Keutamaan Bulan Sya’ban


(Amalan diangkat pada bulan Syaban kepada Allah)

Usamah bin Zaid radhiyallahu’anhuma meriwayatkan: Aku berkata : Wahai Rasulullah, aku tidak melihat engkau berpuasa sebulan diantara bulan-bulan lainnya sebagaimana engkau berpuasa di bulan Sya’ban. Beliau menjawab: Itu adalah bulan yang manusia lalai darinya, terletak diantara Rajab dan Ramadhan. Yaitu bulan yang amalan shalih diangkat pada waktu itu kepada Rabb semesta alam, dan aku ingin amalanku diangkat dalam keadaan diriku berpuasa. (Dihasankan oleh Syaikh al-Bani/Shahih wa Dha’if Sunan an Nasa’i Juz 6)


(Banyaknya puasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam di dalamnya)

Dari Aisyah radhiyallahu’anha berkata: Dahulu Nabi shallallahu’alaihi wasallam berpuasa sampi kami mengatakan: Beliau tidak berbuka. Dan kadang beliau berbuka sampai kami mengatakan beliau itu tidak berpuasa. Dan saya tidak melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyempurnakan berpuasa dalam sebulan selain bulan Ramadhan. Dan saya tidak melihat bulan yg beliau lebih banyak berpuasa dibanding bulan Sya’ban. (HR. Bukhary, Muslim, Abu Dawud, An-Nasai dan At-Tirmidzi)

***

كثرة صيام النبي صلى الله عليه وسلم فيه:
وعن عائشة رضي الله عنها قالت
كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يصوم حتى نقول لا يفطر ويفطر حتى نقول لا يصوم وما رأيت رسول الله صلى الله عليه وسلم استكمل صيام شهر قط إلا شهر رمضان وما رأيته في شهر أكثر صياما منه في شعبان
رواه البخاري ومسلم وأبو داود
ورواه النسائي والترمذي وغيرهما


(Diampuninya dosa-dosa di bulan malam pertengahan bulan Sya’ban)

Beliau shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Sesungguhnya Allah Ta’ala muncul di malam nishfu Sya’ban lalu Dia mengampuni seluruh makhluknya kecuali orang musyrik atau orang yg bermusuhan dengan saudaranya. (HR. Ibnu Majah dan dihasankan Al-Albani)

***

غفران الذنوب في ليلة النصف من شعبان:
قال صلى الله عليه وسلم : «إِنَّ اللَه تَعَالَى لَيَطَّلِعُ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلقِهِ إِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ» رواه ابن ماجه وحسّنه الألباني .


(Hikmah puasa bulan Sya’ban)

Ibnu Rajab rahimahullah berkata: Puasa bulan Sya’ban itu ibarat latihan untuk (menghadapi) puasa Ramadhan, agar tidak mengalami kesulitan dan keberatan tatkala memasuki puasa Ramadhan, bahkan ia telah terlatih terbiasa berpuasa. Dan ia mendapati dengan puasa Sya’ban sebelumnya manisnya dan kelezatan puasa, maka iapun memaski puasa Ramadhan dengan kekuatan dan semangat.

Tatkala puasa Sya’ban itu seperti pembuakaan Ramadhan, maka disyariatkan padanya apa yg disyariatkan pada Ramadhan, maka jiwa menjadi terlatih dengan itu untuk mentaati Ar-Rahman. (Latha’if al-Maarif 138)

***

الحكمة من صيام شهر شعبان:
قال ابن رجب رحمه الله:
*
صيامه كالتمرين على صيام رمضان لئلا يدخل في صوم رمضان على مشقة و كلفة بل قد تمرن على الصيام و اعتاده ووجد بصيام شعبان قبله حلاوة الصيام و لذته فيدخل في صيام رمضان بقوة و نشاط

* لما كان شعبان كالمقدمة لرمضان شرع فيه ما يشرع في رمضان من الصيام و قراءة القرآن ليحصل التأهب لتلقي رمضان و ترتاض النفوس بذلك على طاعة الرحمن.
(
لطائف المعارف 138).


(Apa yg dilakukan para salaf di bulan Sya’ban?)

Salamah bin Kuhail rahimahullah berkata: Dahulu bulan Sya’ban itu disebut dengan bulan Qurra (Pembaca Al-Quran).

Habib bin Abi Tsabit rahimahullah jika memasuki bulan Sya’ban berkata : Ini adalah bulan Qurra (pembaca Al-Quran)

Dahulu Amer bin Qais Al-Malaa’i jika memasuki bulan Sya’ban menutup tempat jualannya dan dia menghabiskan waktunya untuk membaca Al-Quran. (Lathaa’if Al-Ma’aarif 138)

***

ماذا يصنع السلف في شعبان:
*
قال سلمة بن كهيل : كان يقال شهر شعبان شهر القُرّاء
*
و كان حبيب بن أبي ثابت إذا دخل شعبان قال : هذا شهر القُرّاء
*
وكان عمرو بن قيس الملائي إذا دخل شعبان أغلق حانوته و تفرغ لقراءة القرآن.
(
لطائف المعارف 138).


 
 

Sumber: Chanel Telegram al-Mahrah ad-Da’awiyah as-Salafiyah

Shb 9 1437 forumsalafy Kategori: Akidah

KEUTAMAAN BULAN SYA’BAN

https://forumsalafy.net/keutamaan-bulan-syaban/

***

Perkara-perkara Seputar Bulan Sya’ban

Asal Penamaannya
Nama bulan ini berasal dari kata “sya’b” yang berarti kelompok atau golongan. Imam Ibnu Hajar berkata :

وَسُمِّيَ شَعْبَانَ لِتَشَعُّبِهِمْ فِي طَلَبِ الْمِيَاهِ أَوْ فِي الْغَارَاتِ بَعْدَ أَنْ يَخْرُجَ شَهْرُ رَجَبٍ الْحَرَامِ

Bulan ini dinamakan Sya’ban karena pada bulan tersebut orang-orang pergi secara berkelompok untuk mencari air atau mereka keluar bersama kelompoknya untuk berperang setelah berakhirnya bulan Rajab (yang disucikan dan tidak boleh berperang pada bulan itu).” [Fathul Baari, 4/213]
Keutamaannya
1. Pada bulan itu, amalan-amalan hamba akan diangkat ke Allah
Usamah bin Zaid berkata, Wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, saya belum pernah melihatmu berpuasa dalam sebulan sebanyak yang engkau jalani di bulan Sya’ban ini ? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ العَالَمِينَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

“Bulan ini adalah bulan yang banyak manusia lalai di dalamnya, bulan antara Rajab dan Ramadhan. Pada bulan ini akan diangkat sekalian amal kepada Allah. Olehnya saya senang jika amalku itu diangkat dalam keadaan saya berpuasa.”. (HR. Ahmad)
2. Pada pertengahan bulan itu (malam nishfu sya’ban, red NM), Allah akan mengampuni hamba-hamba Nya
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّ اللَه تَعَالَى لَيَطَّلِعُ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلقِهِ إِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ

“Sesungguhnya Allah betul-betul akan melihat hamba Nya di malam pertengahan bulan Sya’ban. Ketika itu, Ia akan mengampuni seluruh hamba-Nya kecuali orang musyrik dan orang yang bertikai dengan saudaranya.”. (HR. Ibnu Hibban. Dihasankan oleh syaikh Al Baani, dan oleh syaik Syuaib Al Arnauuth dinyatakan sebagai hadits shahih dengan beberapa syahidnya)
 
Amalan Yang Disunnahkan
1. Puasa
Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata

مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلَّا رَمَضَانَ وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ

“Tidaklah pernah aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyempurnakan puasa sebulan penuh kecuali pada Ramadhan. Dan tidaklah pernah aku melihatnya lebih banyak berpuasa dalam sebulan melebihi puasanya di bulan Sya’ban.”. (HR. Bukhari).
Dalam hadits lain, Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata :

وَلَا صَامَ شَهْرًا كَامِلًا غَيْرَ رَمَضَانَ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah berpuasa sebulan penuh kecuali pada bulan Ramadhan.”. (HR. Muslim)

Dari kedua keterangan ini diketahui bahwa meski Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat banyak berpuasa pada bulan ini (Sya’ban), namun tidaklah Beliau berpuasa sebulan penuh di bulan tersebut
2. Membaca Al Quran
Salamah bin Kuhail (seorang ulama taabi’ien) berkata :

كان يقال شهر شعبان شهر القراء

“Bulan Sya’ban itu digelari sebagai bulan para qurra’ (para pembaca Al Quran).”. Demikianlah ‘Amr bin Qais Al Mulaai (seorang ulama taabi’ien), bila bulan Sya’ban telah jelang, maka Beliau pun menutup tokonya dan mengkhususkan waktunya untuk membaca Al Quran.”. (Lathaaiful Ma’aarif, hal. 135)


3. Mensucikan hati jelang Ramadhan
Ramadhan adalah tamu agung yang kedatangannya sangat dinanti-nanti oleh seluruh kaum muslimin. Selayaknya tamu agung, maka tentu berbagai persiapan hendaknya dilakukan jelang kedatangannya. Olehnya, maka diantara hikmah anjuran puasa di bulan Sya’ban ini yaitu agar seseorang selain dapat mempersiapkan fisiknya dengan mulai membiasakannya berpuasa, juga untuk lebih menyiapkan ruh atau hatinya dengan menekuni ibadah ini.
Hikmah ini lebih diperkuat lagi dengan adanya keterangan khusus sebagaimana telah disebutkan bahwa di malam pertengahan bulan Sya’ban, Allah akan melihat hamba-hamba-Nya dan mengampuni mereka seluruhnya kecuali musyrik dan mereka yang (masih) bertikai dengan saudaranya. Seakan dengan keterangan ini, agama hendak menitipkan pesan agar setiap orang lebih sungguh-sungguh lagi membersihkan segala penyakit yang masih saja lekat dalam hatinya hingga masa-masa semakin dekatnya kedatangan tamu agung tersebut; baik penyakit yang berkaitan secara vertical kepada Allah (yaitu penyakit syirik), maupun penyakit yang berkaitan secara horizontal kepada saudaranya semuslim (penyakit dendam, permusuhan dan yang sejenisnya).
Dan karena puasa itu adalah ibadah yang menghimpun berbagai jenis ibadah dan kebaikan lainnya, dan di bulan ini seorang muslim dianjurkan memperbanyak puasa, maka tentu secara umum seluruh jenis kebaikan, -pun dianjurkan untuk dilakukan pada bulan ini. Semuanya dalam upaya kita untuk lebih baik dan maksimal dalam menghadapi bulan mulia, bulan Ramadhan.

Peringatan
Diawal-awal bulan Sya’ban ini biasanya beredar banyak pesan singkat via media sosial berisi anjuran agama untuk melakukan ritual ini dan itu tanpa mencantumkan rujukan yang jelas, beserta pesan untuk mengabari kedatangan bulan ini kepada orang lain. Pesan-pesan tersebut adalah informasi yang tidak jelas sumbernya (hoax). Dan seluruh jenis hoax yang disandarkan kepada agama adalah tertolak. Olehnya berhati-hatilah dalam menerima informasi, terlebih untuk membagikan informasi tersebut ke pihak lain.
Wallahu a’lam bis shawaab

https://albinaa.sch.id/perkara-perkara-seputar-bulan-syaban/

 

(nahimunkar.org)

(Dibaca 192 kali, 1 untuk hari ini)