.

  • Ada Hadits, mulut dan kemaluan paling banyak memasukkan ke neraka
  • Siapa yang Menjamin mulut dan farjinya (dalam ketaatan) maka dijamin surga

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

(( مَنْ يَضْمَنْ لِي مَا بَيْنَ لَحْيَيْهِ وَمَا بَيْنَ رِجْلَيْهِ أَضْمَنْ لَهُ الجَنَّةَ ))

“Barangsiapa menjamin untukku antara dua rahangnya (yaitu mulutnya) dan antara dua kakinya (yaitu kemaluannya) maka aku jamin baginya surga. (HR Al-Bukhari).

Bila manusia berhasil menjaga mulut dan farjinya tetap taat kepada yang dituntunkan Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam, maka dijamin surga. Sebaliknya, telah dancam bahwa yang paling banyak memasukkan manusia ke neraka adalah mulut dan kemaluan.

Kasus tidak dijaganya farji telah menyeret pelakunya ke dunia keruwetan yang aneh bin ajaib serta tidak enak. Itu saja di dunia, belum siksanya di akherat. Inilah kisah nyata seorang wanita yang bersuami dua plus satu selingkuhan.

***

Aneh bin Ajaib, Wanita Bersuami Dua dan Satu Selingkuhan, Jadi Perkara di Pengadilan

Nganjuk (SI Online) Masya Allah. Ini baru pertama kali terjadi, Pengadilan Negeri Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur menggelar perkara poliandri. Seorang wanita secara sah bersuami dua orang, hingga terlahir enam orang anak—empat anak dari suami  pertama dan dua anak lagi dari suami lainnya. Itu-pun, wanita ini masih menjalin cinta kasih secara gelap dengan lelaki lain lagi.

Adalah Bagus Putro Prabowo (30 tahun), warga Kecamatan Warujayeng Kabupaten Nganjuk yang membawa perkara ini ke pengadilan negeri setempat. Ia, melaporkan Mey Marlina (35 tahun), istrinya sendiri yang asli Kabupaten Ngawi, ke Kepolisian Resort Nganjuk. Perkara yang baru pertama terjadi, cukup rumit. Untuk pemberkasan perkara, Polisi hingga memerlukan waktu lebih dari delapan bulan, baru berhasil melimpahkan ke Kejaksaan.

Sekira enam tahun lalu (di tahun 2008),  Bagus Prabowo ketika itu bekerja di Jakarta bertemu dan berkenalan dengan Mey Marlina. Ketika itu, Mey Marlina mengaku masih lajang. Singkat kata, mereka saling jatuh cinta;  untuk melindungi jalinan cinta kasih agar tidak terperosok ke perzinahan, mereka sepakat untuk diikat dengan perkawinan secara siri. Beberapa  waktu berselang, pasangan mencatatkan perkawinan itu secara resmi, di sebuah Kantor Urusan Agama (KUA) di Kabupaten Nganjuk.

Dari pernikahan  Bagus Prabowo dan Mey Marlina  yang cukup bahagia ini, terlahir dua orang anak, berusia lima dan tiga tahun.

Namun, betapa terkejutnya Bagus Prabowo ketika mendengar khabar; ternyata Mey Marlina masih memiliki seorang suami yang sah dan belum bercerai. Bahkan dari suaminya ini, Mey memiliki empat orang anak. Pembawa khabar yang shahih ini, adalah Sugianto—orang tua Bagus Prabowo yang berkunjung ke rumah orang tua  Mey Marlina di Kabupaten Ngawi.

Terungkap; dengan bukti akta perkawinan yang diterbitkan Kantor Catatan Sipil Kabupaten Ngawi; Mey Marlina melakukan perkawinan secara nasrani dengan Denny Wijaya di sebuah Gereja di Kota Kabupaten Ngawi. Menurut keterangan, setelah terlahir anak hingga empat orang, perkawinan yang memang beda agama ini goncang.

“Mereka memang kemudian berpisah, namun belum ada perceraian. Empat orang anak kemudia di titip ke keluarga , dan Mey Marlina berangkat bekerja di Jakarta,” ungkap salah seorang keluarga Mey Marlina seperti ditirukan Sugianto.

Dengan khabar tersebut, keluarga Bagus Prabowo dan Mey Marlina yang semula tampak bahagia, menjadi goncang layaknya ditimpa prahara yang dahsyat. Bahkan kemudian pasangan ini “pisah ranjang” sepakat hubungan tersebut harus diakhiri dengan perceraian.

Namun, sebelum perceraian itu terlaksana, Bagus Prabowo melihat sendiri Mey Marlina telah menjalin hubungan dengan ST, seorang pengusaha asal Bojonegoro-Jawa Timur. Ketika Bagus Prabowo mengusut; Mey Marlina mengakui telah beberapa kali “kencan” dengan ST bahkan dari setiap “kencan”  tersebut, senantiasa juga berlanjut ke hubungan intim.

Memicu Bagus Prabowo, untuk memerkarakan Mey Marlina, istrinya. Terlebih setelah  menemui ST dan memberi tahukan status sebenarnya  Mey Marlina yang masih sah sebagai istrinya,  ST justru  menyatakan; pihaknya berani melangkah menjalin hubungan yang demikian jauh, karena Mey Marlina mengaku telah resmi bercerai.

Rep : Muhammad Halwan / dbs, Jumat, 25/04/2014 20:39:41

***

Mulut dan kemaluan paling banyak memasukkan ke neraka

عن أبي هريرة رضي الله عنه قَالَ: سُئِلَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه و سلم عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ اْلجَنَّةَ؟ قَالَ: تَقْوَى اللهِ وَ حُسْنُ اْلخُلُقِ وَ سُئِلَ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ النَّارَ؟ قَالَ: اْلفَمُ وَ اْلفَرَجُ

Dari Abu Hurairah radliyallahu anhu berkata, Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam pernah ditanya tentang sesuatu apakah yang terbanyak yang dapat memasukkan manusia ke dalam surga?. Beliau menjawab, “Takwa kepada Allah dan akhlak yang baik”. Beliau juga ditanya tentang sesuatu apakan yang terbanyak yang dapat memasukkan manusia ke dalam neraka?. Beliau menjawab, “Mulut dan farji (kemaluan)”. [HR at-Turmudziy: 2004, Ibnu Majah: 4246 dan Ahmad: II/ 291, 392, 442. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: Hasan sanadnya, lihat Shahiih Sunan at-Turmudziy: 1630, Shahih Sunan Ibni Majah: 3424, Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah: 977 dan Misykah al-Mashobih: 4832. Di dalam satu riwayat; Beliau menjawab, “Dua lobang yaitu mulut dan farji”]/cintakajiansunnah.

Ketika seorang wanita muslimah nikah dengan orang Kristen atau lelaki yang bukan Islam maka tidak sah. Karena wanita muslimah tidak halal bagi laki-laki kafir, menurut Al-Qur’an.

لَا هُنَّ حِلٌّ لَهُمْ وَلَا هُمْ يَحِلُّونَ لَهُنَّ

Mereka (wanita muslimah) tiada halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tiada halal pula bagi mereka (wanita muslimah). (QS Al-Mumtahanah/60:10).

Perkawinan yang tidak halal maka hubungan suami isteri yang dilakukannya tetap tidak halal. Betapa berat tanggung jawabnya, setiap saat hanya menambah dosa.

Menjamin mulut dan farji

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

(( مَنْ يَضْمَنْ لِي مَا بَيْنَ لَحْيَيْهِ وَمَا بَيْنَ رِجْلَيْهِ أَضْمَنْ لَهُ الجَنَّةَ ))

“Barangsiapa menjamin untukku antara dua rahangnya (yaitu mulutnya) dan antara dua kakinya (yaitu kemaluannya) maka aku jamin baginya surga. (HR Al-Bukhari).

Menjaga mulut di antaranya adalah menjaga dari berbicara yang dilarang dan dari makan yang haram. Berdusta, makan haram, dan aneka hal yang haram dilakukan oleh mulut haruslah dijauhi. Sedangkan menjaga kemaluan mencakup segala yang dilarang yang berkaitan dengan kemaluan, dari masalah larangan zina, mengumbar aurat, dengan aneka rangkaiannya, dan larangan penyimpangan seksual seperti homoseks, lesbian dan sebagainya.

Bahkan menjaga kemaluan dari kencing yang tidak sesuai aturan syari’at pun wajib, karena orang disiksa dalam kubur gara-gara kencingnya, yakni tidak beres mencucinya ataupun tak mencuci cipratannya ke anggota badan atau pakaian. Demikian pula lantaran mulut tak dijaga, hingga melakukan namimah (memfitnah, bicara mengandung adu domba), mengakibatkan pelakunya ditimpa adzab kubur.

162 حَدِيثُ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ : مَرَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى قَبْرَيْنِ فَقَالَ أَمَا إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيرٍ أَمَّا أَحَدُهُمَا فَكَانَ يَمْشِي بِالنَّمِيمَةِ وَأَمَّا الْآخَرُ فَكَانَ لَا يَسْتَتِرُ مِنْ بَوْلِهِ قَالَ فَدَعَا بِعَسِيبٍ رَطْبٍ فَشَقَّهُ بِاثْنَيْنِ ثُمَّ غَرَسَ عَلَى هَذَا وَاحِدًا وَعَلَى هَذَا وَاحِدًا ثُمَّ قَالَ لَعَلَّهُ أَنْ يُخَفَّفُ عَنْهُمَا مَا لَمْ يَيْبَسَا

162 Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anu, ia berkata: Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melalui dua buah kubur, baginda bersabda: “Ingatlah, sesungguhnya dua mayat ini sedang disiksa, tetapi bukan karena melakukan dosa besar. Seorangnya disiksa karena dulunya dia suka membuat fitnah (namimah, bicara berisi adu domba) dan seorang lagi disiksa karena tidak membersihkan dirinya dari air kencingnya.” Kemudian baginda meminta pelepah kurma lalu dibelahnya menjadi dua. Setelah itu beliau menanam salah satunya pada kubur yang pertama dan yang satu lagi pada kubur yang kedua sambil bersabda: “Semoga pelepah ini akan meringankan siksanya, selagi ia belum kering.” (Muttafaq ‘alaih)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 110.646 kali, 1 untuk hari ini)