KH Ma’ruf Amin, NU, dan Banser- GP Ansor


Ilustrasi. Logo NU dan Pendiri NU KH Hasyim Asy’ari, anti Syiah Rafidhah. Foto/ dok. net

 

Yang Mulia KH Ma’ruf Amin

Kami merasa gusar ketika Bapak KH Ma’ruf Amin tahu-tahu bergabung dengan golongan yang dipimpin tokoh yang engkar akherat dan menghujat Umat yang meyakini hari pembalasan. Padahal di golongan itu ada yang terang-terangan mencela adzan panggilan shalat, direndahkan dengan dibandingkan kidung yang dia sanjung.

Kenapa kami gusar, karena sebelumnya, anak saya saja sampai kagum terhadap nasihat Bapak KH Ma’ruf Amin ketika di Madinah, di Masjid Nabawi. Lalu disodorkan berita pidato Bapak KH Maruf Amin ini:

 

PETUAH KH. MA’RUF AMIN UNTUK MAHASISWA UIM (Universitas Islam Madinah)

 

Madinah – Dalam rangakaian perjalanan umrohnya, KH. Ma’ruf Amin, Rais ‘Aam Syuriyah PBNU menyempatkan dirinya untuk duduk bersama para mahasiswa Universitas Islam  Madinah di Masjid Nabawi (7/03/2017). Pada kesempatan yang singkat ini, Mantan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI ini memberikan wejangan yang sangat berharga bagi para mahasiswa.

Beliau menyampaikan beberapa permasalahan yang sedang dihadapi oleh umat muslim di Indonesia di antaranya:

  • Harokatu Tadhlil: Gerakan yang bertujuan untuk menyesatkan umat dengan cara menyebarkan aqidah yang menyimpang.
  • Harokatu Takfir wal Irtidad: Gerakan pengkafiran serta pemurtadan. Gerakan ini terancang secara sistematis dan masif. Sehingga dibutuhkan penangkalan dan perlindungan dari para tokoh dan pakar agama untuk membentengi umat dari gerakan ini.
  • Harokatul Ifsad: Gerakan yang bertujuan menghancurkan umat Islam dari dalam, semisal penyebaran narkoba dan kerusakan akhlak.
  • Harokatul Tadh’if: Gerakan yang bertujuan melemahkan umat Islam baik dalam bidang pendidikan maupun ekonomi.
  • Gerakan Radikalisme dan Liberalisme: Gerakan yang terlalu jumud dengan teks dan gerakan yang keluar dari koridor syariat.

KH. Ma’ruf Amin menawarkan sebuah solusi,
“Maka hendaknya kita menjadi para pemikir yang i’tidal (seimbang) tidak berlebihan seperti mereka. Kita harus menjadi generasi yang moderat tapi tidak bebas dan menjadi generasi yang berpikir  berkembang dan tidak monoton, namun tetap dalam koridor manhaj yang benar,” ujar beliau.

Beliau juga mengingatkan para mahasiswa untuk bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu, guna melanjutkan tongkat estafet para ulama’ yang satu-persatu telah tiada. Beliau mengutip sebuah hadits nabi -shalallahu ‘alaihi wassalam-:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنْ الْعِبَادِ وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالًا فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا

“Sesungguhnya Allah tidaklah mencabut ilmu sekaligus mencabutnya dari hamba, akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan cara mewafatkan para ulama hingga bila sudah tidak tersisa ulama maka manusia akan mengangkat pemimpin dari kalangan orang-orang bodoh, ketika mereka ditanya mereka berfatwa tanpa ilmu, mereka sesat dan menyesatkan.” (HR: Bukhari )

Di akhir pertemuan beliau mengingatkan para mahasiswa agar kedepannya bisa membawa perubahan dan perbaikan di Indonesia. Beliau juga menganjurkan mahasiswa agar segera kembali ke tanah air untuk mengabdikan diri setelah lulus nanti.

Demikian nasihat yang beliau sampaikan pada kesempatan tersebut.

Semoga Allah membalas kebaikan beliau serta memberinya kesehatan dan umur panjang.

PPMI Madinah

Sumber : ppmimadinah.org

(nahimunkar.org)

https://www.nahimunkar.org/inilah-nasehat-maruf-amin-sebelum-berubah-jadi-jontrot-kelompok-pembela-penista-islam/

***

Bukankah dengan bergabungnya Bapak KH Ma’ruf Amin dengan golongan yang dipimpin tokoh engkar akherat itu sangat bertentangan dengn nasihat Bapak KH Maruf Amin sendiri?

Apalagi bergabungnya itu dengan melibatkan 70-an juta orang di belakang Bapak, dengan bangganya Bapak seolah mengancam, kalau Bapak tidak dijadikan cawapres di golongan yang dipimpin tokoh engkar akherat itu maka warga di belakang Bapak yang 70 juta orang itu tidak akan mendukung golongan itu. Ini sama dengan Bapak KH Maruf Amin menyeret sekian banyak orang untuk mendukung dan mengusung golongan yang dipimpin tokoh engkar akherat dan ditambah dengan ada yang terang2an sinis ke adzan panggilan shalat.

Betapa berat tanggung jawab Bapak KH Maruf Amin, dengan aneka dampak yang tidak menguntungkan Islam, bahkan memusuhi Islam, dengan gejala banyaknya lakon anak buah Bapak KH Maruf Amin yang membubarkan pengajian2 di masjid2 dan lakon-lakon lain yang sama sekali tidak Islami.

***

Kepada NU

Kami sangat prihatin dengan NU, karena mengingat jasa NU justru dikaburkan oleh NU sendiri.

Betapa mirisnya, ketika mengingat betapa gigihnya perjuangan kyai2 dan tokoh2 NU di DPR untuk terbentuknya UU Perkawinan no 1 tahun 1974. NU termasuk barisan depan bersama tokoh dan aktivis Islam dalam memperjuangkan UU tersebut agar tidak menyeleweng dari syari’at Islam, yang sebelumnya RUU nya (rancangannya) sangat bertentangan dengan Islam. Hingga gedung DPR diduduki oleh ribuan pejuang Islam, yang tidak sedikit dari mereka kemudian dijebloskan ke penjara.

Saksi-saksi hidup bahkan pelaku mungkin masih bisa ditanya, misalnya Abdul Qadir Jaelani, M Amin Djamaluddin (kini ketua LPPI) di Jakarta, atau Kyai NU yang juga berkecimpung di DPR, KH Ali Yafie.

Betapa memalukannya ketika kini justru yang dibela bukan syari’at Islam tetapi malah LGBT yang sangat bertentangan dengan Islam.

Kenapa NU di antaranya GP Ansor/ Banser-nya jadi begini?

Khianat! GP Ansor Minta Hak LGBT Dihormati, Netizen: Astaghfirullah… Saudara Kita Yang Satu ini Sangat Membingungkan


Posted on 3 Mei 2017

by Nahimunkar.org


Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (GP Anshor), Yaqut Cholil Qoumas meminta masyarakat tetap menghormati hak-hak kelompok Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT).

“Yang dihukumi haram berdasar hukum Islam adalah hubungan seks sesama jenis. Namun demikian, keberadaan LGBT tidak mengurangi martabatnya sebagai manusia,” kata Yaqut dalam keterangan tertulisnya, Selasa 16 Februari 2016.

Ia menyatakan, di satu sisi, Islam memiliki posisi moral dalam merespons kelompok ini. Namun, di sisi lain, dia juga tidak bisa memaksa LGBT mengikuti perspektif moral Islam.

“Sikap GP Ansor terhadap pelaku hubungan seks sesama jenis adalah menaati hukum yang  berlaku, sebagaimana kita tidak boleh main hakim sendiri terhadap maling, copet, maupun pelaku kriminal lainnya,” ungkap Yaqut.

Ia menegaskan, GP Anshor menolak adanya perkawinan sesama jenis. Namun, hal ini semata sebagai pandangan terhadap keberadaan LGBT. Sebagaimana, setiap kelompok berhak memiliki pandangannya masing-masing terhadap LGBT. (asp/viva)

Mengomentari berita ini netizen mengatakan “Saudaraku yg satu ini sangat “membingungkan” sikapnya … 
Islam atau liberalkah ? :'(
Semoga sdh insaf …”

Tulis Ibnu Azizi Fathoni,  sementara itu netizen bernama Syamsuddin Alwahidah mengatakan, “Semoga hanya hoax” [www.beritaislamterbaru.org]

*** 

{ وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا إِلَى مَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ رَأَيْتَ الْمُنَافِقِينَ يَصُدُّونَ عَنْكَ صُدُودًا} [النساء: 61]

  1. Apabila dikatakan kepada mereka: “Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul”, niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu [An Nisa’:61]

{ الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ بَعْضُهُمْ مِنْ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمُنْكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوفِ وَيَقْبِضُونَ أَيْدِيَهُمْ نَسُوا اللَّهَ فَنَسِيَهُمْ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ هُمُ الْفَاسِقُونَ (67) وَعَدَ اللَّهُ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْكُفَّارَ نَارَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا هِيَ حَسْبُهُمْ وَلَعَنَهُمُ اللَّهُ وَلَهُمْ عَذَابٌ مُقِيمٌ } [التوبة: 67، 68]

  1. Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma´ruf dan mereka menggenggamkan tangannya. Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik
  2. Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka, dan Allah melaknati mereka, dan bagi mereka azab yang kekal [At Tawbah,67-68]

(nahimunkar.org)

 

***

Perlu diingat pula Kyai NU dulu tetap lantang atau berani bicara lantang dalam mencegah kebatilan walau dilakukan oleh petinggi negeri ini. Contohnya, Kyai Ali Maksum Krapyak Jogja berani mengemukakn bahwa menurut satu kitab, adalah murtad, ucapan yang menganggap Hukum waris Islam tidak adil, dan ada beberapa ayat2 Al-Qur’an yang tidak relevam lagi, itu adalah murtad. Padahal yang mengucapkan itu seorang petinggi di negeri ini, tapi Kyai sepuh di NU tersebut berani menyampaikan bahayanya ucapan itu dengan tegas, dan dimuat di media2 tahun 1980-an itu.

Eh anehnya, NU yang seharusnya mewarisi sikap tegas Kyai sepuh tersebut malah membela Ahok dalam kasus penistaan ayat suci Al-Qur’an. Betapa memalukannya. Bahkan pentolan Ansor ada yang sampai menyebut Ahok (bukan orang Islam) sebagai Khairunnas (sebaik-baik manusia). Na’udzubillahi min dzalik. https://www.nahimunkar.org/pentolan-ansor-nu-dinilai-jadi-penjilat-buta-sebut-ahok-khairunnas-sebaik-baik-manusia/

Dalam kasus Ahok menista Al-Qur’an yang kemudian divonis hukuman penjara dua tahun oleh pengadilan, ternyata NU pun dalam sidangnya membela Ahok, dan yang bertandang adalah petinggi di NU.

Antara orang kafir penghina Al-Qur’an dan Islam, ternyata NU lebih membela orang kafir penghina Islam tersebut. Dan masih pula dengan menjadikan ayat2 Al-Qur’an sebagai alat untuk membela wong kafir penghina Al-Qur’an itu.

Betapa jauhnya dengan sikap Kyai NU masa lalu, dalam hal ini contohnya Kyai Ali Maksum Krapyak Joga.

 

Memalukan! Masdar F Mas’udi dari NU Terjerembab dalam Dalil Serampangannya demi Bela Ahok


Posted on 30 Maret 2017

by Nahimunkar.org


Ahok terdakwa penista agama (kiri) Masdar Wong NU, saksi ahli meringankan Ahok (kanan)/ foto rpblkin


Oleh Hartono Ahmad Jaiz

Rais Syuriah PBNU, KH Masdar Farid Mas’udi, berpendapat bahwa tidak boleh memaknai surat Al Maidah ayat 51 secara terpisah dari surat Al Mumtahanah ayat 8.

Menurut dia, surat Al Mumtahanah memperjelas kriteria pemimpin yang boleh dipilih. Dua ayat itu harus dilihat secara holistik.

“(Dalam surat Al Mumtahanah ayat 8) bahwa yang tak boleh dipilih sebagai ‘aulia’ (pemimpin) adalah orang non-Muslim yang memerangi kamu dan mengusir kamu dari negeri kamu. Kalau sekadar beda agama, enggak masalah,” kata Masdar saat menjadi saksi dalam sidang dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaha Purnama (Ahok), di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Rabu (29/3/2017). Demikian berita BERANINEWS.COM dengan menyebutkan sumber kompas.com.

Rupanya media itu sebegitu kagumnya terhadap wong NU yang dikenal nyeleneh tersebut, hingga memberi judul mencolok dengan ungkapan: Saksi Ahli Agama Dari PBNU Kyai Masdar F Mas`udi Keluarkan Dalil Pamungkas Soal Arti Auliya.

Komentar kami, apabila Masdar F Mas’udi yang pernah berani melontarkan gagasan sangat aneh, yaitu perubahan waktu berhaji (berkonotasi, wuquf jangan hanya tanggal 9 Zulhijjah. Pendapat ini sama dengan merusak syari’at haji) itu sedikit mau jujur, atau sedikit mau tunduk pada ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadits, maka dia akan malu sekali dengan berdalih secara serampangan seperti itu.

Dengan lantangnya dia berbicara bahwa tidak boleh memaknai surat Al Maidah ayat 51 secara terpisah dari surat Al Mumtahanah ayat 8.

Menurut dia, surat Al Mumtahanah memperjelas kriteria pemimpin yang boleh dipilih. Dua ayat itu harus dilihat secara holistik.

“(Dalam surat Al Mumtahana ayat 8) bahwa yang tak boleh dipilih sebagai ‘aulia’ (pemimpin) adalah orang non-Muslim yang memerangi kamu dan mengusir kamu dari negeri kamu. Kalau sekadar beda agama, enggak masalah,” kata Masdar.

Apakah Anda berani jamin, wahai pentolan NU, apa yang kau katakan: “Kalau sekadar beda agama, enggak masalah”?

Perkataan Masdar Farid Mas’udi ini benar-benar serampangan, dan merupakan perkara besar. Karena perbedaan agama (Islam dan kekufuran) itu adalah masalah besar. Islam diridhai Allah Ta’ala (lihat QS Al-Maidah ayat 3), sedang kekufuran sama sekali tidak diridhoi (lihat QS Az-Zumar/39:7). Adanya larangan memilih pemimpin Yahudi dan Nasrani dalam QS Al-Maidah 51 justru kaitannya dengan ridho dan tidak ridhonya Allah itu, di samping untuk maslahat bagi Umat Islam yang mematuhi wahyu Allah yakni ayat Al-Qur’an tersebut. Sedang hidup ini bagi orang Muslim adalah untuk meraih keridhoan Allah, sehingga Umat slam senantiasa berdoa setiap shalat dengan membaca Surat Al-Fatihah agar dihindarkan dari jalan orang yang maghdhub (dimurkai, tidak diridhoi) dan dihindarkan dari jalan dhoolliin (orang-orang yang sesat).

Itu persoalan pertama.

Adapun masalah kedua yang menunjukkan betapa serampangannya pentolan NU yang tampaknya dianggap memiliki senjata dalil pamungkas oleh media-mdia pro penista agama itu, adalah masalah (sang saksi ahli meringankan Ahok ini) hanya asal menghantam ayat pakai ayat yang dia anggap bisa untuk menghantamnya. (Na’udzubillah, saya khawatir, itu termasuk memain-mainkan agama).

Masdar F Mas’udi tidak usahlah seenak perutnya menghantam Al-Maidah 51 pakai surat Al Mumtahanah ayat 8. Apalagi untuk membela orang kafir terdakwa menista agama lagi.

Siapa yang lebih faham tentang Al-Qur’an. Wong NU Masdar F Mas’udi, atau isteri Baginda Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam, Aisyah yang sangat dibenci oleh orang-orang Syiah yang sering berkoncoan dengan oknum-oknum pengkhianat NU?

Kalau Masdar F Ma’sudi merasa lebih faham, ya silakan, kangkangi ini hadits.

Ada hadits shahih sebagai berikut:

عَنْ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ، قَالَ دَخَلْتُ عَلَى عَائِشَةَ فَقَالَتْ: هَلْ تَقْرَأُ سُورَةَ الْمَائِدَةِ؟ قَالَ قُلْتُ: نَعَمْ. قَالَتْ: ” فَإِنَّهَا آخِرُ سُورَةٍ نَزَلَتْ فَمَا وَجَدْتُمْ فِيهَا مِنْ حَلَالٍ فَاسْتَحِلُّوهُ، وَمَا وَجَدْتُمْ فِيهَا مِنْ حَرَامٍ فَحَرِّمُوهُ “

وَسَأَلْتُهَا عَنْ ” خُلُقِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ “؟ فَقَالَتْ: ” الْقُرْآنُ “. والحديث صححه شعيب الأرناؤوط في تحقيق المسند. مسند أحمد ط الرسالة (42/ 353)

‘Aisyah –radhiyallahu ‘anha- berkata: Surat terakhir yang diturunkan adalah surat al Maidah.

Ahmad (25588) meriwayatkan dari Jubair bin Nufair berkata:

Saya telah menemui ‘Aisyah dan beliau berkata: “Apakah kamu membaca (hafal) surat al Maidah?, saya menjawab: “Ya”. Beliau berkata: “Surat al Maidah adalah surat terakhir yang diturunkan dari al Qur’an, jika kalian mendapatkan yang halal di dalamnya maka katakan itu halal, dan jika kalian mendapatkan yang haram maka katakan itu haram. Saya juga bertanya kepada beliau tentang akhlak Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam- maka beliau berkata: “Akhlak Nabi adalah al Qur’an”. (Hadits ini dishahihkan oleh Syu’aib al Arnauth dalam Musnad yang sudah diteliti)./ https://islamqa.info/id/21916

 Coba simak baik-baik: Beliau (Aisyah Radhiyallahu ‘anha) berkata: “Surat al Maidah adalah surat terakhir yang diturunkan dari al Qur’an, jika kalian mendapatkan yang halal di dalamnya maka katakan itu halal, dan jika kalian mendapatkan yang haram maka katakan itu haram.”

Yang dibicarakan dalam kasus Ahok ini dan dibela dengan dalil serampanga oleh Masdar F Mas’udi dari NU itu  adalah ayat Al-Maidah 51:

۞يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَتَّخِذُواْ ٱلۡيَهُودَ وَٱلنَّصَٰرَىٰٓ أَوۡلِيَآءَۘ بَعۡضُهُمۡ أَوۡلِيَآءُ بَعۡضٖۚ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمۡ فَإِنَّهُۥ مِنۡهُمۡۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهۡدِي ٱلۡقَوۡمَ ٱلظَّٰلِمِينَ ٥١ [سورة المائدة,٥١]

  1. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim [Al Ma”idah,51].

Sesuai dengan penegasan dari Aisyah isteri Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam “jika kalian mendapatkan yang halal di dalamnya (Surat Al-Maidah) maka katakan itu halal, dan jika kalian mendapatkan yang haram maka katakan itu haram,” ternyata para ahli tafsir (bukan hanya diangkat-angkat sebagai saksi ahli untuk meringankan Ahok terdakwa penista agama) menyusun tafsir resmi Departemen Agama RI (kini Kemenag) tunduk patuh kepada petunjuk Aisyah RA itu. Bukan seperti Masdar F Mas’udi yang hanya diangkat-angkat sebagai saksi ahli untuk meringankan Ahok terdakwa penista agama, yang berani berdalil secara serampangan itu.

Berikut ini buktinya.

Surat Al Maidah 51 Menurut Tafsir Resmi Depag RI


۞يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَتَّخِذُواْ ٱلۡيَهُودَ وَٱلنَّصَٰرَىٰٓ أَوۡلِيَآءَۘ بَعۡضُهُمۡ أَوۡلِيَآءُ بَعۡضٖۚ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمۡ فَإِنَّهُۥ مِنۡهُمۡۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهۡدِي ٱلۡقَوۡمَ ٱلظَّٰلِمِينَ ٥١ فَتَرَى ٱلَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٞ يُسَٰرِعُونَ فِيهِمۡ يَقُولُونَ نَخۡشَىٰٓ أَن تُصِيبَنَا دَآئِرَةٞۚ فَعَسَى ٱللَّهُ أَن يَأۡتِيَ بِٱلۡفَتۡحِ أَوۡ أَمۡرٖ مِّنۡ عِندِهِۦ فَيُصۡبِحُواْ عَلَىٰ مَآ أَسَرُّواْ فِيٓ أَنفُسِهِمۡ نَٰدِمِينَ ٥٢ [سورة المائدة,٥١–٥٢]

  1. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim
  2. Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: “Kami takut akan mendapat bencana”. Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka  [Al Ma”idah,51-52]

Tafsir

Pada ayat ini (51) Allah SWT melarang orang-orang yang beriman, agar jangan menjadikan orang-orang Yahudi da Nasrani sebagai teman akrab yang akan memberikan pertolongan dan perlindungan, apalagi untuk dipercayai sebagai pemimpin.

Selain dari ayat ini masih banyak ayat-ayat yang lain dalam Al-Qur’aan yang menyatakan larangan seperti ini terhadap orang-orang Yahudi dan Nasrani.

Diulangnya berkali-kali larangan ini dalam beberapa ayat dalam Al-Qur’aan, menunjukkan bahwa persoalannya sangat penting dan bila dilanggar akan mendatangkan bahaya yang besar. (Al-Qur’an dan Tafsirnya, Jilid II, juz 6, halaman 442-443, Departemen Agama Republik Indonesia, Proyek Pengadaan Kitab Suci Al-Qur’an 1985/1986).

Demikianlah. Betapa jauh bedanya, antara penafsiran para ahli tafsir yang menulis tafsir resmi Depag RI, dengan saksi ahli meringankan Ahok yang langsung atau tidak langsung seakan merasa lebih faham tentang ayat Al-Qur’an dibanding Aisyah istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Betapa sok tahunya, dan betapa memalukannya.

Secara keilmuan saja, kalau tanpa tujuan apa-apa, itu sudah menunjukkan kesombongan luar biasa di atas keserampangannya. Apalagi masih pula demi meringankan Ahok yang non Muslim dalam kasus sebagai terdakwa penista agama.

https://www.nahimunkar.org/memalukan-masdar-f-masudi-dari-nu-terjerembab-dalam-dalil-serampangannya-demi-bela-ahok/

 

Dalam hal aliran sesat syiah, NU kini tampaknya berkhianat.

Silakan simak ini.

***

Said Aqil Siradj Menabrak Fatwa Pendiri NU tentang Syiah

Berikut ini beritanya.

***

Jum’at, 15 Nov 2013

 Duh, Said Aqil & PBNU Tegaskan Peringatan Asyura Syiah Tidak Sesat

.

TULUNG AGUNG (voa-islam.com) Duh, PBNU Tegaskan Peringatan Asyura Syiah Tidak Sesat. Padahal sejumlah kelompok Islam dari Aliansi Sunnah untuk Kehormatan Keluarga dan Sahabat Nabi berunjuk rasa mendesak pemerintah RI mengeluarkan larangan peringatan Asyura oleh kaum Syiah Indonesia di Balai Samudera, Kamis (14/11) kemarin di Jakarta.

 
 

Pernyataan Said Aqil tersebut secara khusus menyoroti insiden/ketegangan yang mencuat bersamaan dengan kegiatan peringatan Asyura yang diikuti sekitar 7.000 umat Syiah se-Indonesia di Jakarta

Ribuan jemaah Syiah hadir dari berbagai penjuru Indonesia. Di saat yang sama, gabungan ormas Islam yang kontra terhadapa Syiah melakukan aksi pembubaran. Ratusan orang hadir dan sempat terjadi ketegangan saat massa ingin membubarkan Asyura.

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj dalam acara peringatan Asyura seperti yang dilakukan kaum Syiah bukanlah kegiatan sesat asalkan melakukannya tidak berlebihan sampai menyakiti diri sendiri. Menurut dia, memperingati Asyura sebagaimana dilakukan kaum Syiah bukanlah kegiatan yang sesat secara ajaran Islam.

Said Aqil juga mengajak kaum Nahdliyin, untuk menghormati kegiatan Asyura yang biasa diperingati kaum Syiah setiap pada 10 Muharam, tapi ia mengecam cara-cara mereka yang menyakiti diri-sendiri.

“Adapun acara Asyura itu adalah acara Islam, hanya cara yang dilakukan Syiah itu kadang berlebihan. Kita yang bukan Syiah pun sebenarnya (juga) harus ikut memperingati 10 Asyura, harus,” tandasnya usai mengisi dakwah keislaman di kantor PCNU Tulungagung, Jawa Timur, Kamis (14/11) malam.

Pernyataan Said Aqil justru mengkhanati Fatwa Pendiri NU yang mengatakan Syiah Sesat, simak selengkapnya, klik gambar dibawah ini (rojul/voa-islam)

***

Sabtu, 09 Nov 2013

Fatwa Pendiri NU Hasyim Asy’ari Terkait Kesesatan Syiah

.

Fatwa Pendiri Nahdhatul Ulama Hadratus Syaikh KH.

Hasyim Asy’ari (1292-1366 H, 1875-1947 M) Tentang Syi’ah

(Fatwa Syaikh Hasyim Asy’ari dan Habib Salim bin Ahmad bin Jindan tentang Syi’ah Imamiyah)

.

ﺍﻟﻤﻘﺎﻟﺔ

ﺍﻷﻭﻟﻰ: ﻓﺼﻞ ﻓﻲ ﺑﻴﺎﻥ ﺗﻤﺴﻚ ﺃﻫﻞ ﺟﺎﻭﻯ ﺑﻤﺬﻫﺐ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﻭﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ، ﻭﺑﻴﺎﻥ ﺍﺑﺘﺪﺍﺀ ﻇﻬﻮﺭ ﺍﻟﺒﺪﻉ ﻭﺍﻧﺘﺸﺎﺭﻫﺎ ﻓﻲ ﺃﺭﺽ ﺟﺎﻭﻯ، ﻭﺑﻴﺎﻥ ﺃﻧﻮﺍﻉ ﺍﻟﻤﺒﺘﺪﻋﻴﻦ ﻓﻲ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺰﻣﺎﻥ. ﻗﺪ ﻛﺎﻥ ﻣﺴﻠﻤﻮﺍ ﺍﻷﻗﻄﺎﺭ ﺍﻟﺠﺎﻭﻳﺔ ﻓﻲ ﺍﻷﺯﻣﺎﻥ ﺍﻟﺴﺎﻟﻔﺔ ﺍﻟﺨﺎﻟﻴﺔ ﻣﺘﻔﻘﻲ ﺍﻵﺭﺍﺀ ﻭﺍﻟﻤﺬﻫﺐ ﻭﻣﺘﺤﺪﻱ ﺍﻟﻤﺄﺧﺬ ﻭﺍﻟﻤﺸﺮﺏ، ﻓﻜﻠﻬﻢ ﻓﻲ ﺍﻟﻔﻘﻪ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﺬﻫﺐ ﺍﻟﻨﻔﻴﺲ ﻣﺬﻫﺐ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﺇﺩﺭﻳﺲ، ﻭﻓﻲ ﺃﺻﻮﻝ ﺍﻟﺪﻳﻦ ﻋﻠﻰ ﻣﺬﻫﺐ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺃﺑﻲ ﺍﻟﺤﺴﻦ ﺍﻷﺷﻌﺮﻱ، ﻭﻓﻲ ﺍﻟﺘﺼﻮﻑ ﻋﻠﻰ ﻣﺬﻫﺐ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺍﻟﻐﺰﺍﻟﻲ ﻭﺍﻹﻣﺎﻡ ﺃﺑﻲ ﺍﻟﺤﺴﻦ ﺍﻟﺸﺎﺫﻟﻲ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻢ ﺃﺟﻤﻌﻴﻦ. ﺛﻢ ﺇﻧﻪ ﺣﺪﺙ ﻓﻲ ﻋﺎﻡ ﺍﻟﻒ ﻭﺛﻼﺛﻤﺎﺋﺔ ﻭﺛﻼﺛﻴﻦ ﺃﺣﺰﺍﺏ ﻣﺘﻨﻮﻋﺔ ﻭﺁﺭﺍﺀ ﻣﺘﺪﺍﻓﻌﺔ ﻭﺃﻗﻮﺍﻝ ﻣﺘﻀﺎﺭﺑﺔ، ﻭﺭﺟﺎﻝ ﻣﺘﺠﺎﺫﺑﺔ، ﻓﻤﻨﻬﻢ ﺳﻠﻔﻴﻮﻥ ﻗﺎﺋﻤﻮﻥ ﻋﻠﻰ ﻣﺎ ﻋﻠﻴﻪ ﺃﺳﻼﻓﻬﻢ ﻣﻦ ﺍﻟﺘﻤﺬﻫﺐ ﺑﺎﻟﻤﺬﻫﺐ ﺍﻟﻤﻌﻴﻦ ﻭﺍﻟﺘﻤﺴﻚ ﺑﺎﻟﻜﺘﺐ ﺍﻟﻤﻌﺘﺒﺮﺓ ﺍﻟﻤﺘﺪﺍﻭﻟﺔ، ﻭﻣﺤﺒﺔ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺒﻴﺖ ﻭﺍﻷﻭﻟﻴﺎﺀ ﻭﺍﻟﺼﺎﻟﺤﻴﻦ، ﻭﺍﻟﺘﺒﺮﻙ ﺑﻬﻢ ﺃﺣﻴﺎﺀ ﻭﺃﻣﻮﺍﺗﺎ، ﻭﺯﻳﺎﺭﺓ ﺍﻟﻘﺒﻮﺭ ﻭﺗﻠﻘﻴﻦ ﺍﻟﻤﻴﺖ ﻭﺍﻟﺼﺪﻗﺔ ﻋﻨﻪ ﻭﺍﻋﺘﻘﺎﺩ ﺍﻟﺸﻔﺎﻋﺔ ﻭﻧﻔﻊ ﺍﻟﺪﻋﺎﺀ ﻭﺍﻟﺘﻮﺳﻞ ﻭﻏﻴﺮ ﺫﻟﻚ… ﻭﻣﻨﻬﻢ ﺭﺍﻓﻀﻴﻮﻥ ﻳﺴﺒﻮﻥ ﺳﻴﺪﻧﺎ ﺃﺑﺎ ﺑﻜﺮ ﻭﻋﻤﺮ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻤﺎ ﻭﻳﻜﺮﻫﻮﻥ ﺍﻟﺼﺤﺎﺑﺔ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻢ، ﻭﻳﺒﺎﻟﻐﻮﻥ ﻫﻮﻯ ﺳﻴﺪﻧﺎ ﻋﻠﻲ ﻭﺃﻫﻞ ﺑﻴﺘﻪ ﺭﺿﻮﺍﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﺃﺟﻤﻴﻌﻦ، ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺴﻴﺪ ﻣﺤﻤﺪ ﻓﻲ ﺷﺮﺡ ﺍﻟﻘﺎﻣﻮﺱ: ﻭﺑﻌﻀﻬﻢ ﻳﺮﺗﻘﻲ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻜﻔﺮ ﻭﺍﻟﺰﻧﺪﻗﺔ ﺃﻋﺎﺫﻧﺎ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﻣﻨﻬﺎ. ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻘﺎﺿﻲ ﻋﻴﺎﺽ ﻓﻲ ﺍﻟﺸﻔﺎ: ﻋﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﻣﻐﻔﻞ ﻗﺎﻝ ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ) ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻲ ﺃﺻﺤﺎﺑﻲ ﻻ ﺗﺘﺨﺬﻭﻫﻢ ﻏﺮﺿﺎ ﺑﻌﺪﻯ ﻓﻤﻦ ﺃﺣﺒﻬﻢ ﻓﺒﺤﺒﻲ ﺃﺣﺒﻬﻢ ﻭﻣﻦ ﺃﺑﻐﻀﻬﻢ ﻓﺒﺒﻐﻀﻲ ﺃﺑﻐﻀﻬﻢ ﻭﻣﻦ ﺁﺫﺍﻫﻢ ﻓﻘﺪ ﺁﺫﺍﻧﻰ ﻭﻣﻦ ﺁﺫﺍﻧﻰ ﻓﻘﺪ ﺁﺫﻯ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻣﻦ ﺁﺫﻯ ﺍﻟﻠﻪ ﻳﻮﺷﻚ ﺃﻥ ﻳﺄﺧﺬﻩ ( ﻭﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ) ﻻ ﺗﺴﺒﻮﺍ ﺃﺻﺤﺎﺑﻲ ﻓﻤﻦ ﺳﺒﻬﻢ ﻓﻌﻠﻴﻪ ﻟﻌﻨﺔ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺍﻟﻤﻼﺋﻜﺔ ﻭﺍﻟﻨﺎﺱ ﺃﺟﻤﻌﻴﻦ ﻻ ﻳﻘﺒﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻨﻪ ﺻﺮﻓﺎ ﻭﻻ ﻋﺪﻻ ( ﻭﻗﺎﻝ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ )ﻻ ﺗﺴﺒﻮﺍ ﺃﺻﺤﺎﺑﻲ ﻓﺈﻧﻪ ﻳﺠﺊ ﻗﻮﻡ ﻓﻲ ﺁﺧﺮ ﺍﻟﺰﻣﺎﻥ ﻳﺴﺒﻮﻥ ﺃﺻﺤﺎﺑﻲ ﻓﻼ ﺗﺼﻠﻮﺍ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﻭﻻ ﺗﺼﻠﻮﺍ ﻣﻌﻬﻢ ﻭﻻ ﺗﻨﺎﻛﺤﻮﻫﻢ ﻭﻻ ﺗﺠﺎﻟﺴﻮﻫﻢ ﻭﺇﻥ ﻣﺮﺿﻮﺍ ﻓﻼ ﺗﻌﻮﺩﻭﻫﻢ ( ﻭﻋﻨﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ) ﻣﻦ ﺳﺐ ﺃﺻﺤﺎﺑﻲ ﻓﺎﺿﺮﺑﻮﻩ ( ﻭﻗﺪ ﺃﻋﻠﻢ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺃﻥ ﺳﺒﻬﻢ ﻭﺁﺫﺍﻫﻢ ﻳﺆﺫﻳﻪ ﻭﺃﺫﻯ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺣﺮﺍﻡ ﻓﻘﺎﻝ )ﻻ ﺗﺆﺫﻭﻧﻲ ﻓﻲ ﺃﺻﺤﺎﺑﻲ ﻭﻣﻦ ﺁﺫﺍﻫﻢ ﻓﻘﺪ ﺁﺫﺍﻧﻰ ( ﻭﻗﺎﻝ )ﻻ ﺗﺆﺫﻭﻧﻲ ﻓﻲ ﻋﺎﺋﺸﺔ ( ﻭﻗﺎﻝ ﻓﻲ ﻓﺎﻃﻤﺔ )ﺑﻀﻌﺔ ﻣﻨﻰ ﻳﺆﺫﻳﻨﻲ ﻣﺎ ﺁﺫﺍﻫﺎ (. ﺍﻫـ )ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻣﺤﻤﺪ ﻫﺎﺷﻢ ﺃﺷﻌﺮﻱ، ﺭﺳﺎﻟﺔ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﻭﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ، ﺹ 10-9 .

.
Maqolah 1

Pasal untuk menjelaskan penduduk Jawi berpegang kepada madzhab Ahlusunnah wal Jama’ah, dan awal kemunculan bid’ah dan meluasnya di Jawa, serta macam-macam ahli bid’ah di zaman ini. Umat Islam yang mendiami wilayah Jawa sejak zaman dahulu telah bersepakat dan menyatu dalam pandangan keagamaannya.

Di bidang fikih, mereka berpegang kepada mazhab Imam Syafi’i, di bidang ushuluddin berpegang kepada mazhab Abu Al-Hasan Al-Asy’ari, dan di bidang tasawuf berpegang kepada mazhab Abu Hamid Al-Ghazali dan Abu Al-Hasan
Al-Syadzili, semoga Allah meridhoi mereka semua. Kemudian pada tahun 1330 H muncul kelompok, pandangan, ucapan dan tokoh-tokoh yang saling berseberangan dan beraneka ragam.

Di antara mereka adalah kaum Salaf yang memegang teguh tradisi para tokoh pendahulu mereka dengan bermazhab dengan satu mazhab dan kitab-kitab mu’tabar, kecintaan terhadap Ahlul Bait Nabi, para wali dan orang-orang salih, selain itu juga tabarruk dengan mereka baik ketika masih hidup atau setelah wafat, ziarah kubur, mentalqin mayit, bersedekah untuk mayit, meyakini syafaat, manfaat doa dan tawassul serta lain sebagainya.

Di antara mereka juga ada golongan rofidhoh yang suka mencaci Sayidina Abu Bakr dan ‘Umar radhiallahu anhum, membenci para sahabat nabi dan berlebihan dalam mencintai Sayidina ‘Ali dan anggota keluarganya, semoga Allah meridhoi mereka semua.

Berkata Sayyid Muhammad dalam Syarah Qamus, sebagian mereka bahkan sampai pada tingkatan kafir dan zindiq, semoga Allah melindungi kita dan umat Islam dari aliran ini.

Berkata Al-Qadhi ‘Iyadh dalam kitab As-Syifa bi Ta’rif Huquq Al-Musthafa , dari Abdillah ibn Mughafal, Rasulullah sallallahu alayhi wasallam bersabda:

“Takutlah kepada Allah, takutlah kepada Allah mengenai sahabat-sahabatku. Janganlah kamu menjadikan mereka sebagai sasaran caci-maki sesudah aku tiada. Barangsiapa mencintai mereka, maka semata-mata karena mencintaiku.
Dan barang siapa membenci mereka, maka berarti semata-mata karena membenciku. Dan barangsiapa menyakiti mereka berarti dia telah menyakiti aku, dan barangsiapa  menyakiti aku berarti dia telah menyakiti Allah. Dan barangsiapa telah menyakiti Allah dikhawatirkan Allah akan menghukumnya.” (HR. al-Tirmidzi dalam Sunan al-Tirmidzi
Juz V/hal. 696 hadits No. 3762)

Rasulullah sallallahu alayhi wasallam bersabda:
“Janganlah kamu mencela para sahabatku, Maka siapa yang mencela mereka, atasnya laknat dari Allah, para malaikat dan seluruh manusia. Allah Ta’ala tidak akan menerima amal darinya pada hari kiamat, baik yang wajib maupun yang sunnah.” (HR. Abu Nu’aim, Al-Thabrani dan Al-Hakim)

Rasulullah sallallahu alayhi wasallam bersabda:
“Janganlah kamu mencaci para sahabatku, sebab di akhir zaman nanti akan datang suatu kaum yang mencela para sahabatku, maka jangan kamu menyolati atas mereka dan shalat bersama mereka, jangan kamu menikahkan mereka
dan jangan duduk-duduk bersama mereka, jika sakit jangan kamu jenguk mereka.” Nabi sallallahu alayhi wasallam telah kabarkan bahwa mencela dan menyakiti mereka adalah juga menyakiti Nabi, sedangkan menyakiti Nabi haram hukumnya.

Rasul sallallahu alayhi wasallam bersabda:
“Jangan kamu sakiti aku dalam perkara sahabatku, dan siapa yang menyakiti mereka berarti menyakiti aku.” Beliau bersabda, “Jangan kamu menyakiti aku dengan cara menyakiti Fatimah. Sebab Fatimah adalah darah dagingku, apa saja yang menyakitinya berarti telah menyakiti aku.” (Risalat Ahli Sunnah wal Jama’ah, h.9-10)

ﺍﻟﻤﻘﺎﻟﺔ ﺍﻟﺜﺎﻧﻴﺔ: ﻭﻟﻴﺲ ﻣﺬﻫﺐ ﻓﻲ ﻫﺬﻩ ﺍﻷﺯﻣﻨﺔ ﺍﻟﻤﺘﺄﺧﺮﺓ ﺑﻬﺬﻩ ﺍﻟﺼﻔﺔ ﺇﻻ ﺍﻟﻤﺬﺍﻫﺐ ﺍﻷﺭﺑﻌﺔ، ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺇﻻ ﻣﺬﻫﺐ ﺍﻹﻣﺎﻣﻴﺔ ﻭﺍﻟﺰﻳﺪﻳﺔ ﻭﻫﻢ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺒﺪﻋﺔ ﻻ ﻳﺠﻮﺯ ﺍﻻﻋﺘﻤﺎﺩ ﻋﻠﻰ ﺃﻗﺎﻭﻳﻠﻬﻢ. ﺍﻫـ )ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻣﺤﻤﺪ ﻫﺎﺷﻢ ﺃﺷﻌﺮﻱ، ﺭﺳﺎﻟﺔ ﻓﻲ ﺗﺄﻛﺪ ﺍﻷﺧﺬ ﺑﻤﺬﺍﻫﺐ ﺍﻷﺋﻤﺔ ﺍﻷﺭﺑﻌﺔ، ﺹ 29 .

.

Maqolah 2

Bukanlah yang disebut mazhab pada masa-masa sekarang ini dengan sifat yang demikian itu kecuali Mazahib Arba’ah (Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’I dan Imam Ahmad).

Selain dari pada itu, seperti mazhab Syiah Imamiyah dan Syiah Zaidiyah, mereka adalah ahul bid’ah yang tidak boleh berpegang kepada pandangan-pandangan mereka. ( Risalah fi Ta’akkud Al-Akhdzi bi Al-Madzahib Al-Arba’ah, h.29)

ﺍﻟﻤﻘﺎﻟﺔ ﺍﻟﺜﺎﻟﺜﺔ: ﺃﻣﺎ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﻓﻬﻢ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺘﻔﺴﻴﺮ ﻭﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﻭﺍﻟﻔﻘﻪ، ﻓﺈﻧﻬﻢ ﺍﻟﻤﻬﺘﺪﻭﻥ ﺍﻟﻤﺘﻤﺴﻜﻮﻥ ﺑﺴﻨﺔ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻭﺍﻟﺨﻠﻔﺎﺀ ﺑﻌﺪﻩ ﺍﻟﺮﺍﺷﺪﻳﻦ، ﻭﻫﻢ ﺍﻟﻄﺎﺋﻔﺔ ﺍﻟﻨﺎﺟﻴﺔ، ﻗﺎﻟﻮﺍ ﻭﻗﺪ ﺍﺟﺘﻤﻌﺖ ﺍﻟﻴﻮﻡ ﻓﻲ ﻣﺬﺍﻫﺐ ﺃﺭﺑﻌﺔ ﺍﻟﺤﻨﻔﻴﻮﻥ ﻭﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻴﻮﻥ ﻭﺍﻟﻤﺎﻟﻜﻴﻮﻥ ﻭﺍﻟﺤﻨﺒﻠﻴﻮﻥ، ﻭﻣﻦ ﻛﺎﻥ ﺧﺎﺭﺟﺎ ﻋﻦ ﻫﺬﻩ ﺍﻷﺭﺑﻌﺔ ﻓﻲ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺰﻣﺎﻥ ﻓﻬﻮ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﺒﺘﺪﻋﺔ. ﺍﻫـ ﺍﻫـ )ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻣﺤﻤﺪ ﻫﺎﺷﻢ ﺃﺷﻌﺮﻱ، ﺯﻳﺎﺩﺓ ﺗﻌﻠﻴﻘﺎﺕ، ﺹ 25-24 .

.

Maqolah 3

Adapun Ahlusunnah mereka adalah para Ahli Tafsir, Hadits dan Fiqih. Sungguh merekalah yang mendapat petunjuk dan berpegang teguh dengan sunnah Nabi Muhammad sallallahu alayhi wasallam dan para khalifah yang rasyid setelah beliau.

Mereka adalah ‘kelompok yang selamat’ (thaifah najiyah). Para ulama berkata, pada saat ini kelompok yang selamat itu terhimpun dalam mazhab yang empat; Hanafi, Maliki, Syafi’I dan Hanbali. Maka siapa saja yang keluar atau di luar empat mazhab itu adalah ahlul bid’ah di masa ini (Ziyadat Ta’liqat, h. 24-25)

ﺍﻟﻤﻘﺎﻟﺔ ﺍﻟﺮﺍﺑﻌﺔ ﻭَﺍﺻْﺪَﻉْ ﺑِﻤَﺎﺗُﺆْﻣَﺮُ ﻟِﺘَﻨْﻘَﻤِﻊَ ﺍﻟْﺒِﺪَﻉُ ﻋَﻦْ ﺍَﻫْﻞِ ﺍْﻟﻤَﺪَﺭِﻭَﺍﻟْﺤَﺠَﺮِ. ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ “ﺍِﺫَﺍﻇَﻬَﺮَﺕِ ﺍﻟْﻔِﺘَﻦُ ﺍَﻭِﺍﻟْﺒِﺪَﻉُ ﻭﺳُﺐَّ ﺍَﺻْﺤَﺎﺑِﻲْ ﻓَﻠْﻴُﻈْﻬِﺮِﺍﻟْﻌَﺎﻟِﻢُ ﻋِﻠْﻤَﻪُ ﻓَﻤَﻦْ ﻟَﻢْ ﻳَﻔْﻌَﻞْ ﺫَﻟِﻚَ ﻓَﻌَﻠَﻴْﻪِ ﻟَﻌْﻨَﺔُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺍﻟْﻤَﻼَﺋِﻜَﺔِ  ﻭَﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﺍَﺟْﻤَﻌِﻴْﻦَ

Sampaikan secara terang-terangan apa yang diperintahkan Allah kepadamu, agar bid’ah-bid’ah terberantas dari semua orang.

Rasulullah sallallahu alayhi wasallam bersabda: “Apabila fitnah-fitnah dan bid’ah-bid’ah muncul dan sahabat-sahabatku di caci maki, maka hendaklah orang-orang alim menampilkan ilmunya. Barang siapa tidak berbuat begitu, maka dia akan terkena laknat Allah, laknat Malaikat dan semua orang.” (Muqadimah Qanun Asasi Nahdlatul ulama)

 

https://www.nahimunkar.org/said-aqil-siradj-menabrak-fatwa-pendiri-nu-tentang-syiah/

***

Untuk Banser NU alias GP Ansor

Paman istri saya menamakan anaknya dengan nama yang diambil dari nama tokoh GP Ansor – Banser NU masa lalu. Tentunya karena simpati pada perjuangannya, yang menegakkan kebenaran dan mencegah kebatilan.

Tokoh GP Ansor alias Banser NU itu di tahun 1980an berani menyanggah khalayak yang menyanjung dan menjadikan panutan seseorang yang bahkan kadang dianggap sebagai wali segala. Secara terus terang, mantan tokoh GP Ansor itu menyebut sosok yang banyak dihormati orang itu sebagai sosok yang tidak perlu dtiru karena ga’ sholat. Ramailah berita itu di mana-mana.

Keberanian mengemukakan yang haq adalah haq dan yang batil adalah batil semacam itu apakah masih diwarisi banser NU/ GP Ansor sekarang?

Seorang mantan Banser NU mengemukakan keprihatinannya.

***

Keprihatinan Mantan Banser, Putera Seorang Ketua Syuriah NU


Posted on 12 Mei 2015

by Nahimunkar.com


Ibnu Dawam Aziz: Sejak kecil saya dibesarkan dalam lingkungan NU, Umur kurang dari 18 th. saya sudah jadi bagian dari BANSER, karena Ayahanda Alm. yang Ketua Syuriah NU menjadi sasaran PKI. (PKI dibubarkan dengan TAP MPRS No.XXV/MPRS/1966 tentang pembubaran PKI, red NM).

Pada saat itu NU memperjuangkan Islam, betapa sedih saya bila kemudian NU menjadi pelindung minoritas dengan mengedepankan pluralisme.

Saya Heran mengapa apa yang ditanamkan oleh KH. Hasyim Ashari dan dirawat sedemikian baik oleh Kyai Wahid Hasyim, diacak-acak oleh cucu dan putera beliau.
Saya memang hanya bisa menyesali semuanya.

Komentar: (mengutip sebuah berita)

Luthfi Bashori
• Aww. Munas NU di Kempek Cirebon. Masya Allah. Salib ada di-mana2.
Tiba-tiba, kemarin siang ada forward-an SMS yang masuk ke HP saya, kiriman dari seorang teman yang aktif dalam struktural NU sebagai berikut :
Aww. Munas NU di Kempek Cirebon. Masya Allah. Salib ada di-mana2. Di depan masjid sangat mencolok Posko Kesehatan lengkap dg ambulan salib UKRIDA. Di kamar2 mandi juga banyak salib. Konon KM2 itu dibangun oleh pihak salib. Anehnya Rais Am tetap diam seribu bhs. Pdhal Rapat PBNU tlh menetapkan NU tdk boleh memakai sponsor salib utk kegiatan apa pun. NU mau dikemanakan? Www Ali Mustafa Yaqub.
Secara spontan, SMS itu saya beri komentar ringan : `KEBETULAN PANITIANYA ORANG-ORANG NU NASRANI`, dan saya kirim kepada beberapa tokoh NU yang saya kenal, maka ada beberapa respon SMS yang masuk ke HP saya, antara lain:
BP. SELAMET EFENDI YUSUF : Ha ha ha. Saya ikut salah Kiai, karena saya tdk teliti, tidak tahu ttg itu. Sy justru tahu dari Kiai Ali Mushtofa menjelang pulang ke Jakarta. Astaghfirullah.
SAYA : Pak Nusron Wahid pun semakin `mendewa2kan` teman2nya yg Nasrani dalam banyak statemennya, jadi ada juga GP ANSHOR NASRANI. Pak, sudah demikian parahkah kondisi di tubuh NU saat ini ? Saya mufaraqah dari NU nya Gus Dur dan Said Agil Siraj. Saya lebih memilih NU nya KH. Hasyim Asy`ari.
https://www.nahimunkar.org/munas-nu-kempek-2012/
MUNAS NU KEMPEK 2012
Luthfi Bashori Aww. Munas NU di Kempek Cirebon. Masya Allah. Salib ada di-mana2….
NAHIMUNKAR.COM

o
Ibnu Dawam Aziz: Bagaimana saya tidak bersedih, organisasi Islam terbesar di Negeri ini (NU) yang dulu dengan gigih memperjuangan syariat Islam untuk membangun peradaban Islam, sekarang sudah takut menjadi orang Islam. Bahkan berbicara tentang Islam pun sudah tidak berani.

Sangat menyedihkan, seorang Ketua GP Ansor (Nusron Wahid, red NM), bisa bicara: diatas kitab suci masih ada Konstitusi.
Mengapa dinamakan GP. ANSOR yang diharapkan mampu mereprsentasikan Kaum Ansor di Madinah yang menjadi tulang punggung kaum Muhajirin, kini justru berbicara untuk kepentingan Islam pun tidak berani.
o
Komentar: Yang paling mencengangkan justru, bagaimana orang sesat seperti Said Agiel Siradj bisa menjadi Ketua Umum PB NU dan memimpin tujuh puluh juta muslimin dari kalangan Ahlussunnah wal-jamaah (ASWAJA) ?, kata Ust Yusuf Usman Baisa.
https://www.nahimunkar.org/said-agiel-siradj-tokoh-sesat…/
Said Agiel Siradj Tokoh Sesat Wihdatul-Wujud
Yang paling mencengangkan justru, bagaimana…
NAHIMUNKAR.COM

***
Ibnu Dawam Aziz: NU dan Muhammadiyah, memang merupakan sasaran yang digarap extra intensif dalam Program Kristenisasi Pater Beek, melalui de Islamisasinya Ali Moertopo, kebetulan saya secara tidak sengaja mendapat kesempatan untuk membaca tuntas dokumen Gereja/CSIS yang memadukan de Islamisasi dengan Kristenisasi. Semula saya anggap berita bohong, tapi 20 tahun kemudian, apa yang saya baca waktu 20 tahun yang lalu terbukti. Kiranya Allah pernah menuntun saya untuk tersesat bertemu dengan salah seorang aktifis Neo Pantekosta, saat saya bertandang urusan bisnis ke teman saya yang pendeta. Pada saat teman saya ke Bank meninggalkan saya sendiri dirumahnya, datanglah kakak ipar pendeta teman saya yang dia adalah aktivis Neo Pantekosta sebetulnya saya belum mengenal dia dan dia juga belum mengenal saya. Tapi karena dia menganggap saya bagian dari mereka, dan pada umumnya manusia dia ingin menunjukkan bahwa dia banyak tahu masalah, maka dia beberkan apa yang dia lakukan dengan bangga, setelah saya korek ternyata Dokumen yang saya baca 20 tahun yang lalu telah berhasil. NU , Muhammadiyah dan IAIN dulu/ sekarang UIN adalah sasaran prioritas de Islamisasi. Islam Liberal itu berangkat dari IAIN dengan basis utama jurusan Ushuluddin.

o
Ibnu Dawam Aziz: Kalau saya beberkan bagaimana point-point yang saya baca dari Dokumen CSIS saat itu ( Th. 70 an ) berkaitan dengan kritenisasi./de Islamisasi.
Point pertama dikatakan >Umat Islam adalah sebuah kekuatan yang tidak mungkin dilawan secara terang-terangan, akan tetapi hanya bisa dibenturkan dengan kekuatan Islam sendiri.
Point ke dua .> Kuasai Organisasi Islam terbesar di Indonesia..
Ponit ke tiga > kelemahan Organisasi Islam adalah dalam hal financial. Meng intervensi organisasi Islam secara langsung juga tidak mungkin, akan tetapi menguasai personil pengurus Organisasi Islam melalui terobosan financial adalah pintu masuknya. dan banyak lagi langkah-langkah yang harus dilakukan termasuk harus menguasai pusat Kaderisasi Islam, saat itu yang ada dalam agenda yang tertulis dengan jelas adalah kuasai IAIN dan penghapusan PGAN.

Komentar: Semua sudah dilaksanakan ternyata. PGAN (Pendidikan Guru Agama Negeri) sudah dihapus th 1990-an (?). IAIN /UIN/STAIN dll sudah dijadikan ajang pemurtadan (Baca buku: Ada Pemurtadan di IAIN karya Hartono Ahmad Jaiz, Pustaka Al-Kautsar, Jakarta). Ormas Islam terbesar sudah ditlikung, seperti yg sedang kita bicarakan ini. Lantas apalagi Pak? Syukron

o
Ibnu Dawam Aziz: Point pertama sudah ada diambang mata. Umat Islam harus dibenturkan sesama Islam.

Komentar: Sambil memelihara dan menggedekan yg sesat2. nanti tempo2 kalo ada kasus yang perlu ditutupi, lalu pura2 yg sesat itu digebuk, hingga Umat Islam terutama tokoh abal2 nyuara keras seolah membela Islam, hingga perhatian Umat Islam tertuju ke sana. Aman dah kasus yang hampir kebongkar tsb telah berhasil ditutupi dan orang pun lupa.

Ibnu Dawam Aziz: Saya masih ingat, saat itu Ayahanda Alm. memprediksikan mereka akan memggunakan masalah khilafiah untuk membenturkan NU dengan Muhammadiyah dan PERSIS. Maka langkah yang ditempuh adalah meminimalisir masalah khilafiah, saat itu kata Syiah dan Ihwanulmuslimin belum terpikirkan sama sekali. Islam liberal Juga memang belum ada, Ayahanda Alm. baru bicara tentang Ahmadiyah, baik Lahore maupun Qodyan yang perlu diantisipasi.

Komentar: anehnya sekarang, justru pembela aliran sesat Ahmadiyah itulah yang dijadikan petinggi di NU. dapat di lihat ini: Ngawurnya A. Mustofa Bisri dalam Membela Ahmadiyah
https://www.nahimunkar.org/ngawurnya-a-mustofa-bisri/

Ngawurnya A. Mustofa Bisri dalam Membela Ahmadiyah
NAHIMUNKAR.COM

o
Ibnu Dawam Aziz: Prihatin , ternyata bukan hanya Ulil Abshar.

(Dari sahut2an di facebook, 10-11 Mei 2015, mengenai “Syiah dan Liberal Mau Memangsa NU?”).

(nahimunkar.org)

***

Demikianlah. Kalau toh Bapak KH Ma’ruf Amin, NU, dan Banser NU-GP Ansor tidak mau kembali ke jejak diri mereka sendiri yang masih relatif bagus di masa lalu, cukuplah diakui dalam hati bahwa memang pernah relatif baik. Sebagai jemaat yang sekelumit datanya seperti tersebut, bila diterus-teruskan lakon yang sangat bertentangan dengan Islam kini itu, jangan menyesal bila nanti ada yang menyebutnya sebagai mantan jemaat yang tadinya relatif baik.

Apalagi bila di akherat kelak dikumpulkan bersama golongan yang dipimpin oleh tokoh yang engkar akherat tersebut! Na’udzubillahi min dzalik! (kami berlindung kepada Allah dari hal yang demikian)!

Terimakasih.

(nahimunkar.org)

 

 

 

 


 

(Dibaca 453 kali, 1 untuk hari ini)