• Ancaman itu dapat dinilai sebagai Menodai Agama atau menyalahgunakan agama.

Ketua DPD PDIP Provinsi Lampung Sjachroedin Zainal Pagaralam pada kampanye nasional pilpres pasangan Jokowi-JK di Lapangan Enggal, Bandar Lampung, Sjachroedin mengancam, warga yang tidak memilih pasangan nomor dua (Jokowi-JK) akan masuk neraka.

“Yang nanti mau masuk surga nanti tanggal 9 Juli jangan lupa pilih Jokowi-JK ya, kalau tidak milih nanti masuk neraka,” ujar Sjachroedin ZP di hadapan massa pendukung Jokowi-JK di Lampung pada Selasa (24/6/2014), seperti dikutip Kompas.com.

Ancaman dari ketua PDIP Lampung itu dapat dinilai menodai agama. Karena telah menjadikan agama sebagai alat mengancam perbuatan yang tidak melanggar agama. Tidak memilih Jokowi-JK sama sekali tidak melanggar agama. Ketika ketua PDIP mengancamnya dengan masuk neraka, berarti menjadikan agama sebagai alat mengancam secara dusta. Berdusta atas nama agama itu jelas menodai agama dan menyalahgunakan agama.

Dalam KUHP Pasal 156a berbunyi :
« Dipidana dengan pidana penjara selama-lumanya lima tahun barang siapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan: a. yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia; b. dengan maksud agar supaya orang tidak menganut agama apa pun juga, yang bersendikan Ketuhanan Yang Maha Esa. »

Apakah dalam kampanye pemilu boleh-boleh saja mengumbar perkataan yang menodai agama seperti itu ?

Kasus ini silakan simak dalam berita berikut ini.

***

Ketua PDIP Lampung : Yang tidak Pilih Jokowi-JK Masuk Neraka

Bandar Lampung (SI Online) – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), meski bukan sebagai partai berideologi agama, rupanya justru secara ngawur memanfaatkan ajaran agama untuk mendukung pasangan Capres/Cawapres dalam Pipres 2014. Tak tanggung-tanggung, mereka mengancam masyarakat yang tak pilih Jokowi-JK dengan ancaman masuk neraka.

Seperti dilakukan Ketua DPD PDIP Provinsi Lampung Sjachroedin Zainal Pagaralam. Pada kampanye nasional pilpres pasangan Jokowi-JK di Lapangan Enggal, Bandar Lampung, Sjachroedin mengancam, warga yang tidak memilih pasangan nomor dua akan masuk neraka.

“Yang nanti mau masuk surga nanti tanggal 9 Juli jangan lupa pilih Jokowi-JK ya, kalau tidak milih nanti masuk neraka,” ujar Sjachroedin ZP di hadapan massa pendukung Jokowi-JK di Lampung pada Selasa (24/6/2014), seperti dikutip Kompas.com.

Lelucon yang tak lucu itu disambut gelak tawa Megawati dan Jusuf Kalla serta massa yang hadir untuk mengikuti kampanye tersebut. Sjachroedin juga mengatakan bahwa pasangan Jokowi dan JK memiliki pengalaman di pemerintahan.

“Pak Jokowi pernah menjadi Wali Kota Solo dan Gubernur DKI demikian juga Jusuf Kalla pernah menjadi Menko Kesra di zaman Presiden Ibu Megawati dan Wakil Presiden SBY,” kata dia.

Pengalaman-pengalaman mengurusi rakyat itulah yang ia yakini akan membawa perubahan lebih baik lagi. “Jadi jangan beli kucing dalam karung ya,” katanya.

Mega : Pasangan Nomor Satu tak Berpengalaman

Kampanye pasangan capres Jokowi-JK di Lampung menghadirkan juru kampanye pimpinan PDI-P Megawati Soekarno Putri, cawapres Jusuf Kalla, serta artis ibu kota Mpok Ati. Dalam kesempatan itu Megawati juga menegaskan bahwa pasangan nomor urut satu tidak  berpengalaman memimpin pemerintahan.

“Mungkin menjadi ketua RT juga belum pernah, ini bukan fitnah saya berani mempertanggungjawabkannya,” ujar Megawati.

Ia juga mengatakan, jangan sampai masyarakat Lampung menyesal selama lima tahun gara-gara salah memilih pemimpin.

“Jadi jangan ragu lagi ya, pilih yang pasti-pasti saja, nomor dua yang sudah berpengalaman,” kata dia lagi.

red: abu faza
sumber: kompas.com/ si online, Selasa, 24/06/2014 17:47:47 |

(nahimunkar.com)

 

(Dibaca 871 kali, 1 untuk hari ini)