• “Film itu jelas tidak mendidik untuk para santri. Sutradaranya ( Livi Zheng) jelas tidak mengetahui hakikat santri dan pesantren sendiri karena dia kafir,” tegas KH. Luthfi Bashori.

     

Jakarta – Tokoh NU Jawa Timur, KH. Luthfi Bashori mengecam keberadaan film The Santri. Ia menegaskan bahwa film tersebut tidak mencerminkan akhlaq seorang santri.

“Saya mengecam dan menolak film The Santri. Di cuplikan itu ada beberapa yang tidak pantas jika dikatakan itu santri. Kalau kita bicara santri, berbeda dengan pelajar sekolah umum. Perbedaanya, santri di mana-mana tidak kumpul antara santri putri dan putra,” katanya saat dihubungi Kiblat.net pada Selasa (16/09/2019).

Maka, ia justru menyayangkan ketika dalam film tersebut santri perempuan dan laki-laki dicampur. Menurutnya, perilaku tersebut di dunia pesantren sangat ditolak.

“Di The Santri, ada adegan seperti sinetron pada umumnya. Yaitu hubungan perempuan dan laki. Komunikasi, memberikan buku, ini mencoreng nama pesantren,” sambungnya.

Kyai Luthfi juga menegaskan bahwa adanya adegan yang tidak mencerminkan santri menunjukkan sutradara tidak tahu hakikat pesantren dan santri. Namun, kata dia, yang bermasalah yang merestui dan mendesain semacam itu.

“Film itu jelas tidak mendidik untuk para santri. Sutradaranya jelas tidak mengetahui hakikat santri dan pesantren sendiri karena dia kafir,” tegasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

kiblat.net, Selasa, 17 September 2019 15:43  

(nahimunkar.org)

(Dibaca 102 kali, 1 untuk hari ini)