Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ahmad Cholil Ridwan mengimbau kepada warga untuk tidak “meminta” keberhasilan di makam Ustadz Jeffry Al Buchori (Uje). Kata dia, meminta-minta di kuburan itu musyrik.

“Saya sebagai ketua MUI mengimbau kepada masyarakat jangan minta-minta di kuburan. Meminta di kuburan itu musyrik. Kalau orang sudah meninggal, kita cukup doakan saja,” kata dia kepada Okezone, Senin (29/4/2013).

 Kholil

 Lanjuntya, mengambil tanah kuburan karena mengganggap keramat lalu menyimpan di laci dengan tujuan beragam itu juga dilarang dan salah menurut akidah.

“Uje orang baik, kita doakan dia mendapat tempat yang tinggi, dibebaskan dari siska kubur, dilapangkan kurburannnya dan masuk surga,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, tiga hari meninggalnya Uje, makam almarhum di kawasan Karet Tengsin, Jakarta Pusat, masih saja ramai dikunjungi warga. Namun tak hanya berziarah, sejumlah orang memanfaatkan makam Uje untuk “meminta” keberhasilan.

“Ada beberapa orang yang memanfaatkan untuk meminta. Mungkin dia tidak mengerti,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Pria paruh baya itu mengaku kerap menegur orang yang sengaja “meminta” di makam Uje. Mereka, kata dia, umumnya datang pada malam hari. Maklum, pada malam hari tenda yang berada di makam Uje tetap diberikan penerangan./ yookberbagi.

***

Wajib atas orang muslimin untuk mengatakan:

{ إياك نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ }

Hanya Engkaulah yang kami sembahdan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. (QS Al-Fatihah: 5).

(Pengucapan ayat itu) dalam setiap raka’at dari shalat-shalat mereka, sebagai petunjuk bagi mereka bahwa ibadah itu tidak ada kecuali bagi-Nya, dan bahwa permintaan tolong itu tidak ada kecuali kepada-Nya, bukan kepada orang-orang mati dari para nabi dan seluruh orang yang shalih.

Al-Lajnah Ad-Daaimah lil-buhuts al-‘ilmiyyah wal ifta’, fatwa nomor 9027

Ketua : Abdul aziz bin Abdullah bin Baaz

 

(nahimunkar.com)

(Dibaca 948 kali, 1 untuk hari ini)