.

SEBELAS warga Muslim Uyghur dilaporkan tewas di Kirgistan setelah secara ilegal menyeberang ke negara bekas republik Soviet Jumat kemarin (24/1/2014), seorang penjaga perbatasan Kirgistan menyatakan.

“Terlihat dari penampilan mereka, korban tewas adalah warga Uighur dan ditemukan juga bahwa mereka merupakan anggota organisasi separatis Uighur,” ungkap Raimberdi Duishenbiyev, kepala penjaga perbatasan Kyrgyzstan, mengatakan pada konferensi pers.

Setelah melintasi perbatasan di daerah pegunungan timur laut Kirgistan pada hari Kamis lalu, kelompok ini berlari menghindari pemburu lokal yang telah membunuh dua dari anggota mereka sebelum akhirnya pemburu itu dibunuh, ia menambahkan.

Para penyerang merampas pistol pemburu tapi kemudian diblokir oleh penjaga perbatasan dari pos perbatasan di dekatnya. Kemudian sebuah unit pasukan khusus diterbangkan ke daerah itu dengan helikopter dan membunuh sembilan orang tersisa setelah mereka menolak untuk menyerah.

“Allahu Akbar!” teriak mereka sebelum meninggal, jelas Duishenbiyev. Para penjaga perbatasan juga menemukan Al-quran, masker hitam, pisau dan peta topografi Cina di lokasi kejadian.

Penjaga perbatasan Kirgiz telah memberitahu rekan-rekan Cina mereka tentang insiden itu tetapi Cina mengatakan mereka telah mendeteksi tidak ada kasus penyeberangan ilegal di perbatasan, ujar Duishenbiyev.

Kirgistan, bersama-sama dengan negara Asia Tengah lainnya yaitu Tajikistan, Uzbekistan dan Kazakhstan, adalah anggota Organisasi Kerjasama Shanghai yang dipimpin oleh Cina dan Rusia.[fq/islampos/worldbulletin]

(nahimunkar.com)

(Dibaca 565 kali, 1 untuk hari ini)