Kisah Nyata Lelaki Dipancing Zina untuk Dibunuh, Dimutilasi, dan Dikuras Uangnya

Ancaman keras tentang zina sangat tegas dalam Islam. Bahkan ancaman azab secara merata pun bisa terjadi bila zina dan riba telah tampak terang2an di suatu kaum.

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا ظَهَرَ الزِّنَا وَالرِّبَا فِي قَرْيَةٍ ، فَقَدْ أَحَلُّوا بِأَنْفُسِهِمْ عَذَابَ اللهِ

“Apabila zina dan riba telah nampak di suatu negeri, maka sungguh penduduk negeri itu telah menghalalkan azab Allah bagi diri-diri mereka.” [HR. Al-Hakim dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’anhuma, Shahihut Targhib: 2401]

Bahkan nampaknya perzinaan juga termasuk tanda (dekatnya) hari qiyamat.

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ وَيَثْبُتَ الْجَهْلُ وَيُشْرَبَ الْخَمْرُ وَيَظْهَرَ الزِّنَا

“Diantara tanda-tanda kiamat adalah diangkatnya ilmu (agama Islam), menguatnya kebodohan, diminumnya khamar, dan nampaknya perzinaan.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Anas Bin Malik radhiyallahu’anhu]

Ketika manusia sudah menjadikan zina sebagai lakon hidupnya, bahkan sebagai pancingan untuk kejahatan lainnya yang menyertainya, maka amat sangat sadis. Hingga berani membunuh bahkan memutilasi korbannya, dipotong-potong jasadnya.

Dalam kasus yang dibeberkan di berita kini, pelaku utamanya wanita dari lulusan perguruan tinggi terkemuka di Jakarta, sedang korbannya lelaki luluan perguruan tinggi terkemuka di Jogja.

Inilah kronologi dan rangkainnya.

***

 

Fakta Pelaku Mutilasi Kalibata City Terungkap, LAS Ternyata Lulusan UI dan Pelakor


Laeli Atik Pemutilasi Kalibata City Ternyata Penulis, Benarkah Berjiwa Psikopat ? /twitter/

Kasus Mutilasi Kalibata City tak henti-hentinya menyita perhatian publik. Bahkan sekarang satu per satu fakta tentang kasus mutilasi Kalibata City semakin terbuka lebar.

Pelaku kasus mutilasi Kalibata City dengan Renaldi Harley Wismanu (33), ternyata adalah sepasang kekasih. Mereka adalah Laeli Atik Supriyatin(LAS) dan Djulmadil Al Fajri (DAF).

Karena kasus ini cukup mencuri perhatian publik, akhirnya banyak orang yang mulai mengusut siapa sosok kedua pelaku, khususnya Laeli.

Dikutip KabarLumajang.com dari artikel Ringtimes Bali yang berjudul Sosok Pembunuh Mutilasi Kalibata City Terungkap, Ternyata Lulusan UI dan Pelakor, Laeli merupakan lulusan FMIPA Universitas Indonesia (UI) 2012.


Laeli Atik lulusan FMIPA UI 2012

Dia bahkan dikenal sebagai mahasiswa yang sangat aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan. Tidak hanya itu, Laeli dulu berhijab dan dikenal sebagai sosok yang supel serta memiliki banyak koneksi.

Diketahui, Laeli sempat bekerja di perusahaan farmasi yang lumayan terkemuka di Indonesia.

Fakta mengejutkan lainnya adalah, Laeli ternyata perebut suami orang alias pelakor.

Hal ini terungkap dari postingan sang mantan istri pelaku yang memiliki akun Twitter @bngndrnhfl.

Dari tangkapan layar yang menampakkan utasnya, diketahui bahwa Laeli telah merebut suaminya dan kini telah menikah (Laeli dan Fajri).

Hingga pada akhirnya pasangan memutuskan untuk melakukan aksi pembunuhan keji terhadap Rinaldi Harley Wismanu.

Diketahui, LAS dan DAF telah merencanakan pembunuhan terhadap RHW pada 9 September 2020. LAS memancing korban untuk berhubungan intim terlebih dahulu.

Sementara DAF yang membiarkan kekasihnya berhubungan intim bersembunyi di toilet. Ketika berhubungan intim itulah DAF kemudian keluar dari persembunyiannya dan memukul kepala korban dengan batu bata.


Thread mantan istri pelaku DAF

Tak berhenti disitu, ia menusuk korban sebanyak tujuh kali, hingga meninggal dunia. Karena kebingungan atas perbuatannya, LAS dan DAF pergi membeli golok dan gergaji.

Alat tersebut mereka gunakan untuk memotong-motong jasad korban hingga menjadi 11 bagian. Potongan tubuh korban kemudian dimasukkan ke kantong kresek, kemudian disimpan di dua koper dan satu ransel.

Usai mutilasi, pasangan bejat ini kemudian membeli seprei dan cat tembok putih.

Kemudian mereka memindahkan tubuh korban yang telah dimutilasi ke Apartemen Kalibata City dan menaruhnya pada sebuah kamar di lantai 16 yang telah mereka sewa untuk beberapa hari.

Dari hasil pemeriksaan polisi, diketahi bahwa pelaku LAS kenal dengan korban melalui aplikasi Tinder sejak lama. Keduanya sudah sering komunikasi satu sama lain. Lewat aplikasi itulah pelaku dan korban intens bertemu.

Bahkan pelaku LAS sampai dipercaya memegang ATM korban, diketahui korban adalah orang kaya sehingga menjadi target LAS.

“Motifnya yaitu ingin menguasai harta korban,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana, Kamis 17 September 2020 kemarin.

Para pelaku menguras rekening korban dan digunakan untul membeli 11,5 gram emas dan sebuah motor, serta menyewa rumah di Permata Cimanggis, Depok, Jawa Barat yang direncanakan untuk mengubur potongan tubuh korban.

Penangkapan korban berawal dari transaksi rekening sebesar Rp97 juta dari ATM korban. Korban yang dilaporkan hilang oleh keluarganya ini curiga ada transaksi besar di ATM korban sementara korban menghilang.

“Laptop, cangkul, sekop, jam tangan, perhiasan, kartu ATM, disita untuk dijadikan barang bukti. Para pelaku dijerat Pasal 340 KUHP dan/atau Pasal 338 KUHP dan Pasal 365 KUHP, dengan ancaman penjara seumur hidup, 20 tahun atau pidana mati,” tegas Nana.***(Ringtimes Bali/Tri Widiyanti)

Editor: Mabruri Pudyas Salim

Sumber: Ringtimes Bali

 

https://kabarlumajang.pikiran-rakyat.com
Tim Kabar Lumajang 02

– 18 September 2020, 14:20 WIB

 

***

Pemutilasi Naik Taksi Online Bawa Potongan Tubuh Korban ke Kalibata City

Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom

Jakarta – 

Tersangka Laeli Atik Supriyatin (27) dan Djumadil Al Fazri (26) memindahkan jasadRinaldi Harley Wismanu (32) yang sudah dimutilasi dari Apartemen Pasar Baru Mansion, Jakarta Pusat, ke Apartemen Kalibata City. Kedua tersangka membawa potongan tubuh korban itu menggunakan taksi online.

Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Kamis (17/9/2020), mengatakan, usai kedua tersangka menyimpan sementara potongan tubuh korban di Apartemen Kalibata City, kemudian dikuburkan di perumahan di Depok.

“Angkutan yang mereka gunakan itu mereka pakai taksi online, pakai kendaraan online yang mereka sewa ya,” kata Nana.

Kedua tersangka memasukkan potongan tubuh korban dalam 2 buah koper dan tas ransel. Potongan tubuh korban terlebih dahulu dibungkus kresek agar tidak ada darah atau cairan yang keluar.

Kedua tersangka berencana menguburkan jasad korban di rumah kontrakan di Depok. Sembari menunggu tempat untuk menguburkan, kedua tersangka ini menyewa unit Apartemen Kalibata City.

“Mereka memindahkan dari Pasar Baru dan mereka ini nyewa juga di Kalibata City beberapa hari sambil menunggu dan kemudian untuk mencari tempat pemakaman,” sebut Nana.

“Mereka ingin mendapatkan kontrakan dan sebenarnya mereka sudah menggali di belakang kontrakan itu. Jadi ke sana hanya untuk menyimpan sementara di apartemen Kalibata City itu,” sambungnya.

Seperti diketahui, kedua tersangka merupakan pasangan kekasih. Kedua tersangka merencanakan pembunuhan korban untuk menguasai harta korban.

Salah satu tersangka, Laeli Atik Supriyatin, diketahui sudah mengenal korban selama 1 tahun melalui aplikasi Tinder. Dari situ komunikasi korban dan pelaku semakin intens.

Pada 7 September hingga 12 September, keduanya sepakat menyewa kamar di Apartemen Mansion Pasar Baru, Jakpus. Namun mereka baru bertemu pada 9 September di Apartemen Pasar Baru Mansion. Saat itulah korban dibunuh dengan cara dipukul dengan batu dan ditusuk sebanyak 7 kali.

Kedua tersangka ditangkap Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya di bawah pimpinan Kompol Handik Zusen, AKP Mugiya, dan AKP Noor Marghantara, di Depok pada Rabu (16/9).

Simak video ‘Kedua Pelaku Mutilasi di Kalibata City Terancam Hukuman Mati’:

[Gambas:Video 20detik]

 

(mei/mei) Yogi Ernes – detikNews

Jumat, 18 Sep 2020 10:10 WIB

(nahimunkar.org)


 

(Dibaca 2.081 kali, 1 untuk hari ini)