Lagi-lagi penyalurnya adalah Kementerian Agama?

Inilah beritanya.

***

Pemerintah Jokowi bakal atur materi khotbah?

Z. Muttaqin Selasa, 3 Safar 1436 H / 25 November 2014 19:40

 

JAKARTA (Arrahmah.com) – Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama, Mubarok menegaskan, sejumlah pasal yang sempat dimasukan dalam RUU Kerukunan Umat Beragama tetap dipertahankan. Sekaligus penambahan pasal terkait izin rumah ibadah dan materi dakwah di ruang publik.

“Terdapat pasal tambahan yang dimasukan. Dan masih terbuka proses diskusi terkait pasal yang perlu diatur dalam RUU PUB ini,” ujar Mubarok usai pengumuman Lomba Foto Kerukunan Nasional di gedung Kementerian Agama, Jakarta, Senin (24/11), dikutip dari JPNN.com.

Menurut Mubarok berbagai kelompok sosial, tokoh agama dan penggiat kerukunan dan pemerhati isu Hak Azazi Manusia (HAM) ikut membahas. Banyak pendapat yang menarik dan perlu menjadi pertimbangan dalam pasal-pasal RUU PUB.

Beberapa gagasan itu, lanjut dia mendorong perlunya penataan izin rumah ibadah diatur. Termasuk pula materi khotbah yang dilakukan pada ruang publik. “Ada gagasan khotbah itu lebih menyejukkan. Tidak mengeluarkan materi yang memancing amarah dan lainnya,” paparnya.

Tak itu saja sejumlah pasal berkaitan pada isu kepercayaan pun digodok. Banyak aspek keagamaan yang coba ditata melalui RUU PUB. Terkait nomenklaturnya, Mubarok mengakui ada pergantian sebelumnya RUU Kerukunan Antarumat Beragama.

Kemudian diperbaiki menjadi RUU Perlindungan Umat Beragama. “Prespektifnya coba diperbaharui. Bukan sebatas menjaga kerukunan, tetapi juga melindungi,” tuturnya.

Instruksi PDIP

Sekedar mengingatkan, pada masa kampanye Pilpres 2014 lalu, ada instruksi ketua PDIP Jakarta Timur William Yani untuk memata-matai para khotib Jumat saat mereka berkhotbah di masjid.

Bahkan instruksi DPC PDIP Jaktim ini dibenarkan Politisi PDIP yang juga tim sukses relawan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK), Eva Kusuma Sundari.

“Iya itu ada edaran dari DPD Jakarta Timur mengambil policy untuk mencatat dan merekam (khutbah Jumat),” kata Eva saat dikonfirmasi Republika, Jumat (30/5/2014).

Eva mengakui instruksi memata-matai khutbah Jumat bocor ke publik. Dirinya menyatakan perintah mengawasi khutbah Jumat hanya berlaku untuk internal PDIP. Namun perintah itu kemudian ada yang membocorkan ke publik. Eva menyatakan perintah itu belum menjadi kebijakan DPP PDIP. “Belum menjadi policy pusat,” katanya. (azm/arrahmah.com)

***

Umat Islam agar sabar dan berjuang

Belum terdengar, akan meniru Yahudi atau komunis China atau tidak dalam hal menekan Umat Islam mengenai sekerasnya mereka untuk melarang azan panggilan shalat dengan berbagai cara. Hingga puasa Ramadhan pun dilarang China bagi Muslim Uigur di Xinjiang. Penguasa Yahudi pun melarang Umat Islam ke masjid kecuali yang umur lebih dari 50 tahun. Masjidil Aqsha pun ditutup dan sebagainya.

Ada pemeo, untuk menebang kayu maka harus pakai kayu. Artinya, kampak yang untuk menebang kayu itu perlu tangkai, yang terbuat dari kayu. Nah, untuk merobohkan Islam, maka perlu pula orang (yang mengaku dan menampakkan diri sebagai) orang Islam. Belakangan suara-suara nyaring yang cukup menyakiti Umat Islam justru bersumber dari yang dekat dengan urusan Islam. Benarlah firman Allah Ta’ala:

الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ بَعْضُهُمْ مِنْ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمُنْكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوفِ وَيَقْبِضُونَ أَيْدِيَهُمْ نَسُوا اللَّهَ فَنَسِيَهُمْ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ هُمُ الْفَاسِقُونَ (٦٧)

orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma’ruf dan mereka menggenggamkan tangannya[Berlaku kikir]. mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik. (QS At-Taubah:67).

Umat Islam hendaknya sabar dan berjuang semampunya menghadapi musibah agama, dan itu telah dijanjikan pahala sesuai dengan seberapa perjuangannya dalam melawan apa-apa yang mengusik Islam. Janji pahala itu telah Allah firmankan dalam Surat At-Taubah: 120.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 257 kali, 1 untuk hari ini)