Itu logika aneh dan lucu.

Inilah beritanya.

***

MUI: Syiah yang Seharusnya Minta Maaf kepada Umat Islam, Bukan Khazanah

MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) mengajak umat Islam untuk bersama-sama memberikan dukungan kepada Khazanah Trans 7 yang tengah dipermasalahkan oleh pihak Syiah. Ikatan Jama’ah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) menuntut Khazanah untuk minta maaf secara resmi. MUI menilai tuntutan Syiah sangat lucu dan aneh.

“Program Khazanah adalah milik umat Islam. Mereka pasti merasa tersinggung ketika agamanya dinodai oleh Syiah. Dia (khazanah) berhak menyampaikan kepada umat mana yang benar dan mana yang salah. Kita mengungkap kedok kebatilan kok disuruh minta maaf. Itu logika aneh dan lucu,” kata Anggota Komisi Fatwa MUI, Fahmi Salim kepada Islampos,usai melakukan sosialisasi buku Panduan MUI tentag kesesatan Syiah di Kampus IPDN, Jaksel, Kamis (7/11).

MUI menilai pihak Khazanah tidak perlu meminta maaf kepada Syiah. Sebab pihak yang seharusnya meminta maaf adalah kelompok Syiah itu sendiri. Sudah banyak tulisan dan ceramah para da’i Syiah menyerang akidah Ahlussunah Wal Jama’ah, mencaci maki sahabat dan istri Rasulullah saw.

“Apalagi sampai dilakukan secara terbuka apalagi dengan memakai kedok persatuan Islam dengan Idul Ghadir. Itu kan pengelabuan,” tambah Master Tafsir dari Universitas Al Azhar Kairo ini.

Terkait ketidakhadiran MUI dalam mediasi antara IJABI dengan Khazanah oleh KPI, Fahmi mengaku undangan kepada MUI baru datang Rabu malam (6/11). Sedangkan mediasi dilakukan Kamis pagi (7/11) di Jakarta.

“Undangannya mendadak sekali dan banyak pengurus MUI sedang ke luar kota,” tandasnya./islampos, Jumat 4 Muharram 1435 / 8 November 2013 08:54

  ***

Mediasi KPI Antara Redaksi Khazanah Trans7 dan IJABI Deadlock

Kamis 3 Muharram 1435 / 7 November 2013 20:09


Khazanah T7

FORUM mediasi yang disediakan oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) terkait protes keras IJABI (Ikatan Jama’ah Ahlulbait Indonesia) terhadap tayangan Khazanah Trans7 tentang Idul Ghadir belum menghasilkan kesepakatan.

Dalam mediasi yang diadakan di kantor KPI, di Jl. Gajah Mada, Jakarta (07/11/2013), delegasi IJABI bersikeras agar redaksi Khazanah Trans7 meminta maaf secara resmi terkait ulasan Idul Ghadir yang dianggap tidakcover both side, bohong dan cenderung fitnah.

Selain itu, IJABI juga menuntut agar redaksi Khazanah Trans7 menayangkan ulasan tentang ajaran Syi’ah dari kacamata ulama-ulama Syi’ah sendiri.

Menanggapi hal tersebut, redaksi Khazanah Trans7 siap memberikan hak jawab kepada IJABI terkait ulasan tentang Idul Ghadir. Sedangkan terkait penayangan yang mengulas Syi’ah dari pihak Syi’ah sendiri, Trans7 yang diwakili oleh Pemred-nya Titin Rosmasari, menyatakan bahwa Trans7 butuh waktu untuk mempertimbangkan hal tersebut.

“Kami tidak ingin serta merta hanya karena ada satu pendapat yang bertentangan, merusak ratusan pendapat lainnya,” jelas Titin.

Menariknya, KPI mengungkap fakta bahwa dukungan yang mengalir kepadaKhazanah Trans7 terkait ulasan Idul Ghadir jauh lebih banyak dibandingkan dengan kelompok yang kontra. (Eza/Islampos)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.588 kali, 1 untuk hari ini)