mui

JAKARTA (gemaislam) – Adanya tindakan pelanggaran syar’iat yang telah dilakukan sebagian peziarah makam  Ustadz Jeffry Al Buchori membuat ulama angkat bicara.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Ahmad Kholil Ridwan mengimbau kepada warga untuk tidak ‘meminta’ keberhasilan di makam Ustadz Jeffry Al Buchori. Kata dia, meminta-minta di kuburan itu musyrik.

“Saya sebagai ketua MUI mengimbau kepada masyarakat jangan minta-minta di kuburan. Meminta di kuburan itu musyrik. Kalau orang sudah meninggal kita cukup doakan saja,” katanya, seperti dilansir Okezone, Selasa (30/4 2012).

Menurutnya, orang yang sudah meninggal cukup (dimandikan, dikafani,) dishalatkan kemudian dikuburkan. “Kalau sudah dikubur sudah selesai, jangan balik lagi,” ujarnya.

Lanjutnya, mengambil tanah kuburan karena mengganggap keramat lalu menyimpan di laci dengan tujuan beragam itu juga dilarang dan salah menurut akidah.

“Uje orang baik kita doakan dia mendapat tempat yang tinggi, dibebaskan dari siska kubur, dilapangkan kuburannnya dan masuk surga,” terangnya.

Diketahui, tiga hari setelah wafatnya Uje, ada sebagian peziarah yang membawa bunga dan  tanah kuburan Ustadz tersohor itu untuk dibawa pulang. Bahkan ada juga diantara mereka yang memohon dan meminta keberhasilan  kepada Uje yang telah tiada itu. (bms) Written by Gema Islam

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.179 kali, 1 untuk hari ini)