https://www.youtube.com/watch?feature=player_detailpage&v=KcLdtRujRig

Kita dapati diantara bukti kecerobahan si mulut fitnah ini, adalah dia menyebutkan Yayasan As-Sunnah Cirebon dipimpin oleh Salim Bajri dan Yayasan As-Shofwa Jakarta dipimpin oleh Maman Abdurrohman, sudah tentu hal ini salah dan jadi bahan tertawaan orang-orang yang tahu kedua yayasan ini, mestinya dia merasa malu, jika dia tidak merasa malu maka jutaan orang NU akan malu dipimpin oleh orang yang tidak punya rasa malu.

Bukti yang lainnya adalah dia menyebutkan 3 nama orang yang telah melakukan terorisme kemudian dengan entengnya dikatakan bahwa mereka adalah murid-murid Yayasan As-Sunnah Cirebon tanpa sedikit bukti sekalipun, padahal ketiga orang ini tidak pernah sekolah di As-Sunnah sama sekali.

Inilah tulisan salah seorang Ustadz yang disebut pula dalam ceramah SAS (Said Aqil Siradj ) yang videonya kini beradar.

***

 

Said Aqil Siradj Si Mulut Fitnah

 

Januari 13 20:22 2015

Oleh: Yusuf Utsman Baisa

Beberapa hari yang lalu kita dikejutkan dengan tayangan TV9 JAWA TIMUR yang menampilkan Ketua Umum PB NU dalam acara Maulid Nabi di Sidoarjo, dimana dengan ringannya – pada acara yang dihadiri ribuan orang dan disaksikan jutaan pemirsa TV9 itu – dia menuduh beberapa orang dan beberapa yayasan Islam dengan tuduhan teroris, tanpa didukung dengan bukti yang kuat, sumber informasi yang valid dan persaksian orang-orang yang bisa dipercaya.

Ternyata kelancangan mulut orang yang satu ini telah berulang berkali-kali dilakukannya dalam berbagai acara yang juga dihadiri oleh banyak orang, diantaranya pada acara fatayat NU di hotel cempaka Jakarta.

Yang sangat disayangkan diantaranya adalah kapasitas dia sebagai seorang Ketua PB NU sebagai sebuah ormas besar yang konon beranggotakan 70 juta orang, namun melakukan perbuatan fitnah yang tidak layak dilakukan oleh seorang muslim dari kalangan rakyat jelata sekalipun.

Lucunya informasi yang disebutkannya penuh dengan kesalahan yang menunjukkan bahwa sumber informasi tersebut adalah orang yang asal-asalan dalam memberikan masukan, sedangkan Ketua PB NU ini sangat ceroboh karena tidak mau memeriksanya terlebih dahulu, justru langsung main percaya saja.

Kalau dibandingkan dengan Ketua PB NU yang lainnya, maka nampak Gusdur lebih berhati-hati dibanding orang yang satu ini, bahkan Gusdur selalu menyebutkan nama orang dengan menyebutkan inisialnya saja berupa beberapa huruf.

Kita dapati diantara bukti kecerobahan si mulut fitnah ini, adalah dia menyebutkan Yayasan As-Sunnah Cirebon dipimpin oleh Salim Bajri dan Yayasan As-Shofwa Jakarta dipimpin oleh Maman Abdurrohman, sudah tentu hal ini salah dan jadi bahan tertawaan orang-orang yang tahu kedua yayasan ini, mestinya dia merasa malu, jika dia tidak merasa malu maka jutaan orang NU akan malu dipimpin oleh orang yang tidak punya rasa malu.

Bukti yang lainnya adalah dia menyebutkan 3 nama orang yang telah melakukan terorisme kemudian dengan entengnya dikatakan bahwa mereka adalah murid-murid As-Sunnah tanpa sedikit bukti sekalipun, padahal ketiga orang ini tidak pernah sekolah di As-Sunnah sama sekali.

 

Semestinya orang yang predikat ilmiahnya Profesor Doktor jika berbicara sangat ilmiah dan selalu memperkuat pembahasannya dengan bukti-bukti ilmiah, namun sangat disayangkan hal ini justru tidak berlaku pada si mulut fitnah ini.

 

Alangkah sedihnya nasib tujuh puluh juta anggota NU jika orang ini terpilih kembali jadi Ketua PBNU pada periode yang akan datang, yang konon akan berlangsung pada bulan Oktober tahun ini juga./ gemaislam.com

(nahimunkar.com)