Ilustrasi google search


Setiap ibadah diwahyukan kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam saat beliau di muka bumi, kecuali ibadah shalat. Allah mewahyukan kewajiban shalat tersebut di atas langit. Bukankah hal ini menunjukkan betapa pentingnya masalah shalat?!! Adakah hal ini diperhatikan oleh kaum muslimin?

Saat berkunjung ke suatu daerah di bagian Selatan Jawa Tengah, kami berpapasan dengan rombongan pawai, ada yang naik kuda diiringi music dan permainan tambur/ drumband. Acara apa itu?

Itu perayaan khatam Qur’an (anak khatam juz ‘Amma, bisa baca, bukan hafal), jawab tuan rumah yang membawa kami.

Lho kok pakai music?

Ya, begitulah. Bahkan pemilik kuda itu orang tahu dia mengiringinya suka mabok. Dulu kampung kami juga ikut-ikutan perayaan khataman Qur’an seperti itu. Tapi karena diiringi music, dan pemilik kudanya diketahui suka mabok maka masyarakat tidak mau lagi mengadakan perayaan seperti itu.

Ya… Lebih dari itu, acara itu dan acara2 peringatan2 lainnya biasanya pakai pengajian, ceramah agama. Di halaman masjid, pakai tarub/ tenda. Biasanya begitu selesai acara, langsung azan shalat. Tapi mereka yang hadir itu ya langsung bubar, tidak ikut shalat berjamaah di masjid tempat acara itu tadi, ungkap tuan rumah menjelaskan.

Lha kenapa?

Ya begitulah. Walaupun acaranya perayaan Isra’ mi’raj tentang perintah Allah mengenai kewajiban shalat 5 waktu sehari semalam. Tapi baru saja mereka diceramahi, namun mereka langsung bubar saat azan panggilan shalat itu berkumandang di masjid tempat acara itu. Azan itu juga hanya diikuti shalat berjamaah orang2 yang biasa sehari-hari shalat berjamaah di masjid itu.

Begitulah.

Demimian sepenggal kisah nyata di hari ini.

Ancaman bagi yang tidak shalat

Firman Allah Ta’ala,

كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ رَهِينَةٌ (38) إِلَّا أَصْحَابَ الْيَمِينِ (39) فِي جَنَّاتٍ يَتَسَاءَلُونَ (40) عَنِ الْمُجْرِمِينَ (41) مَا سَلَكَكُمْ فِي سَقَرَ (42) قَالُوا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّينَ (43) وَلَمْ نَكُ نُطْعِمُ الْمِسْكِينَ (44) وَكُنَّا نَخُوضُ مَعَ الْخَائِضِينَ (45) وَكُنَّا نُكَذِّبُ بِيَوْمِ الدِّينِ (46) حَتَّى أَتَانَا الْيَقِينُ (47)

Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya, kecuali golongan kanan, berada di dalam surga, mereka tanya menanya, tentang (keadaan) orang-orang yang berdosa, “Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?” Mereka menjawab: “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin, dan adalah kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya, dan adalah kami mendustakan hari pembalasan, hingga datang kepada kami kematian”.” (QS. Al Mudatstsir [74] : 38-47)

Ancaman bagi yang tidak shalat berjamaah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ بِحَطَبٍ فَيُحْتَطَبَ ، ثُمَّ آمُرَ بِالصَّلاَةِ فَيُؤَذَّنَ لَهَا ، ثُمَّ آمُرَ رَجُلاً فَيَؤُمَّ النَّاسَ ، ثُمَّ أُخَالِفَ إِلَى رِجَالٍ فَأُحَرِّقَ عَلَيْهِمْ بُيُوتَهُمْ

Demi jiwaku yang ada pada tangan-Nya, aku telah bermaksud memerintahkan untuk mengambilkan kayu bakar, lalu dikumpulkan, kemudian aku memerintahkan azan shalat untuk dikumandangkan. Lalu aku memerintahkan seseorang untuk mengimami orang-orang berjama’ah, kemudian aku mendatangi orang-orang yang tidak shalat berjama’ah lalu aku membakar rumah mereka.” (HR. Bukhari, no. 644 dan Muslim, no. 651)

(nahimunkar.org)

(Dibaca 242 kali, 1 untuk hari ini)