Untuk jadi tukang “Ojek Spesial” Antar Jemput Racun Aqidah diperlukan tebal muka, dan latihan yang sampai bertungkus lumus (berayah-payah). Setelah terlatih dan teruji benar-benar serta “jam terbangnya” sudah cukup, barulah berani  bergerak. Istilahnya operasional atau apalah namanya.

Mulailah beropersi.

Malam-malam, tukang “ojek spesial” ini mengantarkan pengusung racun aqidah yang dikenal dengan sebutan syiah. Dia puji-puji itu pengusung racun aqidah (syiah) yang sedang diboncengkan ini. Pujian tukang “ojek spesial ” ini sangat menyenangkan pengusung racun aqidah (syiah). Sampai-sampai si “tukang ojek spesial” ini bercerita, teman-temannya di coleganya itu goblok-goblok karena tidak doyan “makanan enak sampeyan” (maksudnya acara-acara syiah yang sejatinya merusak aqidah Islam).

Tidak disangka tidak dinyana, tahu-tahu pujian “tukang ojek” kepada penumpangnya yang pengusung racun (syiah) itu terdengar orang, maka tersebar ke seantero negeri. Heboh… Lha dalaah, katahuan dia ngojek, bawa pengusung racun aqidah (syiah).

Sudah heboh seantero negeri, namun “tukang ojek spesial” ini tidak kapok.

Babak berikutnya, “tukang ojek spesial” ini membawa penumpang yang boleh dibilang sekomplotannya. Puja-puji kepada teman sekomplotan itupun disanjungkan. Hingga senanglah penumpangnya ini. Tetapi “tukang ojek” ini masih merasa bersalah, karena ketika kemarin memboncengkan pengusung racun (syiah) dia sempat menggoblok-goblokkan temannya yang kini jadi penumpang ojeknya ini. Dan celakanya, umpatannya terhadap teman-temannya sendiri demi menyenang-nyenangkan syiah itu bocor. Maka sekarang dia harus membayar kifarat untuk penumpangnya yang dulu dia goblok-goblokkan ini. Maka dia lontarkan, apa yang kira-kira menyenangkan temannya ini. Dia berteriak: Itu orang-orang yang berjenggot itu goblok-goblok tuh. Makin panjang jenggotnya makin goblok mereka!

Ribut lagi. Karena ternyata bocor pula. Maka segera dia bicara lagi secara blepotan, konon namanya klarifikasi atau apa itu. Soalnya itu sudah menyangkut menentang Sabda Nabi saw. Bingung juga “tukang ojek spesial” yang satu ini. Hanya saja klarifikasinya itu tetap blepotan, ga’ keruan.

Sementara ngadem dulu ah… rupanya capek juga… tidak cukup hanya bermodal tebal muka, ternyaa. Harus punya stamina yang tangguh, agar tidak terllu ngos-ngosan…

Tengah-tengah ngadem, tahu-tahu mendengar ada rekannya yang sedang jualan kembang untuk sesajen nyai gering kidul  konon dijitaki orang sampai bonyok gudras getih berdarah-darah bau anyir kemusyrikan.  Rekan ini nangis ndirini… uuuu… aku dijitaki wong, jarene pernah ada yang bilang, mereka itu freeman berzubah, menurut poyokan yang dilontarkan syafio maurip. Sakit bener aku… uuuu…

Dipanggillah “tukang ojek spesial itu” dan dia sanggup.

Ya, nanti saya elus-elus kamu, saya akan bersama kyai ndelul temanku, ucapnya sambil mengelus hidungnya yang mekar karena mendapat orderan.

Semangatnya menggebu. Karena ternyata yang menjitaki temannya itu adalah musuh bebuyutan lama ketika si “tukang ojek” lagi mau nggotong Lady Gaga si penyembah syetan, ternyata dicela habis-habisan oleh mereka yang disebut freeman berzubah oleh Syafio Maurip itu. Hingga si tukang ojek ga’ jadi dapat orderan karena Lady Gaga si penyembah syetan ga’ jadi berani datang. Lha sekarang sang berzubah itu njitaki teman si “tukang ojek”. Kesempatan ini!

Bertandanglah mereka berdua, “si tukang ojek” bersama temannya, kyai ndelul, untuk mendiamkan tangisan tukang kembang sesajen untuk nyai gering kidul.

Si “tukang ojek” menghibur temannya dengan meneriakkan: Bubarkan itu …bubarkan itu… yang njitaki teman saya ini…

Sudah teriak-teriak berbusa-busa sampai ngos-ngosan, tetapi dia toleh kanan kiri tampaknya tidak ngaruh (tidak ada pengaruhnya apa-apa).

Ternyata, teriakannya semakin parau, sengau, sember dan tidak bermakna apa-apa. Dan orang-orang pun semakin mencibirnya.

Kasihan… kasihan…

Na’udzubillaahi min dzalik! Kami berlindung dari hal yang demikian.

Hidup satu kali saja memilih jalan yang seperti itu. Sekali lagi na’udzubillaahi min dzalik!

(nahimunkar.com)

(Dibaca 4.473 kali, 1 untuk hari ini)