Saat Kontras, Pemuda Muhammadiyah, PP Muhammadiyah, Komnas HAM menggelar rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR RI Selasa 12 April 2016 (Foto : M.Asari)/ erabaru.net

Ketua PP Muhamadiyah, Busyro Muqaddas mengatakan adanya kematian Siyono mencederai keberadaban proses penegakan hukum di Indonesia. Apalagi seperti diketahui dalam UU Tindak Terorisme tercantum bahwa dalam salah satu pasal kewenangan adalah mengatur penegak hukum bisa menahan terduga terorisme hingga 30 hari.

“Ini hanya cukup  2-3 hari Siyono tewas. Ini tragedi kemanusiaan yang merobek hati rakyat yang seharusnya dilindungi,” kata Busyro dalam rapat dengar pendapat Komisi III DPR RI, Selasa (12/4/2016).

Waki Ketua Komisi III DPR RI, Desmond Junaidi Mahesa mengatakan hal-hal yang disampaikan oleh Muhamadiyah, Komnas HAM dan KontraS akan menjadi masukan dan catatan dalam rapat dengar pendapat selanjutnya dengan BNPT dan Kapolri. Desmon menuturkan permintaan untuk menunda revisi UU Terorisme atas kritikan deretan penyimpangan penindakan terduga terorisme, menjadi catatan Komisi III DPR RI untuk perbaikan ke depan.

Sumber : erabaru.net – 12/04/2016

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.162 kali, 1 untuk hari ini)