.

 

AntiLiberalNews – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat KH Cholil Ridwan menentang upaya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang menginstruksikan kadernya memata-matai para khatib Jumat untuk memantau kemungkinan adanya “kampanye hitam” di dalam masjid.

Sikap PDIP yang mau menjalankan aksi intelijen terhadap masjid-masjid tersebut dinilai Kiai Cholil sebagai warisan orde lama dan orde baru untuk mengembalikan Indonesia ke era otoriter, dimana saat itu khatib di masjid selalu diawasi dan bahkan harus mendapat persetujuan pihak keamanan. Ia menegaskan, bahwa kelompok yang memata-matai khatib adalah musuh Islam.

“Dan umat supaya sadar bahwa partai yang memata-matai khatib adalah musuh Islam dan musuh umat Islam,” tegas Kiai Cholil Seperti dilansir Suara Islam Online, Jumat (31/05).

Ia menghimbau agar umat Islam tidak memilih calon presiden dari partai yang memusuhi umat Islam. “Oleh karena itu jangan pilih capresnya. Pilihlah capres yang didukung oleh empat partai Islam,” pesan Kiai Cholil.

Sebelumnya, salah satu anggota tim sukses Jokowi-JK, Eva Kusuma Sundari tidak menampik bahwa timnya menjalankan aksi intelijen untuk mengawasi adanya kampanye hitam dalam khotbah Jumat di masjid.

Eva mengatakan, salah satu yang sudah menginstruksikan itu adalah DPC PDIP Jakarta Timur, dimana mereka menyampaikan instruksinya lewat Twitter pada Kamis (29/5).

Seperti telah tersebar di jejaring sosial twitter, Ketua DPC PDIP Jakarta Timur, pada Kamis (29/05) telah menginstruksikan anak buahnya yang Muslim untuk mendatangi salat Jumat dan mengawasi para khatib.

Eva Kusuma Sundari, politisi liberal PDIP sebelumnya pernah menuding situs Islam lebih berbahaya daripada situs porno.

Red: Randy

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.933 kali, 1 untuk hari ini)