• Waduh, ngaku Muslim tapi lebih peduli terhadap korban bom Boston (yang bukan urusannya) daripada terhadap 13 Muslim tanpa salah yang dibunuh Densus (yang sejatinya adalah tanggung jawabnya).
  • Dalam akun @SBYudhoyono, SBY sempat menuliskan ; “@BarackObama Indonesians and I are deeply saddened by the boston bombings. Our prayers are with the victims and their families. *SBY* (@BarackObama Indonesia dan saya sangat sedih dengan pemboman boston. Doa kami dengan para korban dan keluarga mereka. *SBY* -red),” tulis SBY dalam tweet-nya.

Pepatah Bangsa Indonesia menyindir manusia yang tak tahu diri dengan ungkapan: “Beruk di hutan disusukan, anak di pangkuan dilepaskan.”

Langsung saja orang akan mengatakan, betapa “tak tahu dirinya”, bila manusia melakukan perbuatan yang seperti itu. Namun yang sangat mengagetkan, perbuatan yang tidak patut itu justru dilakukan dengan diumumkan sedunia pula lewat kicauan di twitter. Maka betapa tidak patutnya. Kenapa sebegitu pedulinya terhadap entah siapa, namun begitu tak pedulinya kepada muslimin yang dibunuhi densus 88 terutama 13 orang Muslim tanpa salah yang dibunuh langsung oleh Densus 88. (Denus 88 Polri telah membunuhi 83 Muslim hanya dalam status terduga teroris (tanpa dibuktikan secara hukum) sejak tahun 2003 menurut Komnas HAM, sedang yang 13 orang Muslim ditembak mati tanpa bersalah apa-apa. https://www.nahimunkar.org/pemerintah-melanggar-ham-dan-mendiskriminasikan-umat-islam/ ) .

Padahal Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَزَوَالُ الدُّنْيَا أَهْوَنُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ قَتْلِ رَجُلٍ مُسْلِمٍ

Sungguh lenyapnya dunia lebih ringan di sisi Allah dibandingkan terbunuhnya seorang Muslim. ( HR. AN-NASA-I (VII/82), dari ‘Abdullah bin ‘Amr Radhiyallahu anhu. Diriwayatkan juga oleh at-Tirmidzi (no. 1395). Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahiih Sunan an-Nasa-i dan lihat Ghaayatul Maraam fii Takhriij Ahaadiitsil Halaal wal Haraam (no. 439).

Dalam Al-Qur’an, Allah menegaskan dahsyatnya siksa bagi pembunuh orang mu’min dengan sengaja:

وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا  [النساء : 93]

93. Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya. (QS AN-NISAA’/4: 93)

Kalau seseorang mengaku muslim, namun tak peduli terhadap dibunuhnya sejumlah orang muslim/ mukmin tanpa salah (apalagi jadi tanggung jawabnya), sebaliknya justru sebegitu bersemangatnya dalam kepedulian kepada entah siapa dan agamanya entah apa, tempatnya pun nun jauh di belahan dunia sana, dan itupun sejatinya sama sekali bukan jadi tanggung jawabnya, apakah itu bukan sikap yang disindir pepatah: “Beruk di hutan disusukan, anak di pangkuan dilepaskan” itu tadi?

Kalau sudah demikian, mau dikata apa?

Inilah sorotan berita tentang kicauan yang sangat disayangkan itu.

***

 SBY Lebih Peduli Korban Bom Boston Daripada Korban Salah Bunuh Densus

 twit sby

JAKARTA (voa-islam.com) – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) langsung merespon insiden ledakan bom Marathon Boston yang terjadi di Boston, Massachusetts, Amerika Serikat, pada Senin (15/4/2013) pukul 14.45 waktu setempat, atau pada Selasa (16/4/2013) pukul 02.45 WIB.

Sesaat setelah mendengar peristiwa tersebut, kurang lebih pukul 04.18 WIB, SBY langsung mengucapkan kesedihannya atau dukacita terhadap korban ledakan Bom Marathon Boston. Ucapan dukacita SBY tersebut diungkapkan melaui akun Twitter-nya di @SBYudhoyono.

Ucapan dukacita SBY tersebut disisipkan diantara cerita kunjungan kerjanya ke Karawang, kemudian “kicauannya” atas ulang tahun Korps Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD, kemudian arahan-arahannya terhadap carut marut ujian nasional (UN), dan pesan-pesan SBY lainnya.

Dalam akun @SBYudhoyono, SBY sempat menuliskan ; “@BarackObama Indonesians and I are deeply saddened by the boston bombings. Our prayers are with the victims and their families. *SBY* (@BarackObama Indonesia dan saya sangat sedih dengan pemboman boston. Doa kami dengan para korban dan keluarga mereka. *SBY* -red),” tulis SBY dalam tweet-nya.

Hal ini tentu saja sangat berbanding terbalik dengan sikap SBY kepada rakyatnya sendiri dan umat Islam pada khususnya. Saat rakyatnya menjadi korban bencana alam atau semisalnya, SBY terkesan begitu lambat meresponnya. Namun jika ada “orang asing’ dalam hal ini korban ledakan Bom Marathon Boston, SBY langsung tanggap dengan mengucapkan ucapan dukacita.

Tak hanya masyarakat umum, perbedaan perilaku dan respon berbeda yang ditunjukkan juga sama persis dan sering dilakukan SBY tatkala umat Islam menjadi korban. Jika umat Islam yang menjadi korban diskriminasi agama lain atau institusi lain, misalnya korban pemboman oleh kelompok Syi’ah di Sampang Madura atau salah tangkap dan salah bunuh Densus 88, SBY terlihat begitu lambat dan acuh tak acuh serta cuek dengan kondisi yang menimpa umat Islam.

Tercatat, bagaimana respon SBY tidak begitu terlihat greget ketika PP Muhammadiyah, MUI, Komnas HAM, dan institusi lain membeberkan sejumlah kekejaman dan pelanggaran HAM Densus 88 terhadap umat Islam yang di “teror” oleh Densus 88.

Meski Ketua PP Muhammadiyah, Prof Dien Syamsuddin, sudah sering kali berbicara didepan publik bahwa pemerintah harus segera mengevaluasi kinerja Densus 88, namun hal itu sepertinya tidak ditanggapi serius oleh SBY.

“Kalau dari kami, ormas-ormas Islam, MUI kita sepakat saya kira Densus 88 itu harus dievaluasi, bila perlu dibubarkan. Tapi diganti dengan sebuah lembaga dengan pendekatan baru untuk bersama-sama untuk memberantas terorisme,” kata Dien Syamsudin kepada wartawan di Mabes Polri, Kamis (28/2/2013).

Jangankan ditanggapi, sekedar untuk mengucapkan permintaan maaf atau ucapan kesedihan-pun tidak diucapkan oleh SBY. Padahal, Ketua Tim Pemantauan dan Penyelidikan Penanganan Tindak Pidana Terorisme Komnas HAM, Siane Indriani sudah mengeluarkan rilis bahwa tindakan Densus 88 dalam penanganan terorisme sudah berada di luar jalur hukum dan telah melanggar HAM berat, karena terbukti kerap menyiksa dan menganiaya para terduga teroris maupun keluarganya. [Bekti] Rabu, 17 Apr 2013

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.451 kali, 1 untuk hari ini)