Mavi-Marmara-Ferry-Nur-Surya-Fachrizal-M-Yasin-jurnalis-tv-one-jpeg.image_

3 Relawan kapal Mavi Marmara untuk Gaza dari Indonesia; Ferry Nur (KISPA),

Surya Fachrizal & M Yasin (TV ONE)

ISTANBUL (an-najah) – Ketua Umum Jurnalis Islam Bersatu (JITU) Surya Fachrizal Ginting menjadi saksi korban di Pengadilan Kriminal Tingkat Tinggi Turki dalam kasus penyerangan kapal Mavi Marmara yang dilakukan militer “Israel”.

Senin, (20/05), Pengadilan Kriminal Tingkat Tinggi Turki kembali mengadili lima petinggi militer “Israel” itu atas kasus serangan terhadap kapal Mavi Marmara yang menewaskan sembilan relawan Turki pada 31 Mei 2010.

Beberapa saksi kunci dijadualkan akan hadir. Di antara yang akan bersaksi sebagai korban adalah Ketua Umum JITU Surya Fachrizal.

Surya, wartawan dari kelompok majalah Hidayatullah yang turut sebagai relawan Sahabat Al-Aqsha, ikut tertembak pada saat penyerangan itu terjadi. Sebuah peluru menembus dadanya saat ia hendak menolong relawan Turki lain yang jatuh tertembak.

Rabia Yurt, dari Komisi Hukum Mavi Marmara mengatakan, persidangan Senin (20/5/2013) masih sesi mendengar persaksian korban. “Yang akan bersaksi sekitar 30-35 orang dari dalam dan luar negeri,” kata Rabia di Istanbul seperti dikutip hidayatullah.com, Ahad (19/5/2013).

Menurut Rabia, ada beberapa saksi kunci yang tampil hari ini, di antaranya Cigdem Topcuoglu dan Syaikh Raid Shalah dari Palestina.

Pada serangan itu Cigdem menyaksikan sendiri suaminya, Cetin Topcuoglu, meregang nyawa setelah ditembak komando angkatan laut “israel”. “Dia (Cigdem) korban, saksi, sekaligus janda,” kata Rabia.

Sedangkan Syaikh Raid Shalah adalah pemimpin gerakan Palestina 1948 yang berbasis di Jerusalem (al-Quds) yang juga berada di kapal Mavi Marmara saat serangan terjadi.

Syaikh Shalah juga mantan anggota parlemen “Israel” mewakili minoritas Arab yang tinggal di daerah Palestina Terjajah.

Kapal Mavi Marmara adalah salah satu kapal Armada Kebebasan (Freedom Flotilla) yang membawa 10 ribu ton bantuan kemanusiaan untuk rakyat Gaza. Kawasan yang waktu itu sudah hampir 3 tahun dikepung zionis “israel” tersebut sangat memerlukan bantuan. Angkatan laut zionis mengerahkan armada besar menyerbu keenam kapal Freedom Flotilla termasuk helikopter tempur dan kapal-kapal selam.

Akibat serangan itu, 9 relawan gugur ditembak, sekitar 50 lainnya luka parah, dan lebih dari seratus luka ringan.

Indonesia diwakili tiga organisasi kemanusiaan: Sahabat Al-Aqsha, KISPA dan MER-C dengan relawan berjumlah 12 orang. Dua di antara relawan Indonesia ikut tertembak, yaitu Surya Fachrizal dan Okvianto Emil Baharuddin.

Mohon doa Sahabat sekalian, agar persidangan dunia ini menjadi salah satu pintu terbongkarnya kembali kejahatan zionis “Israel” sampai Allah menjatuhkan vonisnya, di dunia dan Akhirat. (fajar/hidayatullah.com/an-najah)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 358 kali, 1 untuk hari ini)