• Ulil Abshar Abdallah, pentolan Jaringan Islam Liberal (JIL) telah diotolak sebagai salah seorang pembicara seminar bertajuk “Demokrasi di Negara-negera Muslim di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau, Ahad (20/10/2013) siang.
  • Apakah penolakan itu akan mengakibatkan datangnya virus aneh yang mengakibatkan kematian sang tokoh liberal, wallahu a’lam. Karena tahun 2007 yang lalu dedengkot liberal asal Mesir yang divonis murtad dan minggat ke Belanda yakni Naser Hamid Abu Zayd ditolak pula di Riau oleh MUI dan umat Islam setempat. Akibat penolakan terhadap Abu Zayd yang diundang oleh Depag secara resmi untuk membekali pemurtadan (karena Abu Zayd telah divonis murtad oleh Mahkamah Agung Mesir 1995, namun justru diundang Depag RI untuk menatar) para dosen IAIN dari seluruh Indonesia itu, Abu Zayd kemudin pulang dan dinyatakan oleh dokter bahwa dia terkena virus aneh hingga mengakibatkan matinya.

Kisah kematiannya dan ditolaknya di Riau dapat dibaca di nahimunkar.com: Terjangkit Virus Aneh, Nashr Hamid Abu Zaid Tutup Usia

Tuesday, 06 July 2010 08:38

Meninggal pada umur 67 tahun. Terjangkit virus ‘aneh’ beberapa pekan setelah ia berkunjung ke Indonesia https://www.nahimunkar.org/nasr-hamid-abu-zayd-meninggal/

Adapun ditolaknya Ulil di UIN Riau, silakan simak berita ini.

***

UIN Suska Riau Tolak Ulil Abshar Ceramah

Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Khasim (UIN Suska) Provinsi Riau membatalkan pendiri Jaringan Islam Liberal (JIL) Ulil Abshar Abdalla mengisi seminar bertemakan ‘Demokrasi di Negara-negara Muslim’, Minggu (20/10).

Pihak Dekan Fakultas Ushuluddin, Dra Salmiatiyeli MAg secara resmi membatalkan politisi Partai Demokrat itu memberikan materi seminar.

“Demi keamanan. Kita memilih menjauhi masalah tersandung hukum. Karena pihak yang menolak mengatakan akan melakukan aksi demo dan keributan jika Pak Ulil tetap hadir,” ujar Salmiatiyeli.

Panitia acara tersebut, Bustomi mengatakan, sebelumnya telah terjadi penolakan terhadap kedatangannya Ulil Abshar Abdalla di UIN Suska. Namun, pihak panitia tetap meneruskan seminar tersebut karena sudah direncanakan.

“Banyak tekanan dan teror dari berbagai pihak. Baik itu internal dan eksternal kampus,” ujarnya .

Seminar internasional yang sedianya diisi oleh beberapa tokoh yang berkompeten, seperti Muhammad Thalib (pengamat terorisme) dan Abdullah Halim Mahaly (penulis) dan Ulil Absar Abdallah (tokoh intelektual muslim) akhirnya hanya diisi oleh dua pemateri saja.

Selain dihadiri oleh mahasiswa UIN Suska Riau, seminar ini juga turut dihadiri beberapa masyarakat umum.

Posted On 21 Oct 2013

By : Achsin/ itoday –

***

Bertentangan dengan Islam

Hidayuatullah.vcom memberitakan, Rencana kehadiran Ulil Abshar Abdalla menjadi pembicara pada seminar “Demokrasi di Negara-negara Muslim” yang digagas Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Hukum, Fakultas Syariah UIN Suska Pekanbaru, Riau menuai kontroversi. Sebagian menolak kehadiran pria yang kini aktif di Partai Demokrat itu.

“Kita menolak pemikiran-pemikiran liberalnya itu, yang oleh MUI tahun 2005 sudah ada fatwa bahwa pemikiran sekularisme, liberalisme dan plurarisme itu bertentangan dengan Islam. Kalau mengundang dia, berarti akan mensosialisasikan pemikiran-pemikiran dia kan,” kata Anggota Komisi Ukhuwah MUI Riau, Ir. Muhammadun.

Muhammadun meminta agar mahasiswa lebih selektif dalam memilih narasumber.

“Di masa depan, untuk menentukan siapa yang akan tampil di kampus itu ya dipilih yang mendukung keislaman, bukan yang mendukung sekularisme dan pluralisme. Mereka ini kan pengusung, penjaja dan pengecer ide-ide liberal. Ada kepentingan asing dibelakangnya. Jadi teman-teman mahasiswa kita himbau supaya tahu orang-orang ini dibelakangnya siapa, siapa yang mendanai, berbahaya atau tidak bagi kampus, mahasiswa dan masyarakat pada umumnya,” tegasnya.

Menurut pantauan hidayatullah.com di Riau, meski dilarang pihak rektorat, diskusi tetap berlangsung secara terbatas di sebuah hotel. Demikian berita dari hidayatullah.com.

***

Apakah Ulil akan terserang virus aneh dan mengakibatkan kematiannya sebagaimana yang telah dialami pendahulunya, Naser Hamid Abu zayd? Wallahu a’lam. Kita tunggu saja.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 3.105 kali, 1 untuk hari ini)