Zuhad Aji Firmantoro, Ketua Umum PB HMI MPO. ISTIMEWA

AKURAT.CO, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) MPO mengutuk keras tindakan represif oknum aparat kepolisian terhadap anggota HMI Cabang Jakarta saat melakukan aksi di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (21/5).

Ketau Umum PB HMI MPO, Zuhad Aji Firmantoro menilai, tindakan oknum aparat kepolisian tersebut terlalu berlebihan. Berdasarkan Video yang ia terima dari kader HMI menunjukkan bahwa tindakan oknum kepolisian itu benar-benar keterlaluan dalam merespon aksi itu.

“Saya mengutuk dan menyayangkan tindakan respon aparat kepolisiam yang berlebihan dan itu kita sayangkan,” kata Zuhad Aji saat ditemuai di Kantor HMIdi Tanjung Barat, Jakarta Selatan, Senin (21/5) malam.

Zuhad Aji pun mengaku telah meminta kepada Komisi Hukum dan HAM PB HMI dan Komisi Mahasiswa dan Kepemudaan untuk mengawal kasus pemukulan kader HMI hingga tuntas. “PB HMI akan melakukan advokasi terhadap kader yang menjadi korban pemukulan,” lanjutnya.

Ia juga meminta kepada Polri untuk mengusut tuntas anggotanya yang memukul kader HMI. “Meminta kepada kepolisian untuk mengusut anggotanya yang belaku repsefif,” ujarnya.

Selain itu, ia meminta kepada kader HMI MPO se-Indonesia untuk merapatkan barisan dan tetap menunggu instruksi dari PB HMI.

Sebelumnya, HMI MPO Cabang Jakarta melakukan aksi di depan Istana Kepresidenan dengan tema
“Refleksi 20 tahun Reformasi: Jokowi Pemimpin Haram”. Aksi ini pun diwarnai kericuhan.

Adapun tuntutan HMI Cabang Jakarta, pertama menuntut Jokowi-JK untuk mundur dari Jabatannya sebagai pemimpin di Negeri ini karena telah gagal menjalankan tugasnya dan telah berlaku munafik

Kedua, meminta anggota DPR RI untuk segera mengevaluasi kepemimpinan Jokowi-JK

Ketiga, meminta anggota MPR untuk menjabut mandat Jokowi-JK

Keempat, mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk turun ke jalan dalam rangka mendesak Jokowi-JK turun dari Jabatannya.

Saat ini tujuh Mahasiswa HMI MPO masuk rumah sakit Tarakan Ruang IGD dengan kondisi kritis, yaitu Al Azhar Musa (Ketua Cabang HMI MPO), Irfan Maftuh (Korlab Aksi/ketua umum Front Nasional MPI), Arnol (HMI MPO), Ahmad Kerley (HMI MPO), Alfian (HMI MPO), Arif Ibnu Halim (HMI MPO) dan Lucky Mahendra (HMI MPO). Ketujuh mahasiswa dipukul oleh aparat kepolisian di depan Istana Negara saat melakukan aksi.

Sumber: news.akurat.co

(nahimunkar.org)

(Dibaca 409 kali, 1 untuk hari ini)