.

 

Sesepuh NU KH Abdul Hamid Baidlowi yang dikenal anti syiah dan anti liberalwafat di Rumah Sakit Keluarga Sehat (KSH) Pati, Jawa Tengah Ahad (15/6 2014).

K.H. Abdul Hamid Baidlowi adalah Pengasuh Ponpes Al Wahdah Lasem Rembang Jawa Tengah. Dia dikenal sebagai ulama NU yang anti Gusdur, bahkan mengadukan Gus Dur ke polisi bersama para kyai dan tokoh Islam lainnya dalam kasus diduga Gus Dur menghina Al-Qur’an denga menganggap Al-Qur’an sebagai kitab suci paling porno. Sayangnya, aduan Kyai Baidlowi dan para kyai lainnya itu sampai Gusdur meninggal tidak pernah ada pengadilannya soal itu.

Di samping itu Kyai Baidlowi  juga lantang dalam menyuarakan anti syiah. Bahkan dia menjadi ketua Dewan Syuro yang bertanda tangan dalam Deklarasi ANAS (Aliansi Nasional Anti Syiah) di Masjid Al-Fajri, Bandung, 20 Jumadits Tsaniyah 1435H/ 20 April 2014. Penandatangan lainnya adalah KH Atip Latiful Hayat ketua Dewan Pakar ANAS, dan KH Athian Ali M Da’I ketua Pengurus Harian ANAS.

KH Abdul Hamid Baidlowi juga dikenal lantang mengkritisi pendapat ketua umum PBNU Sad Aqil Siradj. Dalam hal ini dapat dibaca tulisan berjudulH Abdul Hamid Baidlowi: Said Aqil Siradj menghina Nabihttps://www.nahimunkar.org/kh-abdul-hamid-baidlowi-said-aqil-siradj-menghina-nabi/

Wafatnya kyai ini dapat dibaca dalam berita berikut ini.

***

Sesepuh NU KH Abdul Hamid Baidlowi Berpulang

Senin 17 Syaaban 1435 / 16 Juni 2014 09:10

Innalillahi wainna ilaihi rojiuun. Kabar duka datang dari Rembang. Sesepuh Nahdlatul Ulama KH Abdul Hamid Baidlowi telah berpulang, Ahad (15/6).

Mbah Mik, sapaannya, wafat di Rumah Sakit Keluarga Sehat (KSH) Pati, setelah dirawat dua hari karena penurunan kadar gula.

K.H. Abdul Hamid Baidlowi adalah Pengasuh Ponpes Al Wahdah Lasem Rembang Jawa Tengah. Pemakaman akan dilakukan hari ini pukul. 10.00 WIB.

Bagi masyarakat Rembang, nama KH Abdul Hamid Baidlowi sudah tidak asing lagi. Banyak warga yang mengenal namanya karena dia merupakan putra ulama besar asal Lasem, KH Baidlowi (almarhum) yang semasa hidupnya pernah menjadi Rais Akbar Tariqah Se-Indonesia.

Pada zaman Orde Baru, nama KH Hamid Baidlowi juga sering muncul di koran-koran, baik koran daerah maupun nasional. Sebab, pada saat itu dia terang-terangan masuk jajaran pengurus PBNU pimpinan Abu Hasan yang merupakan tandingan PBNU pimpinan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Sebab kiprahnya dalam dunia politik, kediaman pengasuh Pondok Pesantren Al Wahdah itu sering dikunjungi pejabat tingkat nasional. Sebut Sudharmono (saat menjabat wapres/Ketua Umum DPP Golkar), H Harmoko saat menjabat Menteri Penerangan, bahkan Akbar Tanjung dan Munawir Sjadzali.

KH Abdul Hamid Baidlowi juga menyampaikan makalah ilmiah pada acara pertemuan ulama dan habib di Pondok Pesantren Ath-Thohiriyyah Jakarta pada 14 Rajab 1416 H/ 7 Desember 1995 M yang berjudul ”Kritik Terhadap Gus Dur dan Said Aqil.Makalah lainya berjudul” Menyiasati Bahaya Syiah di Kalangan Nahdlatul Ulama di penghujung Abad Ini.

Makalah itu disampaikan pada acara sarasehan IPNU-IPPNU cabang Jombang pada 1 Safar 1417 H/ 17 Juni 1996 M. Makalah tersebut hadir di saat umat Islam mulai resah atas bahaya pemikiran Gus-Dur, dan membongkar kerancauan ideologi syiah rafidhoh yang dipasarkan lewat pemikiran Said Aqil Siradj .

Kepeduliaannya terhadap problema umat terus terpatri dalam dirinya. April lalu, KH Baidlowi turut hadir dalam Acara Deklarasi Nasional Anti Syiah di Bandung.

“Mohon doanya, semoga Allah SWT melimpahkan maghfiroh dan rahmat-Nya. Aamiin,” pesan singkat Tardjono Abu Muas, Pengurus Forum Ulama dan Ummat Indonesia kepada Islampos. [pz/Islampos]

(nahimunkar.com)

(Dibaca 5.303 kali, 1 untuk hari ini)