Mogadishu – Pemerintah Somalia mengikut langkah Arab Saudi dan sejumlah negara Arab memutus hubungan diplomatik dengan Iran. Keputusan itu menyusul pembakaran Kedutaan Besar dan Gedung Konsulat Arab Saudi pasca eksekusi ulama Syiah Al-Nimr.

Pemutusan hubungan dilpomatik itu diumumkan pada Kamis kemarin (07/01) oleh Departemen Luar Negeri Somalia. Seluruh diplomat Iran di Somalia diminta pulang dalam waktu 72 jam.

“Pemerintah memutus hubungan diplomatic dengan Iran sebagai solidaritas terhadap Saudi setelah pembakaran Kedutaaan Saudi di Teheran dan gedung konsulat Saudi di kota Masyhad,” kata pernyataan Deplu Somalia.

Pernyataan itu menegaskan, penyerangan terhadap diplomat Saudi di Iran melanggar seluruh kesepakatan dan pernjanjian internasional. Dalam pernyataan yang sama, Somalia menuduh Iran melatih milisi-milisi bersenjata untuk menyebarkan fitnah agama.

Setelah Arab Saudi mengumumkan memutus hubungan diplomatik dengan Iran, negara-negara Arab mengikuti langkah tersebut. Negara pertama yang mengambil langkah seperti Saudi adalah Bahraian. Seperti diketahui, Bahrain beberapa tahun terakhir terancam oleh revolusi Syaih.

Kuwait, Qatar dan Yordania juga mengeluarkan keputusan serupa. Mereka beralasan, sikap itu diambil karena Iran melanggar kesepakatan internasonal dengan tidak menjaga keamanan diplomat. (Al-Jazeera,Hunef Ibrahim/Kiblat.net)

By: repelita.com/January 8, 2016

(nahimunkar.com)