkan dan nasehatkan di majelis-majelis penyiaran agama.

(nahimunkar.org)

(Dibaca 13.760 kali, 6 untuk hari ini)