Redaksi Salam-Online –

JAKARTA (SALAM-ONLINE): Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) menyatakan dukungannya terhadap pemerintah Sudan di bawah kepemimpinan Presiden Omar Al Bashir yang telah menutup Pusat Kebudayaan Iran dan mengusir diplomat negara Syiah itu dalam jangka waktu 72 jam, di awal September lalu.

“Kami Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) Indonesia dengan ini memberi penghargaan dan dukungan penuh atas sikap Pemerintah Sudan tersebut, karena memang faktanya pengikut paham Syiah di mana pun berada selalu menjadi duri dan penentang keras umat Islam,” demikian pernyataan dukungan ANNAS kepada pemerintah Sudan yang ditandatangani oleh ketua harian KH Athian Ali M. Da’i, Lc, MA, dan Tardjono Abu Muas selaku sekretaris.

Menurut ANNAS, paham Syiah sangat potensial untuk menciptakan konflik horizontal yang merusak tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan berrnegara.

Karena itu, ANNAS yang berkedudukan di Bandung, Jawa Barat, berjuang bersama tokoh dan ulama-ulama yang konsisten dari berbagai daerah di Indonesia untuk mengantisipasi gerakan sesat Syiah yang semakin merajalela pula di Indonesia. Pesatnya gerakan ini nyatanya mendapat dukungan strategis dari Kedutaan Besar Iran yang berkedok pada kegiatan Pusat Kebudayaannya.

“Mereka memprovokasi dengan ajaran palsu Syiah untuk menarik minat para pemuda laki-laki dan wanita, para pelajar, intelektual dan juga kalangan birokrat untuk bersimpati dan menjadi bagian dari pengembangan dakwah Syiah di Negara mayoritas Muslim. Indonesia dan Sudan memiliki kesamaan dalam upaya penyesatan terhadap umat Islam oleh penganut paham sesat Syiah tersebut,” tegas ANNAS.

Dalam pengamatan ANNAS, Kedutaan Besar Iran adalah Markas Besar Penyebaran Syiah. ANNAS juga melihat, kepercayaan dan keberanian para pengikut Syiah disandarkan pada dorongan, bantuan, serta kerja intelijen Kedutaan Besar Iran. Termasuk penggelontoran dana dan kerjasama dalam berbagai bidang, khususnya dalam dakwah dan pendidikan.

“Karena itu, kami berharap sikap politik Pemerintah Sudan yang menutup Pusat Kebudayaan Iran dan mengusir diplomat Iran dari Sudan adalah langkah yang positif dan pelajaran berharga bagi pemerintah dan masyarakat di negara Muslim lainnya,” harap ANNAS.

Surat apresiasi dan dukungan terhadap pemerintah Sudan ini diterima Kedutaan Besar negara itu di Jakarta pada 19 September lalu. Surat dukungan ANNAS itu ditembuskan pula kepada Kementerian Luar Negeri RI, Kementerian Agama RI dan Majelis Ulama Indonesia/MUI Pusat. (salam-online)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 335 kali, 1 untuk hari ini)