Kirim Ucapan ke Jokowi, Kutip Hadits: Tidak Beriman, Orang yang Tidak Bisa Menjaga Amanah

 


Para aktivis dan korban pelanggaran HAM yang tergabung dalam ‘Aksi Kamisan’ turut mengucapkan selamat atas perayaan Idul Fitri 1441 Hijriah. Selain kepada masyarakat yang merayakan, mereka juga mengucapkan secara khusus kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

“Selain untuk warga yang merayakan, #AksiKamisan juga mengucapkan Selamat #IdulFitri untuk Presiden @jokowi,” tulisnya di akun resminya, Senin(25/5).

Ucapan selamat yang disampaikan kepada Presiden Jokowi sangat menohok. Dengan latar belakang warna hitam, Aksi Kamisan mengutip hadits Rasulullah SAW.

“Selamat Idul Fitri 1441 H, Presiden Jokowi. Sekedar mengingatkan, Rasulullah SAW bersabda: Tidak beriman orang yang tidak bisa menjaga amanah yang dibebankan padanya. Dan tidak beragama orang yang tidak bisa menepati janjinya. (HR Ahmad),” tulisnya.

“Dari segenap korban, penyintas, keluarga dan warga yang menanti janjimu akan penuntasan kasus HAM berat dilunasi. Aksi Kamisan.”

Aksi Kamisan adalah sebuah aksi yang dilakukan setiap hari Kamis di depan Istana Negara. Aksi ini dilakukan oleh korban pelanggaran Hak Asasi Manusia dan pertama kali dimulai pada tanggal 18 Januari 2007.

Tuntutan mereka meminta negara untuk menuntaskan pelanggaran HAM berat di Indonesia seperti Tragedi Semanggi, Trisakti, dan Tragedi 13-15 Mei 1998, Peristiwa Tanjung Priok, Peristiwa Talangsari 1989 dan lainnya.

Selain untuk warga yang merayakan, #AksiKamisan juga mengucapkan Selamat #IdulFitri untuk Presiden @jokowi 🙏 pic.twitter.com/sLSBljpmuj

— Aksi Kamisan (@AksiKamisan) May 24, 2020


DEMOKRASI News

Senin, Mei 25, 2020

 

==================

Mari kita simak penjelasan tentang hadits yang dikirimkan kelompok tersebut, berikut ini:

Hadits Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, yang menjelaskan amanah dan menepati janji merupakan salah satu sifat orang beriman, ia berkata:

 

مَا خَطَبَنَا نَبِيُّ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، إِلاَّ قَالَ: لاَ إِيْـمَانَ لِمَنْ لاَ أَمَانَـةَ لَهُ، وَلاَ دِيْـنَ لِمَنْ لاَ عَهْدَ لَـهُ .

 

“Tidaklah Nabiyullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhutbah kepada kami, melainkan beliau bersabda: “Tidak ada iman bagi orang yang tidak memiliki (sifat) amanah, dan tidak ada agama bagi orang yang tidak menepati janjinya”. [18]

 

Berkaitan dengan hadits ini, asy Syaikh Masyhur bin Hasan Alu Salman -hafizhahullah- berkata, “Maksud sabda beliau (لاَ إِيْـمَانَ), dikatakan oleh as Sindi, ada yang mengatakan bahwa maksud dari kedua penafian (peniadaan) dalam hadits ini adalah nafyul kamal (peniadaan kesempurnaan iman dan agama). Ada yang mengatakan pula, maksudnya adalah, sama sekali tidak beriman orang yang menganggap halal meninggalkan amanah, dan sama sekali tidak beragama seseorang yang menganggap halal melanggar janjinya.

Dan maksud dari sabda beliau (لاَ دِيْـنَ لِمَنْ لاَ عَهْدَ لَـهُ) adalah, barangsiapa yang mengadakan sebuah perjanjian dengan orang lain, lalu ia sendiri yang melanggar dan tidak menepati janjinya tanpa ada ‘udzur (alasan) yang syar’i, maka agamanya kurang. Adapun jika dengan ‘udzur (alasan yang syar’i) -seperti seorang Imam (pemimpin) yang membatalkan perjanjian dengan seorang harbi (orang kafir yang diperangi), jika ia melihat ada kemaslahatan padanya-, maka hal ini boleh. Wallahu Ta’ala a’lam”.[19]

———-

[18]. HR Ahmad (3/135, 154, 210, 251), dan lain-lain. Hadits ini dishahihkan oleh asy Syaikh al Albani t di dalam Shahih al Jami’ (7179), Shahih at Targhib wa at Tarhib (3/156 no. 3004), dan lain-lain. Lihat pula takhrij asy Syaikh Masyhur bin Hasan Alu Salman -hafizhahullah- terhadap hadits ini dalam kitab al Kabair, hlm. 280-282.
[19]. Lihat ta’liq (komentar) beliau terhadap hadits ini dalam kitab al Kabair, hlm. 282.

Penjelasan hadits dikutip dari link ini:

https://almanhaj.or.id/2711-siapakah-yang-layak-diberi-amanah.html

 

(nahimunkar.org)

(Dibaca 383 kali, 1 untuk hari ini)